Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2017

Kambing Pun Tunduk Disembelih Habib Luthfi Karena Paham Untuk Maulid Nabi

Duta Islam Nusantara - Pada awalnya Maulid Nabi di Kanzus Shalawat diadakan setiap Jum'at Kliwon. Waktu itu pengajian Jum'at Kliwon belum seramai saat ini dan belum ada Gedung Kanzus Shalawat.

Kambing Pun Tunduk Disembelih Habib Luthfi Karena Paham Untuk Maulid Nabi
Kambing Pun Tunduk Disembelih Habib Luthfi Karena Paham Untuk Maulid Nabi


Menurut KH. Zakaria Anshar (santri senior Habib Luthfi yang mulai ngaji sejak 1985 sebelum masuk ke pesantrennya Mbah Maimun Sarang), Habib Luthfi sudah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Saw. sejak tinggal di Noyontaan Gang 7, tepat di belakang Gedung Kanzus Shalawat sekarang, sebelum pindah ke Gang 11. Menurut Kiai Zakaria, Habib Luthfi telah menyelenggarakan Maulid Nabi di kediamannya jauh sebelum tahun itu.

Ada cerita menarik pada saat Maulana Habib Luthfi mengadakan Maulid Nabi di Gang 7, jauh sebelum Gedung Kanzus Shalawat berdiri, dan sebelum pindah ke Gang 11. Bapak Abidin (Habib Luthfi memanggilnya Din Towil) saksi mata mengisahkan kepada penulis.

Pada Maulid perdana Habib Luthfi hendak menyembelih seekor kambing. Kambing tersebut di pohon "jaran". Saat tiba waktu disembelih, Mbah Jufri (teman seperguruan Habib Luthfi pada saat ngaji di KH. Abdul Fatah Jenggot Pekalongan) yang ditugaskan mengambil kambing terkejut, karena saat ditarik kambing itu lari.

Habib Luthfi bin Yahya hanya tertawa sambil berkata, "Wedus go ngormati Kanjeng Nabi kok mlayu (Kambing untuk menghormati Nabi kok malah kabur)."

Tak lama setelah Habib Luthfi berkata demikian kambing itu menghampiri Habib Luthfi dan menjatuhkan diri di hadapan beliau. Kambing itu lalu disembelih sendiri oleh Habib Luthfi bin Yahya tanpa perlu bantuan orang.

Mbah Jufri kemudian berteriak, "Kambing wae weruh Kanjeng Nabi, ingsun menungso ora paham! (Kambing saja tahu kedudukan Kanjeng Nabi, aku manusia tapi tidak paham!)".

Dikutip dari buku "Sejarah Maulid Nabi, Meneguhkan Semangat Keislaman dan Kebangsaan Sejak Khaizuran (173 H) hingga Habib Luthfi bin Yahya (1947-Sekarang)", halaman 192 karya Ust. Ahmad Tsauri. [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/kambing-pun-tunduk-disembelih-habib-luthfi-untuk-maulid-nabi.html

Habib Luthfi: Walaupun Telah Wafat Para Wali Masih Bisa Menyatukan Umat

Duta Islam Nusantara - Ketika mengucap takbir dalam shalat, kita menyatakan Allah Maha Besar. Ini artinya kita amat kecil dan seharusnya kita malu. Sebagai makhluk kecil-lemah, tapi sering berbuat sombong. Ketika berbuat dosa saja, Nabi Adam bertawasul kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang padahal jasad Nabi saat itu blm wujud di dunia.

Habib Luthfi: Walaupun Telah Wafat Para Wali Masih Bisa Menyatukan Umat
Habib Luthfi: Walaupun Telah Wafat Para Wali Masih Bisa Menyatukan Umat


Berkat tawassul tersebut Allah SWT berkenan mengampuni Nabi Adam AS sebab keyakinan beliau menyatakan, tidak mungkin ada nama yang disandarkan kepada kalimat Tauhid Allah kecuali makhluk yang amat dikasihi-Nya. Tanpa "Muhammadur Rosululloh", maka keimanan kita dengan hanya membaca kalimat "Laa ilaaha Ilallah", tidak bisa diterima.

Maka maulid inilah cara kita mencintai Rasulullah SAW. Makin sering kita ikuti/adakan Maulid, makin sering pula Nama Nabi kita sebut, dan makin sering Beliau kita sebut maka Beliau akan makin sering perhatian kepada kita.

Dalam shalat contohnya. Ketika kita mengucap "Assalaamu 'alaika ayyuhan Nabiyyu...." seolah-olah kita sedang di hadapan Nabi dan beliau sedang memperhatikan kita. Maka harusnya malu jika dalam shalat, kita tdk sungguh-sungguh. Harusnya malu jika setelah shalat kita masih bermaksiat.

Contoh realitas kecil saat 17/08/1945 Proklamasi kemerdekaan RI ini, bertepatan dengan 23 Romadlon di Malam Lailatur Qodar. Itu karomahnya Indonesia, sehingga Allah menjatuhkan bom di Hirosima dan Nagasaki.

Harusnya kita bangga sebagai warga NKRI. Lihatlah anak kita saat ini yang saat menyanyikan lagu Indonesia Raya saja tidak sungguh-sungguh. Dulu waktu kecil kita hapal nama desa, nama kecamatan, nama kabupaten, nama para pahlawan, sekarang? Dengan daerah sekitarnya saja sudah tidak tahu, apalagi dengan nama-nama pulau yang tersebar di seluruh pelosok tanah air kita.

Orang luar sana terhadap kiai/ ulama'/ guru, hormatnya luar biasa. Maka inilah celah orang yang ingin mengobok-obok NKRI. Cukup dengan menjauhkan generasi dari ta'dhim ekpada ulamanya.

Walau hanya sebatas merah dan putih, tapi dalam bendera di situ ada harga diri dan kehormatan bangsa kita.

Lagu Indonesia Raya itu bukan sembarang lagu, bukan sekedar seremonial. Saat kita ucapkan "Indonesia Tanah Airku", inilah tuntutan kepada kita yang harus tetap mempertahankanya kapanpun dan dimanapun juga. Kita merdeka sudah sejak dahulu, tapi sejauh mana kita telah ikut mengisi kemerdekaan? Tidakkah kita malu kepada mereka yang telah berkorban untuk kemerdekaan NKRI ini?

Mungkin mereka para pahlawan sedang menangis menyaksikan kita yang saat ini sering ribut hanya karena beda baju, beda suku, beda agama. Tiap waktu ribut soal politik hingga kita lupa untuk mengembangkan potensi negara.

Lihatlah saat berziarah ke makam para waliyullah, banyak yang berdzikir dengan gaya tahlil yang berbeda-beda, intonasi suara yang beda, tapi tidak ada yang ribut saling menyalahkan satu sama lain. Ini artinya para wali, walaupun telah wafat, mereka masih bisa menyatukan umat. Kita yang masih hidup ini kalah sama mereka yang telah meninggal.

"Jika kalian memang cinta pada Allah, maka ikuti Nabi-Nya", selalu dekat dengan Nabi dan jangan kau jauhi Nabimu.

Sebab memang untuk merongrong umat Islam, mereka yang ingin mengacak-acak kita, akan berusaha menjauhkan kita dari Nabi, ingin membenturkan antar umat beragama. Dan jangan sekali-kali memberi kesempatan kepada orang seperti itu untuk memecah belah kita. "Shollu 'alan Nabi Muhammad". [Duta Islam Nusantara]

Keterangan: Ulasan di atas adalah kesimpulan pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Polda Jateng, disiarkan langsung dari srasiun TVRI Jawa Tengah pada malam Sabtu, 03/02/2017. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/habib-luthfi-para-wali-walaupun-telah-wafat-masih-bisa-menyatukan-umat.html

Rabu, 25 Januari 2017

Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai

Jombang, Duta Islam Nusantara. Kesiapan Panitia Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) PCNU Jombang akan diuji hari ini. Target kepemilikan kartu identitas hingga angka setengah juta adalah tantangan yang akan dibuktikan panitia.

Peluncuran program Kartanu untuk wilayah Jombang dimulai hari ini, Ahad (10/3). Menempati gedung serba guna KH Hasbullah Said di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, rangkaian seremonial diselenggarakan.

Pada acara pembukaan, akan diputarkan rekaman sosialisasi dari Kartanu ini, tandas Didik Firdiyanto yang dipercaya sebagai ketua panitia. Rekaman itu adalah sebagai juklak dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)


Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai

Untuk bisa menggenjot target dari Kartanu untuk daerah MWC Jombang Kota, pihak panitia telah menyiapkan empat titik lokasi pemotretan. yang pertama adalah di Tambakberas ini, juga di daerah Sengon, Tunggorono serta Kantor PCNU Jombang, katanya kepada Duta Islam Nusantara.

Duta Islam Nusantara

Diharapkan dengan lebih banyak titik tersebut, antusias warga untuk memiliki kartu identitas akan semakin mudah terlayani. Waktu pemotretan juga akan berlangsung sejak jam 8 pagi hingga jam 9 malam, lanjutnya.

Sosialisasi yang secara silmultan dilakukan panitia dengan dukungan penuh para aktifis di PCNU semua tingkatan, lembaga, badan otonom serta lajnah cukup memberikan harapan bahwa target panitia akan terlampaui. Kami juga akan melakukan jemput bola kepada sejumlah warga yang belum terlayani program ini, tandasnya.

Duta Islam Nusantara

Memang khususu untuk di Jombang, ada beberapa keistimewaan bagi para pemegang Kartanu. Ada sejumlah keringanan biaya saat menggunakan fasilitas di sejumlah rumah sakit NU, kata Afandi, Sekretaris Panitia Kartanu. Rumah sakit yang telah menyatakan kesediaan adalah Rumah Sakit Unipdu Medika Peterongan, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombang, serta Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang.

Bahkan Direktur Utama Rumah Sakit Unipdu Medika, DR Zulfikar Asad berharap akan lebih banyak lagi manfaat yang akan diterima warga NU saat memiliki kartu identitas. Inilah yang perlu dipikirkan oleh para pengusaha, pemilik lembaga pendidikan dan sejenisnya, katanya. Jangan hanya memanfaatkan warga NU namun tidak memberikan manfaat kepada mereka, tandas Gus Ufik.

Program Kartanu di Jombang akan berlangsung dari tanggal 10 Maret hingga 8 Juli mendatang. Seluruh MWC akan mendapatkan giliran pemotretan Kartanu yang difasilitasi panitia dari PCNU Jombang.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43006/pembuatan-kartanu-jombang-dimulai

Duta Islam Nusantara

Kamis, 08 Desember 2016

KH Nur Iskandar Sakit, Sumbu Pendek: Kualat Karena Bela Ahok, Segera Tobat!

Semua yang sakit, dikumpulkan fotonya, lalu disebarkan karena bela Ahok. Ente waras akhi? Duta Islam Nusantara - KH Nur Iskandar, beberapa hari terakhir dikabarkan sakit hingga harus menggunakan alat bantu optimal di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah Gus Nadirsyah Hosen meminta doa atas kesembuhan kiai di akun twitternya, ternyata hal itu, menurut tim Cyber NU Jatim, membuat para alumni 212 menggunakan kesempatan dalam kesempitan.

Mumpung sakit, ujar salah satu tim Cyber kepada Duta Islam Nusantara, KH Nur Iskandar digunakan sebagai alat untuk kamapanye anti Ahok. Secara beruntun mereka kemudian membuat broadcast yang isinya antara lain: kualat karena dukung Ahok dan segera tobat agar tidak meninggal dunia alam keadaan masih membela Ahok seperti Sarlito Wirawan, yang meninggal 14 November 2016. Ya Allah, separah inikah jenis mulim Indonesia kita saat ini?

Glorifikasi sakit yang dikaitkan dengan laknat tersebut karena Kiai Iskandar dianggap oleh mereka sebagai pendukung demo tandingan anti 212 yang dilaksanakan pada 412. "Ia juga yang membacakan doa untuk Ahok saat mengadakan acara tandingan 412," tulis pemilik akun Facebook Baim Montana, alumnus Universitas Negeri Jakarta. Ini statusnya lengkapnya, dicopy-kan Duta Islam Nusantara.

--------------

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..

Setelah pembela ahok, dr. Sarlito wirawan meninggal dunia 14 November 2016 lalu, dalam keadaan masih membela ahok..

Kini, KH Nur Muhammad iskandar, SQ, Kyai haji, pemilik pesantren Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta, dengan titel Sarjana Quran, yg juga adalah salah seorang pembela AHOK & sangat menjunjung AHOK, suka mengecilkan umat islam sendiri. Dan ia juga yg membacakan doa utk AHOK saat mengadakan acara tandingan 412.

Saat ini dalam keadaan sekarat di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakbar.

Saat ini beliau tidak bisa bergerak. Selang dimana-mana. Kita tidak tahu apakah beliau sdh bertaubat atau belum. Kita doakan saja beliau agar mendapat hidayah & sudah bertaubat, serta mendapatkan nikmat kesembuhan dari Allah Ta'ala, aamiin.

Allah jadikan ini sebagai contoh untuk para ulama kebelinger lainnya. Semoga ulama para pembela ahok cepat bertaubat.

Azab Allah itu pasti

“Wahai Rasulullah, apa yang lebih engkau takutkan atas umatmu daripada Dajjal". Beliau menjawab, “Para pemimpin yang mudhillin (menyesatkan)”.

(HR. Ahmad)

AL-AIMMAH AL-MUDHILLIN (para pemimpin penyesat umat) = termasuk di dalamnya para umara (pemimpin pemerintahan), ulama, dan ahli ibadah. Para umara tersebut adalah mereka yang menerapkan hukum dengan selain hukum Islam, bertindak dzalim, dictator dan kejam, dan tidak menunaikan hak-hak rakyat.

Para ulama yang menjadi pemimpin menyesatkan, karena mereka menyembunyikan ilmu dan merubah-rubahnya. Suka mengakali dalil untuk kepentingan syahwatnya atau kepentingan para pemimpinnya.

----------------

Perang statemen masih berlanjut antar grup. Di salah satu grup pendukung demo anti Ahokk, terdapat broadcast yang tidak jelas ditulis penulisnya. Katanya, KH Nur Iskandar sebetulnya bukan pendukung Ahok. Ia hanya dijebak oleh Djian Farid (PPP) untuk dimanfaatkan agar datang ke demo 412 bersama partai lain.

Selain melakukan klarifikasi, broadcast tersebut juga menggoreng opini menyudutkan Ketum PBNU pula. Padahal, tidak ada hubungannya. Megawati juga disebut-sebut. Hahahaha. Ya Allah Gustiii, separah inikah kebencian kaum muslimin kita? Bacalah BC sumbu pendek yang tersebar, lengkap dengan foto yang disebar juga, di bawah ini.

---------------

selesai sidang hari ini, saya jenguk sekaligus tabayyun kepada KH Noer Iskandar di Rumah Sakit.. dan menurut beliau dan Istrinya.. bahwa ketika datang ke lokasi tandingan beliau dijebak dan manfaatkan oleh djen farid karena memang sdh setahun ini beliau sdh sangat udzur syar'i (maaf.. pikun).. keterbatasan kesehatan itulah yg dimanfaatkan oleh group pendukung penista agama..

dan Beliau dan Istrinya menyatakan sangat mendukung apa yg dilakukan oleh FPI dan Ummat Islam utk memenjarakan sipenista agama. Wallahu A'lam.

Kalau Aqil siraj, saya sdh sangat yakin kalau dia syiah.. karena berita itu sdh saya dapat sekitar 10tahun yll dari langsung org syiah.

Semoga megawati tidak termasuk org Kafir..

Pria ini disebut yang tabayun ngawur di atas --------------

Hanya ada satu cara untuk melakukan klarifikasi. Yakni keluarga. Duta Islam Nusantara sudah melakukan tabayyun langsung ke putra KH Nur Iskandar, Gus Mahrus. Pada Rabu (28/12/2016) pagi, lewat pesan WA yang dikirimkan redaksi, Gus Mahrus mengatakan kalau kondisi abahnya sudah sehat, "Alhamdlh mpun waras sehat," balasnya. Ia juga mengatakan kalau foto yang beredar selama ini adalah foto lama yang disebar pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

Menurut keterangan Gus Mahrus, Abah sakit sebenarnya karena telat cuci darah dan capek setelah acara dari Jogja. Soal foto yang beredar, jelas bukan foto terakhir. "Berat Abah naik drastis, bukan malah kurus seperti di photo yang beredar sekarang," terangnya kepada Duta Islam Nusantara.

Hoax komentar sumbu pendek Ngeri melihat komen-komen para sumbu pendek yang banyak diantaranya bergelar sarjana, magister, doktor, juga ustadz. Ada yang kemudian panas adem minta hapus foto Yusuf Mansur jenguk KH Nur Iskandar karena dianggap akan menimbulkan fitnah. Lha wong silaturrahim tanda kasih sayang kok ya tidak boleh, ya ampyun, kalian ini makhluk planet mana sih. Ini fotonya, silakan disimpan.

Foto Ustadz Yusuf Mansur ketika menjenguk KH Nur Iskandar Semoga doa-doa bernada laknat kepada kiai NU tersebut bisa menjadi maghfirah (ampunan) untuk semua dosa-dosa beliau yang selama ini terus mengabdi di bidang pendidikan. Alfatihah. Syafahullah. [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kh-nur-iskandar-sakit-sumbu-pendek-kualat-karena-bela-ahok.html

Rabu, 15 Juni 2016

Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja

Demak, Duta Islam Nusantara. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak, Jawa Tengah, secara tegas menolak ektremisme berkedok agama, termasuk paham ISIS, di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Langkah tersebut diambil dengan berbagai cara di antaranya melalui penyampaian pesan Aswaja melalui penerbitan buku khutbah.

Kami mengharap tiap MWC (Majelis Wakil Cabang NU) membuat khutbah minimal lima buah khutbah dengan misi Aswaja, sesuai misi dakwah NU Demak, harap ketua NU Demak KH Musadad Syarif saat memimpin rapat koordinasi pada acara bahtsul masail yang diselenggarakan PCNU Demak di Pesantren At Thoyyibah menawan Desa Merak, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jateng, Ahad (5/4).

Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja

Memperhatikan hasil rapat tersebut, pada kesempatan itu pula Kiai Musadad langsung membentuk tim yang khusus menangani proses pengumpulan tulisan ini, lalu meneruskan hasilnya ke seluruh khotib di Kabupaten Demak. Mengingat kultur masyarakat Demak, rencananya buku khutbah akan diterbitkan dalam dua versi bahasa, yakni Indonesia dan Jawa.

Duta Islam Nusantara

Naskah khutbah dengan dua bahasa ini setelah terkumpul di cabang akan disempurnakan oleh tim yang ditunjuk oleh PC dan hasilnya akan kami teruskan ke khotib sekabupaten Demak melalui MWC dan Ranting, tegas Musadad.

Selain dihadiri pengurus PCNU, rapat itu juga dihadiri pengurus MWCNU se-Kabupaten Demak dan pengurus badan otonom NU setempat. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Duta Islam Nusantara

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58680/tangkal-ektremisme-nu-demak-akan-terbitkan-khutbah-aswaja

Duta Islam Nusantara

Kamis, 05 Februari 2015

LPBI NU Lakukan Penyusunan Tafsir Tematik Pengelolaan Sampah

Jakarta, Duta Islam Nusantara. LPBI NU (Lembaga Penanggulangan bencana dan perubahan Iklim Nahdlatul ulama) Mengadakan RTD (Roundtable Discussion) Penyusunan konsep pandangan perspektif Islam dengan tema "Tafsir Tematis Pengelolaan Sampah", yang diadakan pada 25 - 27 Mei di Jakarta.

Pada pembukaan yang digelar kemarin, dihadir oleh Wakil Sekjen PBNU, H.Syahrizal Syarief PhD, Asisten Deputi Kementerian Lingkungan Hidup, Widodo Sambodo, Ketua LPBI NU Avianto Muhtadi dan Mr Yasukawa Takashi, First Secretary Kedutaan Jepan di Indonesia.

LPBI NU Lakukan Penyusunan Tafsir Tematik Pengelolaan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Lakukan Penyusunan Tafsir Tematik Pengelolaan Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)


LPBI NU Lakukan Penyusunan Tafsir Tematik Pengelolaan Sampah

Mr Yasukawa Takashi, dalam sambutannya dengan berbahasa Jepang menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Program 3R (reduce, reuse, recycle) yang di support melalui Kedutaan Besar Jepang melalui program bantuan hibah untuk proyek grassroot keamanan kemanusiaan dengan tema Jakarta Clean & Safe yang melibatkan kerjasama dengan Nahdlatul Ulama.

Ia berharap kerjasama ini membuahkan hasil yang sustain, tidak hanya proyek semata namun mempunyai implikasi yang luas dan bermanfaat bagi hubungan Indonesia dan Jepang serta bagi masyarakat Indonesia khususnya di DKI Jakarta.

Duta Islam Nusantara

Pada tahun 2007-2010 LPBI NU yang dulu bernama CBDRM NU (Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama) telah dianggap sukses melaksanakan program Pengurangan risiko Bencana Berbasis Masyarakat di Jakarta Barat dengan salah satu kegiatannya mengembangkan konsep 3R (melalui rumah kompos di RW 04 Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk dan menjadi RW Teladan di DKI Jakarta.

Duta Islam Nusantara

Keberhasilan dan lesson learnt rumah kompos ini akan ditingkatkan dan diperluas pemanfaatannya melalui program ini di 3 RW lainnya di Jakarta Barat. Hal inilah menjadi alasan mengapa Jakarta Barat dijadikan sasaran oleh LPBI NU untuk mengurangi timbulan sampah.

Jakarta adalah kota Metropolitan yang memiliki jumlah penduduk 9.558.198 orang berdasarkan sensus penduduk 2010. Dimana terdapat pernyataan yang masuk akal yaitu dimana ada orang berkumpul, disitu ada potensi sampah , sehingga bagaimana kita menempatkan dan mengelola sampah dengan baik dan benar agar risiko terhadap implikasi sosial dan dampak lingkungan dapat diminimalisir, seperti bencana banjir, kesehatan, pencemaran dan polusi lingkungan serta dampak terkait perubahan iklim.

Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan dan hasil penelitian PU dengan JICA pada tahun 2005, Timbulan sampah di Jakarta diperkirakan sekitar 25.600 m3/hari sedangkan total daya tampung TPS (tempat pembuangan sementara) adalah 18.750 m3/hari. Sampah di TPS kemudian didistribusikan ke SPA (stasiun peralihan antara) di Cakung dan Sunter dan sebagian besar ke TPA (tempat pembuangan akhir). Dari 25.600 m3/hari timbulan sampah di Jakarta yang tertanggulangi sebesar 22.500 m3/hari (83 %), sisanya 3.100 m3/hari (17 %) digunakan sebagai bahan pupuk (kompos), mengurug tanah, dibakar dan dibuang ke Kali/Sungai.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/32333/lpbi-nu-lakukan-penyusunan-tafsir-tematik-pengelolaan-sampah

Jumat, 17 Januari 2014

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Cirebon, Duta Islam Nusantara. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon menggelar Harlah ke-55 serta mengukuhkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan se-Kabupoaten Cirebon pada Ahad, (26/4) di Halaman NU Center Sumber, Cirebon.

Acara tersebut sangat meriah dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H Marwan Jafar, Bupati Cirebon, H Sunjaya Purwadisastra, Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah, dan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH, Usamah Manshur, serta para tokoh NU Cirebon.

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)


Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Pada kesempatan tersebut, Marwan Jafar menjelaskan, sebagai Banom NU, Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara rutin untuk melakukan pemberdayaan membangun desa.

"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program dan mengambil peran dalam pembangunan desa," katanya.

Duta Islam Nusantara

Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga melakukan penandatanganan MoU dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa.

Kementerian Desa ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan dan pembangunan pendidikan dan kesehatan perempuan di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal, ungkapnya.

Duta Islam Nusantara

Sementara itu, Ketua PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah mengatakan, Fatayat NU dengan usia 65 tahun harus memberikan pendampingan terhadap masyarakat agar terlepas dari jerat kemiskinan dan kebodohan.

Semoga dengan dilantiknya PAC Fatayat NU se-Kabupaten Cirebon bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pemberdayaan perempuan di desa-desa, pungkas Ida. (Ayub Ansori/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59130/fatayat-dan-mendes-dorong-perempuan-bangun-desa

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock