Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2017

Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian

Cirebon, Duta Islam Nusantara. Selama tiga belas tahun dakwah di Mekkah, tak satupun dari 360 berhala di sekiling Kabah yang tergores oleh tangan Rasulullah. Baru setelah terjadi pembebasan Mekkah (Fathu Makkah) tahun 8 H, penduduk dengan kesadaran penuh membersihkan Masjidil Haram dari berhala-berhala yang dulu mereka sembah.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam taushiyah malam Seminar Internasional "Peran Ulama Pesantren dalam Mengatasi Terorisme Global" di Hotel Apita Green Cirebon, Sabtu (18/3).

Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)


Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian

Menurut Kiai Said, sejarah ini tidak menunjukkan bahwa Nabi menyetujui pemberhalaan, melainkan menegaskan bahwa perdamaian merupakan tahapan mutlak dalam proses menuju keimanan.

Duta Islam Nusantara

Fathu Makkah berlangsung tanpa pertumpahan darah. Bahkan dalam posisi super kuat saat itu Nabi justru membuka maaf bagi siapapun yang beriktikad baik membangun kemaslahatan bersama.

Duta Islam Nusantara

Ini namanya al-amnu qabla l-iman (prioritaskan kondisi aman sebelum keimanan), atau al-muasyarah qabla l-aqidah (prioritaskan pergaulan sebelum aqidah), urainya.

Kenyataan ini, demikian Kiai Said, didukung surat Ali Imran (159) yang menggambarkan bahwa jalan dakwah yang kasar akan selalu berbuah pada penolakan. Tak hanya itu, Nabi juga diperintahkan memberi maaf dan memohonkan ampun kepada Allah, serta mengakomodir partisipasi mereka dalam forum musyawarah.

Tidak ada dendam pada musuh-musuh lama. Ini menunjukkan kebesaran Islam dan kebesaran Nabi, tandasnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Reporter : Mahbib Khoiron

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/36991/said-aqil-dakwah-nabi-prioritaskan-kedamaian

Duta Islam Nusantara

Jumat, 05 Juli 2013

KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis

Duta Islam Nusantara - Momentum pelaksanaan silaturahim bertajuk "Ngumpulke Balung Pisah" yang berlangsung di Fakultas Kedokteran Univeraitas Wahid Hasyim Semarang hari ini Minggu (17/7/2016), bagi KH Maemun Zubair sangat berkesan.

Hal itu, menurut Mbah Moen, dikarenakan Semarang pernah menjadi tempat Muktamar ke-4 Tahun 1929 di mana ketika itu Semarang adalah pusat pergerakan Sarekat Islam dan buruh. "Sejak Muktamar Semarang, NU menjadi organisasi modern yang mempunyai struktur wilayah, cabang, MWC, dan ranting," kenangnya.

KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis - Duta Islam Nusantara
KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis - Duta Islam Nusantara


KH Maimoen Zubair: Baru 4 Tahun Berdiri, NU Berani Ngeluruk ke Sarang Komunis

Selain itu, Muktamar Semarang ketika juga upaya merespon perkembangan politik nasional selain membahas lazimnya Muktamar NU (sosial keagamaan).

"Waktu itu sedang terjadi perpecahan ditubuh Sarekat Islam (SI). Sehingga ada dua kubu yakni SI Merah dipimpin Semaon dari kelompok Komunis dan SI Putih dipimpin HOS Cokroaminoto dan HA Salim," katanya.

Oleh karena itu, terang Mbah Moen, mau tidak mau NU harus sangat peduli terhadap persoalan bangsa. Sebagaimana dahulu dicontohkan waktu Muktamar Semarang yang tidak lain sebagai dukungan moral terhadap SI Putih agar tetap jaya.

Duta Islam Nusantara

"Kalau dulu NU yang baru empat tahun berdiri berani ngeluruk ke sarang kaum komunis militan seperti Semaon, Mas Marco, Siti Sundari termasuk Snevliet. NU Sekarang musti bisa berbuat lebih," paparnya.

"Terus terang saya sangat mendambakan kejayaan dan kehebatan NU seperti masa lalu. Tapi manusia yang kita hadapi sekarang jelas beda dengan dulu karakternya juga lain," katanya

Duta Islam Nusantara

Lebih lanjut Mbah Moen berpesan supaya NU saat ini jangan hanya berpikir romantis sementara kesadaran kolektifnya rendah. NU musti harus selalu menatap kedepan. Jangan terlalu lama menengok ke belakang.

"Secara historis NU dilahirkan oleh orang-orang kaya yang diridloi para kiai. Juga dari SDM yang sangat mumpuni dan tidak diragukan lagi," pungkasnya. [Duta Islam Nusantara/ haris]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/kh-maimoen-zubair-baru-4-tahun-berdiri-nu-berani-ngeluruk-ke-sarang-komunis.html

Sabtu, 22 Desember 2012

PCI NU Pakistan Kini Miliki Website

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Walaupun baru diresmikan pada tanggal 26 Mei 2006 lalu oleh KH Hasyim Muzadi dan KH Masyhuri Naim, PCI NU Pakistan kini telah memiliki website sebagai media untuk mengkomunikasikan seluruh informasi dan kegiatan yang dilakukan. Website ini dapat dibuka di alamat www.nupakistan.or.id

Prakarsa pembuatan website mustasyar PCI NU Pakistan Muhammad Niam Soetaman, LLM. Dikatakannya dalam acara syukuran launching website pada 2 Juli lalu bahwa keberadaan website sudah mengglobal. Dimana hampir di semua pemerintahan, organisasi-organisasi sosial, agama, LSM dan lain-lain telah mempunyai website.

Ini sebagai kantor kedua untuk memudahkan publik atau users dalam mencari sumber berita atau informasi penting yang tidak perlu datang ke kantor pusat. Para anggota PCI diharapkan dapat menggunakan website ini dengan sebaik-baiknya sebagai media berdawkah dan media solving problems bagi ummah, tegasnya.

Sementara itu Katib Syuriah, H.Aly Halim,Lc. mendorong anggota PCI NU dapat berpartisipasi dan mengembangkan media virtual website PCI -NU Pakistan sebagai media silaturrahmi, baik untuk kalangan anggota PCI-NU Pakistan sendiri maupun antar PCI di luar negeri lainnya.

PCI NU Pakistan Kini Miliki Website (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Pakistan Kini Miliki Website (Sumber Gambar : Nu Online)


PCI NU Pakistan Kini Miliki Website

Yang paling susah dari pendirian sebuah wadah oraganisasi adalah bagaimana para pengurus maupun anggotanya dapat memelihara dan mengisi wadah tersebut dengan berbagai macam kegiatan yang variatif yang barmanfaat bagi umat, tuturnya.

Isi dari website tersebut sudah cukup bagus. Terdapat beberapa content seperti berita, visi dan misi, pengurus, agenda dan opini sampai dengan belajar di Pakistan. Informasi-informasi ini sangat penting untuk mengenal lebih dalam tentang NU di Pakistan. Bahkan juga ditulis sekalian nomer kontak para pengurus sehingga memudahkan komunikasi jika diperlukan.

Sebelumnya PCI NU Pakistan telah mengadakan pengajian melalui radio internet bekerjasama dengan pesantrenvirtual yang beralamatkan di http://www.pesantrenvirtual.com/listen.pls dan Radio Nuansa FM Bontang yang merupakan pemancar radio milik PC NU Bontang, Kalimantan Timur.

Duta Islam Nusantara

Saat ini sebagian besar PCI NU sudah memiliki website sendiri untuk komunikasi seperti Mesir, Malaysia, UK, Syiria, Sudan dan lainnya. Tak heran karena para pengurus tersebut sebagian besar adalah mahasiswa yang melek dengan teknologi.(mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3340/pci-nu-pakistan-kini-miliki-website

Duta Islam Nusantara

Duta Islam Nusantara

Kamis, 31 Mei 2012

Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat

Ada pertanyaan masuk, bagaimana Hukum Panitia Zakat yang Dibentuk Kelurahan? Mari kita simak penjelasannya berikut ini

Soal: Bagaimana pendapat muktamar mengenai panitia-panitia zakat yang ada; panitia yang dibentuk kelurahan misalnya, dapatkah disebut amil zakat yang berhak menerima zakat?

Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat - Duta Islam Nusantara
Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat - Duta Islam Nusantara


Hukum Panitia Zakat, Lembaga Zakat dan Amil Zakat

Jawab: Dapat disebut amil zakat, bila memenuhi persyaratan-persyaratan yang antara lain: adanya pengangkatan langsung dari imam.

Keterangan, dari kitab : Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al Qarib juz II halaman 301-302:

Duta Islam Nusantara

قوله العامل من استعمله الإمام إلخ أي كساع يجبيها وكاتب يكتب ما أعطاه أرباب الأموال

Pernyataan Ibnu Qasim al Ghazi: Amil yaitu orang yang dipekejakan imam, maksudnya seperti sa’i yang menarik zakat atau katib yang mencatat harta zakat yang diberikan pemiliknya (selaku wajib zakat).

Duta Islam Nusantara

Diambil dari "Ahkamul Fuqaha', Solusi Poblematika Aktual Hukum Islam" (halaman 400)

-------------------------------------------

Pengurus Panitia Zakat Tidak Termasuk Amil

Soal: Apakah pengurus panitia pembagian zakat yang didirikan oleh satu organisasi Islam itu termasuk amil menurut syara’?

Jawab : panitia pembagian zakat yang pada waktu ini tidak termasuk amil zakat menurut agama Islam, sebab mereka tidak diangkat oleh imam (kepala negara).

Keterangan, dari kitab:

1. Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al Qarib juz II halaman 301-302:

قوله العامل من استعمله الإمام إلخ أي كساع يجبيها وكاتب يكتب ما أعطاه أرباب الأموال وقاسم يقسمها على المستحقين وحاشر يجمعها

"Yang disebut dengan amil ialah orang yang diangkat oleh pemerintah seperti sa’i yang menarik zakat, katib pencatat zakat yang diserahkan pemilik harta, qasim yang membagikan zakat kepada para mustahiq dan hasyir yang mengumpulkan mereka (untuk diberi zakat)."

2. Al Muhadzdzab 1/168 (Maktabah Syamilah)

ويجب على الإمام أن يبعث السعاة لاخذ الصدقة لان النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء من بعده كانوا يبعثون السعاة

"Wajib atas imam mengangkat penarik-penarik (zakat) untuk mengambil shadaqah (zakat), karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan khalifah-khalifah sesudah beliau, mereka mengangkat penarik-penarik (zakat)."

3. I’anatuththaalibiin juz II halaman 190

قوله وهو من يبعثه الإمام إلخ ) وهذا البعث واجب

"Ucapan mushannif (pengarang kitab Fat-hul Mu’in, syeikh Zainuddin al Malibari. Pen) : dia (amil) yaitu orang yang diangkat oleh imam, Pengangkatan ini hukumnya wajib."

4. Al ‘Inayah Syarhul Hidayah, Fiqh Madzhab Hanafi, 3/194 (Maktabah Syamilah)

الْعَامِلُ هُوَ الَّذِي يَبْعَثُهُ الْإِمَامُ لِجِبَايَةِ الصَّدَقَاتِ

"Amil yaitu orang yang diangkat oleh imam untuk menarik / mengumpulkan zakat"

5. Kitaabul Kaafi fii Fiqhil Imaam ahmad ibn Hanbal 1/420 (Maktabah Syamilah)

ويجب على الإمام أن يبعث السعاة لقبض الصدقات

"Wajib atas imam mengangkat penarik-penarik (zakat) untuk menerima shadaqah (zakat)"

Diambil dari "Ahkamul Fuqaha', Solusi Poblematika Aktual Hukum Islam" (halaman 304 – 305)

---------------------------------------

Kedudukan Amil Zakat Menurut Hukum Fiqih

Soal: Bagaimana kedudukan hukum /status syar’i lembaga zakat yang dibentuk oleh pemerintah daerah dihubungkan dengan ketentuan-ketentuan fiqh tentang amil?

Jawab: Hukumnya lembaga zakat yang dibentuk oleh pemerintah daerah adalah sah, karena pemerintah Indonesia mempunyai hak syar’i untuk membentuk amil.

Keterangan, dari kitab: 1. Mauhibah Dzi al- Fadhal juz IV halaman 130

و) الصنف الخامس (والعاملون عليها) ومنهم الساعي الذي يبعثه الإمام لأخذ الزكوات وبعثه واجب (قوله والعاملون عليها) أي الزكاة يعنى من نصبه الإمام فى أخذ العمالة من الزكوات

"Bagian kelima adalah para amil, mereka antara lain adalah sa’i yang diutus penguasa untuk menarik zakat, dan pengangkatannya itu wajib. Amil zakat adalah orang yang diangkat imam untuk menjadi pegawai penarik zakat"

2. Ihya ‘Ulum al-Din juz I halaman 157

الأصل العاشر أنه لو تعذر وجود الورع والعلم فيمن يتصدى للإمامة وكان في صرفه إثارة فتنة لا تطاق حكمنا بانعقاد إمامته لأنا بين أن نحرك فتنة بالاستبدال فما يلقى المسلمون فيه من الضرر يزيد على ما يفوتهم من نقصان هذه الشروط التي أثبتت لمزية المصلحة فلا يهدم أصل المصلحة شغفا بمزاياها كالذي يبني قصرا ويهدم مصرا وبين أن نحكم بخلو البلاد عن الإمام وبفساد الأقضية وذلك محال

ونحن نقضي بنفوذ قضاء أهل البغي في بلادهم لمسيس حاجتهم فكيف لا نقضي بصحة الإمامة عند الحاجة والضرورة

3. . Kifayatu Al-Ahyar, II : 159

قال الغزالى : واجتماع هذه الشروط متئذر فى عصرنا لخلو العصر عن المجتهد المستقل، فالوجه تنفيذ قضاء كل من ولاه سلطان ذوشوكة وإن كان جاهلا أوفاسقا لئلا تتعطل مصالح المسلمين. قال الإمام الرافعى وهذا أحسن.

"Imam Ghazali berkata lengkaplah persyaratan ini, pada zaman sekarang sulit, karena tidak adanya yang mencapai derajat mujtahid mustaqil maka konsekuensinya sah pemerintahnya orang yang mempunyai syaukah (kekuatan) meskipun bodoh, agar tidak terjadi kekosongan atas kemaslahatan orang-orang muslim. Dan imam Ar-Rofi’i mengatkan hal itu lebih baik."

Diambil dari "Ahkamul Fuqaha', Solusi Poblematika Aktual Hukum Islam" (halaman 376).

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/hukum-panitia-zakat-lembaga-zakat-dan-amil-zakat.html

Kamis, 05 April 2012

Empat Contoh Model Keluarga

Kiai Basirun pagi itu mengisi forum pengajian. Jamaah yang terdiri dari ibu-ibu tampak sangat antusias. Sang kiai berceramah tentang empat model keluarga yang disarikan dari kisah-kisah terdahulu.

Yang pertama, kata Kiai Basirun, model keluarga Nabi Nuh dan Nabi Luth. Suaminya saleh, istrinya durhaka.

Empat Contoh Model Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Contoh Model Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)


Empat Contoh Model Keluarga

Yang kedua, keluarga Firaun. Istrinya salehah tapi suaminya durhaka.

Duta Islam Nusantara

Suasana tenang. Jamaah manggut-manggut.

Kiai Basirun pun melanjutkan, Yang ketiga, model keluarga Nabi Ibrahim. Suami dan istri taat kepada Allah. Bahkan sampai anak cucunya.

Duta Islam Nusantara

Yang keempat, keluarga Abu Lahab. Baik suami maupun istri sama-sama durhaka.

Setelah menjelaskan empat contoh model keluarga itu, Kiai Basirun bertanya kepada jamaahnya, Kira-kira ibu-ibu pengajian ini memilih yang mana?

Keluarga Nabi Ibrahim.! teriak ibu-ibu serentak.

Baik... Nabi Ibrahim istrinya dua: Siti Sarah dan Siti Hajar.

Forum mendadak hening. (Khoiron)

Dari (Humor) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75295/empat-contoh-model-keluarga

Senin, 20 Juni 2011

Ini Bukti Kalau Ormas HASMI Lumbung Kelompok Teroris Takfiri

Duta Islam Nusantara - Gerakan Takfiri di Indonesia makin terang-terangan menunjukan dirinya serta pemihakannya terhadap gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dan al-Qaeda (yang sebenarnya merupakan produk, binaan, dan biaya AS-Arab Saudi). Menurut info, pada Januari 2014, dua organisasi gurem, FAKSI (Forum Aktivis Syariat Indonesia) dan KUIB (Komunitas Umat Islam Bekasi), mendelarasikan dukungan dan loyalitasnya pada gembong teroris ISIS.

Kedua organisasi abal-abal beranggotakan segelintir ekstrimis dan berorientasi teror-takfiri itu hadir menyusul beberapa organisasi senior lainnya yang senyatanya dijadikan kedok untuk mengusung misi takfiri dan menjalankan aksi-aksi teror. Salah satunya adalah organisasi HASMI (Harakah Sunniyyah Masyarakat Islami, atau Gerakan Sunni untuk Masyarakat Islami).

Sekadar lebih mengenal dan menyegarkan ingatan, pada 7 Desember 2012, pasukan anti-teror Indonesia berhasil membekuk tiga terduga teroris di Jawa Tengah. Mereka disergap karena diduga menyimpan bahan peledak untuk Abu Hanifah, bos besar HASMI.

Ini Bukti Kalau Ormas HASMI Lumbung Kelompok Teroris Takfiri - Duta Islam Nusantara
Ini Bukti Kalau Ormas HASMI Lumbung Kelompok Teroris Takfiri - Duta Islam Nusantara


Ini Bukti Kalau Ormas HASMI Lumbung Kelompok Teroris Takfiri

Ketiga terduga teroris yang bernama Winduro bin Nur Hadi (28), Feri Susanto (23), dan Bambang Kurmanto (45), itu ditangkap di Desa Sroyo Kabupaten Karanganyar. Penangkapan itu menyusul operasi kontraterorisme di Jawa pada akhir Oktober 2012 yang berhasil membekuk 11 anggota HASMI, termasuk Abu Hanifah, berikut bom rakitan, bahan peledak, amunisi, dan petunjuk perakitan bom.

Menurut pengamat terorisme, al-Chaidar, HASMI berasal dari Tim Hisbah, suatu jaringan yang bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri baru-baru ini di Cirebon dan Solo, serta berakar pada kelompok Darul Islam era 1950-an. "Abu Hanifah memulihkan gerakan Tim Hisbah setelah kematian Sigit Qurdowi, pimpinan Tim Hisbah," katanya.

Duta Islam Nusantara

Lalu Abu Hanifah merekrut anggota baru yang bukan berasal dari anggota Jamaah Islamiyah, lanjut al-Chaidar. Tidak seperti kebanyakan kelompok teroris yang terhubung ke Jemaah Islamiyah, jaringan Hanifah terhubung ke Darul Islam, yang muncul ke permukaan pada 1950 sebagai pemberontak yang berusaha mendirikan negara Islam," paparnya.

Duta Islam Nusantara

Target utama HASMI adalah pemerintah Indonesia yang dipandang menghambat upaya mendirikan negara Islam. "Jaringan Hanifah memiliki sekitar 70 anggota. Polisi telah menangkap 33 orang dari mereka," pungkas al-Chaidar. HASMI menjadikan Bogor sebagai basis dan sentra aktivitas takfirinya, di samping beberapa Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Setelah penangkapan itu, polisi baru mengetahui bahwa jaringan Abu Hanifah telah melakukan pelatihan paramiliter di Gunung Wilis, Madiun--tidak seperti kelompok militan lain yang mendirikan kamp di daerah rawan konflik di luar Jawa, seperti Aceh dan Poso. Menurut Noor Huda Ismail, direktur eksekutif International Institute for Peace Building, jaringan teroris juga ada yang mendirikan kamp pelatihan paramiliter di Jawa karena Darul Islam telah melakukannya selama bertahun-tahun, seperti di Serang, Banten, juga Parangtritis, Yogyakarta.

Selain terlibat dalam sejumlah rencana dan aksi terorisme di tanah air, HASMI juga gencar memprovokasi konflik sektarian, Sunni-Syiah. Dalam serangkaian mobilisasi massa yang diklaim sepihak sebagai seminar atau diskusi ilmiah, HASMI yang mengatasnamakan dirinya perwakilan Sunni (yang sebenarnya menganut Saudisme bernama Wahhabi) itu mengangkat tema yang jelas-jelas memfitnah mazhab Islam Syiah dengan maksud memecah belah dan menghasut kaum Sunni agar membenci hingga memerangi saudara Muslimnya sendiri, yaitu kaum Syiah.

Berbeda dengan takfiri jihadi yang harus bertaruh nyawa dengan cara merampok untuk meraup "dana perjuangan", kelompok takfiri tablighi seperti HASMI yang didirikan pada 2006, justru menikmati kucuran dana tak terbatas dari sejumlah yayasan milik emir-emir Timur Tengah. Dari beberapa informasi kredibel yang diperoleh Islam Times, diketahui bahwa aktivitas dan kampanye takfiri HASMI selama ini, yang di kawasan Bogor dicorongkan radio mereka, Fajri FM dan Rodja FM (plus TV kabelnya), sepenuhnya didanai Muassasah (Yayasan) Jam’iyyah Ihya’ al-Turats yang berbasis Kuwait.

Dilaporkan dalam situs HASMI bahwa rombongan anggota organisasi ini yang dipimpin langsung ketua DPP-nya Muhammad Fatih Haidar al-Iltizam dan Muhammad Sarbini, pernah menemui Marzuki Alie pada 12 November 2013. Menurut pengakuan mereka, saat itu pihak HASMI yang diundang, bukan yang meminta bertemu dengan ketua DPR RI itu.

Menurut salah satu pentolan HASMI, Supendi, yang juga ikut dalam rombongan itu, Marzuki Alie (ketua DPR RI saat itu) sangat paham dan yakin bahwa Syiah merupakan aliran atau sekte sesat yang mengatasnamakan Islam. Fitnah pesanan apalagi wan badui? [Duta Islam Nusantara/IT/rj]

Keterangan:

Tulisan diatas disalin edit Duta Islam Nusantara dari situs islamtimes.org, dimuat pada 2 Maret 2014. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ini-bukti-kalau-ormas-hasmi-lumbung-kelompok-teroris-takfiri.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock