Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Peringati HUT RI, WNI Bermasalah akan Mendapatkan Amnesti

Riyadh, Duta Islam Nusantara. Lebih dari 300 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Riyad Arab Saudi menghadiri kegiatan Halal Bi Halal dan HUT ke-70 RI yang dselenggarakan oleh Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia di Riyadh, Kamis (27/8) kemarin.

Dalam kesempatan itu Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Riyadh Sunarko mengucapkan terimakasih kepada pengurus forum silaturrahmi atas undangannya. Ia menekankan agar para PNI selalu mempererat ukhuwah islamiyah.

Peringati HUT RI, WNI Bermasalah akan Mendapatkan Amnesti (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati HUT RI, WNI Bermasalah akan Mendapatkan Amnesti (Sumber Gambar : Nu Online)


Peringati HUT RI, WNI Bermasalah akan Mendapatkan Amnesti

Forum ini adalah salah satu sarana yang sangat baik untuk saling bersinergi dalam berbagi pengalaman dan kemampuan untuk saling melengkapi guna meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, katanya.

Dalam kesempatan itu pula, beliau sebagai Kuasa Usaha ad Interim sempat menyinggung dan menasehati warga Indonesia supaya tetap mematuhi peraturan yang berlaku di Saudi Arabia dan tetap berjuang seraya berkata Ayo bekerja. Ayo bekerja sesuai dengan aktifitasnya masing masing demi tercapainya cita cita bersama, katanya.

Duta Islam Nusantara

Duta Islam Nusantara

Ia menyampaikan, dalam waktu dekat KBRI akan mengadakan amnesti atau pemutihan untuk warga negara indonesia yang bermasalah guna mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dengan mengeluarkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) bagi yang mau pulang ketanah air. (Abdul Malik/Anam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61886/peringati-hut-ri-wni-bermasalah-akan-mendapatkan-amnesti

Rabu, 16 Mei 2007

Yenny Wahid Dendangkan Tembang Tombo Ati di Gedung UNESCO Paris

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Kesunyian malam kota Paris tiba-tiba terbelah oleh suara perempuan melagukan tembang Jawa Tombo Ati. Berbaju jalabaya putih dan berkerudung putih, putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid, dengan khusyuk melantunkan lagu yang popular di masyarakat Jawa tersebut di hadapan ratusan hadirin dari berbagai negara.

Aksi Yenny tersebut adalah bagian dari konferensi internasional bertema "Spiritual Islam dan Tantangan Terkini" yang diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama dengan Association Internationale Soufie Alawiyya (AISA), salah satu tarekat terbesar di Aljazair dan Eropa, dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Tarekat Alawi.

Yenny Wahid Dendangkan Tembang Tombo Ati di Gedung UNESCO Paris (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Dendangkan Tembang Tombo Ati di Gedung UNESCO Paris (Sumber Gambar : Nu Online)


Yenny Wahid Dendangkan Tembang Tombo Ati di Gedung UNESCO Paris

Perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini mengaku datang ke Paris diundang oleh Syekh Bentounnes, mursyid atau pimpinan Tarekat Alawiyyah saat ini. Menurutnya, ia adalah seorang figur yang sangat kharismatik dan mempunyai pengikut puluhan ribu di Aljazair maupun negara-negara Arab dan Eropa.

Saya tadi sore berbicara dalam sesi mengenai sufisme, lalu malamnya mereka meminta saya untuk berpartisipasi dalam acara spiritual dan kontemplasi sebagai perwakilan dari Islam yang ada di timur. Akhirnya saya pilih menembangkan lagu tombo ati yang lalu diterjemahkan dalam bahasa Prancis setelah saya selesai menyanyikannya," jelas Yenny selesai acara.

Duta Islam Nusantara

"Setelah itu saya tutup dengan menembangkan sebuah syair berbahasa Arab karena banyak audiensnya yang bisa berbahasa Arab," tambah Yenny dalam siaran pers, Kamis (1/10).

Ditanya kenapa memilih lagu tombo ati Yenny menjawab bahwa lagu tersebut mempunyai filosofi yang sangat mendalam. "Tadi siang saya berbicara mengenai Islam Nusantara sebagai sebuah contoh nyata adanya ajaran Islam yang damai dan toleran. Dan saya kaitkan budaya kita yang sejuk tersebut dengan pengaruh para sufi sebagai salah satu pembawa masuk Islam ke bumi Nusantara pada abad 14 silam. Rata-rata hadirin sangat tertarik dengan paparan saya mengenai Islam di Indonesia dan ingin belajar lebih jauh mengenainya.

Duta Islam Nusantara

Menurut Yenny, tembang Tombo Ati itu adalah simbol dari Islam di Indonesia berisi ajakan kepada manusia untuk berkontemplasi mendekat kepada Tuhannya. Karenanya sangat pas kalau saya dendangkan lagu itu," jelas Yenny.

"Alhamdulillah penerimaannya luar biasa. Banyak ibu-ibu tua memeluk saya setalah acara dan bapak-bapak menjabat tangan saya mengucapkan terimakasih karena walaupun tidak mengerti bahasanya, mereka merasa tembang itu sangat menyentuh hati mereka," kata Yenny.

Padahal, lanjutnya, di antara para tamu kehormatan banyak syekh-syekh dan mufti serta pemimpin agama dari berbagai negara. Mereka semua ikut mengucapkan terima kasih kepadanya karena lirik lagunya (setelah diterjemahkan) sangat menyentuh. Ada grand mufti Bosnia, guru besar Mesir, Syeikha dari Turki, Imam masjid besar Eropa, ahli Islam dari Tunisia, Aljazair, Maroko dan lain-lain, serta pendeta dan pastor Afrika yang aktif dalam hubungan antara agama," imbuh Yenny.

"Saya sendiri merinding rasanya, bisa kesampaian mendendangkan lagu rakyat kita digedung semegah gedung UNESCO di hadapan ratusan hadirin berbagai negara yang menyesaki gedung, dan dari jendela bisa melihat menara Eiffel, rasanya agak-agak surreal gitu," gelak Yenny.

Selain pembahasan mengenai sufisme, koferensi juga menampilkan pameran mengenai sosok Emir Abdel Kader, seorang pemimpin spiritual dan pejuang anti kolonialis Aljazair yang lahir pada abad ke 18. Banyak pula diulas sosok Syekh Alawy sebagai pendiri tarekat Alawiyyah, salah seorang yang banyak berjasa menyebarkan pengaruh tasawwuf di daratan Eropa. (Mahbib)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62554/yenny-wahid-dendangkan-tembang-tombo-ati-di-gedung-unesco-paris

Duta Islam Nusantara

Jumat, 11 Agustus 2006

STAINU Jakarta Buka Beasiswa untuk Warga Muslim Pattani

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan memberikan beasiswa berupa bebas biaya belajar untuk para calon mahasiswa Muslim dari Pattani, Thailand Selatan, yang akan mengikuti jenjang pendidikan strata satu (S1) untuk semua program studi.

Ada sekitar 57calon mahasiswa dari Pattani yang akan belajar di STAINU Jakarta. Namun sebelum mereka belajar kira-kira tiga bulan mereka akan mengikuti matrikulasi berupa bahasa Indonesia dan pengenalan lingkungan, kata Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi Dihubungi Duta Islam Nusantara, Rabu (10/4).

STAINU Jakarta Buka Beasiswa untuk Warga Muslim Pattani (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Buka Beasiswa untuk Warga Muslim Pattani (Sumber Gambar : Nu Online)


STAINU Jakarta Buka Beasiswa untuk Warga Muslim Pattani

Menurutnya, kegiatan perkuliahan di Thailand sudah berakhir bulan Mei. Jadi calon mahasiswa dari Thailand mempunyai waktu sekitar 3 bulan untuk mengikuti matrikulasi, dan pada bulan September 2013 mereka sudah bisa mengikuti kuliah reguler tanpa harus menunggu tahun berikutnya.

Duta Islam Nusantara

Selasa (9/4) kemarin, delegasi dari Perguruan Islam Darul Huda Yakla dan Islam Institut Pattani Tailand Selatan bersilaturrahim ke Indonesia dan diterima oleh pimpinan STAINU di kantor PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta.

Duta Islam Nusantara

Menurut KH Mujib Qulyubi yang juga Katib Syuriyah PBNU, hubungan antara pihak STAINU Jakarta dengan warga Muslim Pattani sebenarnya difasilitasi oleh KH Hasanuddin, ketua Jamaah Al-Khidmah yang merupakan organisasi bagi para murid tarekat Qadiriyyah Naqsabandiyah yang berpusat di Surabaya.

Pertemuan dengan warga Muslim Pattani ini terlaksana berkat Bung Haz (KH Hasanuddin: Red). Jadi bisa dikatakan ini merupakan wasilah dari Kiai Asrori (alm. Mursyid tarekat Qadiriyah-naqsabandiyah: Red), katanya.

Menurut Mujib Qulyubi, warga Muslim Pattani sebenarnya sudah lama ingin bertemu dan berjabat erat dengan komunitas komunitas NU, namun ada banyak penghalang. untuk itu.

Kerjasama di bidang pendidikan ini merupakan bagian dari dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Selama ini mereka cukup tertindas di Thailand yang beragama Budha. Menurut kami, yang perlu dibela bukan hanya warga Palestina. Saudara kita sesama Muslim dari negara tetangga Thailand ini juga perlu mendapatkan perhatian, katanya.

Selain untuk jenjang S1, STAINU juga membuka beasiswa untuk para calon mahasiswa dari Pattani yang untuuk belajar di jenjang Pascasarjana.

"Dalam pertemuan kemarin juga dihadiri oleh Prof Ishom, Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta. Beliau juga siap memberikan beasiswa penuh untuk calon mahasiswa Muslim dari Thaland. Minimal untuk 5 orang," tambahnya.

Foto: Ustadzah Khadijah dan Ustadz Hadi dari Thailand Selatan ketika berada di kantor PBNU.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43688/stainu-jakarta-buka-beasiswa-untuk-warga-muslim-pattani

Duta Islam Nusantara

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock