Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2015

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Sukoharjo, Duta Islam Nusantara. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukoharjo, Kamis (1/12), memberikan bantuan untuk korban banjir di Desa Pranan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC PMII Sukoharjo bersama Ketua Komisariat Raden Mas Said.

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Ketua PMII Cabang Sukoharjo, Hilmy Zulfikar, mengatakan pemberian bantuan ini selain untuk meringankan beban mereka juga suatu bentuk kepedulian. "Tak ada upaya yang bisa kami lakukan selain ini. tapi mudah-mudahan bermanfaat," ujar Helmy kepada Duta Islam Nusantara.

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan dari masyarakat pengguna jalan raya di jalan utama Solo-Semarang, tepatnya di perempatan Kartasura. Kita adakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir, kata Hilmy.

Duta Islam Nusantara

Hilmy menambahkan, sebelum melakukan penggalangan dana, mereka terlebih dahulu dengan para pengurus Ansor dan Banser stempat.

Duta Islam Nusantara

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," katanya.

Adapun dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73492/pmii-serahkan-bantuan-kepada-korban-banjir-di-sukoharjo

Jumat, 24 Juli 2015

Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam

Probolinggo, Duta Islam Nusantara. Fenomena Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang belakangan ini kerap dibicarakan mendapatkan perhatian khusus dari Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin.

Menurutnya, Gafatar akan sangat mengancam kedaulatan bangsa. Sebab yang menjadi sasaran adalah agama. Padahal fondasi bangsa Indonesia adalah agama, katanya, Sabtu (16/1).

Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam

Hasan mengatakan, hal mendasar untuk mencegah gerakan yang sudah dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini adalah dengan mengamalkan agama Islam yang sebenarnya. Amalkan Islam yang sebenarnya. Yang tidak aneh-aneh, jelasnya.

Ajaran agama Islam yang sebenarnya yang dimaksud Hasan adalah ajaran Islam yang jamak diketahui umum selama ini. Misalnya dengan menunaikan shalat, membaca Al-Quran serta mengamalkan ibadah lain yang tertera dalam Al-Quran.

Duta Islam Nusantara

Kalau sudah seperti itu, tidak akan ada gerakan yang menyimpang dan gerakan yang dilarang oleh agama dan negara, terangnya.

Menurut Hasan, hal yang harus dilakukan saat ini yakni dengan menggandeng ulama untuk saling menguatkan Islam di Kabupaten Probolinggo.

Duta Islam Nusantara

Perkuat pemahaman ajaran agama yang disampaikan ulama. Pola semacam itu akan lebih mempersempit ruang gerak ajaran-ajaran terlarang. Tidak hanya Gafatar, tetapi juga gerakan lain yang menyimpang, pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65048/waspadai-gafatar-dengan-perkuat-pemahaman-islam

Duta Islam Nusantara

Minggu, 21 Juli 2013

PBNU Terima Kunjungan Delegasi Vatikan

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Selasa (1/2) pagi menerima utusan khusus Vatikan (Presiden Dewan Kepausan "Cor Unum") dalam rangka membahas kerja sama untuk membantu korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara serta menyampaikan ungkapan belasungkawa dari Paus Yohanes Paulus II atas musibah tersebut.

Rombongan yang dipimpin ketua Konferensi Wali Gereja (KWI) Kardinal Yulius Darmaatmadja ini datang ke kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB, langsung di terima jajaran pengurus harian PBNU, KH Hasyim Muzadi, Sekjen Endang Turmudzi, Wasekjen Anas Thahir dan langsung melakukan pertemuan tertutup di lantai III kantor PBNU.

Menurut Romo Padmo, sekretaris Keuskupan Jakarta, rombongan terdiri dari Uskup Agung Malcolm Ranjikh, dan Sekretaris Uskup Yan Pietro yang mewakili Uskup Agung Paul Cordez, utusan khusus Vatikan yang tidak bisa datang karena sakit demam dan pihak dokter menyarankan untuk istirahat. "Namun sebelumnya Uskup Agung Cordez sempat ikut rombongan datang ke Aceh dan mengungjungi para pengungsi selama sehari semalam," kata Romo Padmo.

Dalam keterangan kepada Wartawan, KH Hasyim Muzadi mengatakan PBNU menyambut baik kedatangan utusan khusus dari vatikan ini selain untuk membantu penderitaan sesama umat manusia di Aceh yang tertimpa musibah juga sebagai bagian dari kerjasama lintas agama yang juga pernah di lakukan.

PBNU Terima Kunjungan Delegasi Vatikan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Terima Kunjungan Delegasi Vatikan (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Terima Kunjungan Delegasi Vatikan

"Keterlibatan Vatikan hanya semata-mata bantuan kemanusiaan, sehingga isu kristenisasi mohon dibedakan dengan dimensi kemanusiaan. Gerakan kristen berbeda dengan umat kristen yang ingin berperan," kata Hasyim Muzadi.

Menurut Hasyim, adanya gerakan kristenisasi harus sama-sama ditolak. Kerjasama antar umat beragama pernah dilakukan tahun sebelumnya ketika Amerika Serikat menyerang Irak dimana seluruh organisasi massa islam di Indonesia dan dunia datang ke Vatikan minta agar Paus Yohanes Paulus II menahan Amerika Serikat tidak menyerang Irak. "Dan beliau bahkan sangat keras menentang tindakan Amerika itu," kata Hasyim.

Duta Islam Nusantara

Menurut Monsinyur Yanpietro, Sekretaris Uskup Agung, rombongan mereka datang untuk melihat dan merencanakan bentuk bantuan yang akan diberikan kepada Aceh. Menurutnya, rombongan mereka sudah datang ke Aceh sehari sebelumnya, mengunjungi pengungsi selama sehari semalam. Kemudian mereka datang ke Kantor PBNU pada hari ini dan akan dilanjutkan ke Istana Presiden.

Dalam kesempatan itu Romo Kardinal, mengatakan kunjungan Presiden Dewan Kepausan "Cor Unum" Vatikan Roma ini, bapak suci di roma mengatakan bahwa penderitaan bangsa indonesia cukup besar akibat Tsunami yang melanda Sumatera Utara sampai dengan Nias. "Penderitaan begitu besar sampai utusannya yang biasa yaitu bapak duta besar Vatikan yang ada di Indonesia dianggap kurang cukup meskipun sudah banyak pesan macam-macam karena kurang cukup maka Paus Paulus II masih merasa perlu mengirimkan utusannya secara pribadi," kata Romo Kardinal.

Duta Islam Nusantara

Misi Kunjungan ini, ditegaskan Sekretaris Uskup Yan Pietro yang mewakili Uskup Agung Paul Cordez adalah dalam rangka ikut berduka dan mendoakan kepada para korban dan sanak serta keluarga yang terkena bencana supaya diberikan ketabahan. Paus juga, lanjut Yan dalam pesannya menganjurkan kepada umat Katolik dan umat beragama lainnya untuk membantu dan bekerjasama untuk mengatasi "musibah kemanusiaan" ini dan paus juga mensyukuri semua negara dan umat manusia tergerak membantu sesama menolong tanpa pamrih dan tanpa pretensi. "Paus juga sangat bergembira soal kemanusiaan ternyata menyatukan kita semua sebagai manusia dan semoga kita bisa bekerjasama selanjutnya," tegas Yan Pietro menirukan pesan Paus Paulus II.

Ditambahkan Romo Darmaatmadja, apa yang telah dilakukan oleh Vatikan semata-mata memberikan bantuan terhadap korban bencana tsunami di Aceh atas nama kemanusiaan. Oleh karena itu, seluruh bantuan tidak memiliki embel-embel apapun. "Untuk itu Dewan Kepausan "Cor Unum" yang merupakan koordinator lembaga sosial kemanusiaan di bawah Keuskupan Vatikan Roma yang membawahi 30 caritas di seluruh dunia untuk membantu secara kemanusiaan di Sumatera dan Aceh. Dan ke 30 Caritas tersebut sudah bergerak mambantu dan terjun langsung membantu baik dalam bentuk bantuan makanan, pakaian, obat-obatan dan juga sukarelawan," tambahnya.

Untuk di Indonesia dia mencontohkan, keuskupan Medan, Sumetera Utara telah membentuk kelompok kerja untuk membantu Aceh. Mereka menggunakan nama kelompok bantuan kemanusiaan, tegas dia. Dia mengaku, beberapa hari lalu KWI, PGI, NU dan Muhammadiyah telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk membantu korban Aceh. Pokja ini, kata dia, telah melakuka

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2684/pbnu-terima-kunjungan-delegasi-vatikan

Duta Islam Nusantara

Selasa, 18 September 2012

Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give

Duta Islam Nusantara - Tersenyum mendengar perdebatan di media massa terkait full day school. Beberapa bahkan sampai pada pertanyaan yang agak menggelitik: memang gurunya mau di bayar berapa?

Pertanyaan itu lantas loncat ke dalam konteks dimana kami berkutat: pesantren. Kalau full day and night school seperti pesantren lantas bagaimana? Pesantren kan tak ada batas waktunya? 24 jam mendidik. 24 jam mengawasi santri. 7 hari seminggu. Libur hanya 6 bulan sekali. Siang malam menjalankan program. Tak hanya di kelas. Mandi, makan, tidur semuanya jadi kurikulum.

Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give - Duta Islam Nusantara
Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give - Duta Islam Nusantara


Full Day School di Pesantren Bukan Take and Give

Lalu, ya itu tadi: emang gurunya dibayar berapa?

Duta Islam Nusantara

Pertanyaan itu mengungkapkan pemahaman bawah sadar masyarakat yang sangat serius. Bisa jadi menandakan pemahaman bahwa pendidikan sudah menjadi komoditas yang bersifat transaksional. Take and give. Murid membayar, guru dibayar.

Hal yang insya Allah tidak didapati di pondok pesantren yang hakiki karena memang pesantren sejatinya tidak memakai sistem transaksional dan ukuran duniawi seperti ini. Semangat pesantren yang ada hanyalah give, give dan give. Tidak ada take and give.

Wakif ikhlas mewakafkan lahannya. Kyai ikhlas memimpin. Guru ikhlas mendidik. Santri ikhlas dididik. Walisantri ikhlas menyerahkan putra putrinya untuk dididik.

Duta Islam Nusantara

Itulah kenapa beban kerja pendidik di pesantren tidak bisa dihitung pakai matematika dunia. Apalagi jika sampai dihitung perjam pelajaran. Apalagi sampai pakai hitungan lembur pula. Karena niat mereka memang bukan bekerja mencari penghasilan seperti layaknya pegawai di instansi-instansi lainnya.

Dalam sistem pesantren, santri hanya membayar apa yang mereka pakai. Makanan, listrik, air dan sebagainya. Zelf berdruiping system. Bersama memakai bersama membayar. Tidak ada rumusan santri membayar guru.

Mendidik santri adalah bentuk perjuangan. Bentuk pengabdian kepada agama dan bangsa. Lalu bagaimana mereka menghidupi keluarga mereka? Itulah rahasia keberkahan yang dijanjikan Allah SWT kepada siapapun yang mau membantu agama-Nya.

(إن تنصر الله ينصركم ويثبّت أقدامكم)

In tanshurullaah yanshurukum wa yutsabbit aqdamakum.

Burung saja keluar sarang sudah dijanjikan rejekinya oleh Sang Maha Pemberi Rezeki. Transaksional? Bukan tempatnya di pesantren. Apalagi jika hanya berfikir mengambil apa yang ada di pesantren.

Dari model proses pendidikan yang terjaga niat keikhlasannya inilah diharapkan didapatkan keberkahan ilmu dan ridha Ilahi serta outputnya para peserta didik berakhlaqul karimah dan bermanfaat bagi dirinya, agama, keluarga dan bangsanya. Amin. Ayo Mondok! [Duta Islam Nusantara

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/full-day-school-di-pesantren-bukan-take-and-give.html

Kamis, 02 Agustus 2012

Soal Ahok, KH Amin Maruf Dimanipulasi Lewat Majelis Fatwa MUI

Duta Islam Nusantara - Ada penggiringan opini dari grup-grup muslim cyber sebelah tentang Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi (MUI), KH Ma'ruf Amin. Kehadiran kiai sebagai saksi dalam persidangan kasus penistaan agama oleh Ahok dijadikan pembenaran bahwa Kiai Ma'ruf berada di barisan mereka, pendukung GNPF-MUI.

Bahkan di grup alumni 212 yang didapatkan Duta Islam Nusantara malah ada yang memprovokasi agar Banser keluar menggelar aksi jalanan untuk membela Kiai Ma'ruf saat akan dilaporkan Ahok karena dianggap salah menemui SBY, sebelum fatwa MUI soal penistaan agama oleh Ahok diumumkan ke publik.

Soal Ahok, KH Amin Maruf Dimanipulasi Lewat Majelis Fatwa MUI - Duta Islam Nusantara
Soal Ahok, KH Amin Maruf Dimanipulasi Lewat Majelis Fatwa MUI - Duta Islam Nusantara


Soal Ahok, KH Amin Maruf Dimanipulasi Lewat Majelis Fatwa MUI

Dengan pongah, Ghozi, pemilik nomor 0822-3457-4231 itu menyebut, "banserep mana banserep kok mingkem," tulisnya sambil membanggakan Fahmi yang kemarin kena kasus bendera. Ini bukti screenshootnya:

Provokasi Banser dari sebelah (1) Di grup sebelah yang lain juga ada provokasi yang sama mengajak Banser melawan Ahok yang mengancam akan mengasuskan KH Ma'ruf Amin, "diancam panista agama masa diam aja lawan donk," tulis Matra Alwi SH, pemilik nomor 085842314446, sembari salah menyebut Rais Aam dengan Dewan Syuriah. Hahaha. Memang di Struktural NU ada jabatan itu ya? Bukannya Dewan Syuriah ada di koperasi-koperasi 212 yang masih membayang-bayang?

Duta Islam Nusantara

Provokasi Banser dari sebelah (2) Netizen NU di beberapa kota pun menyerukan agar nahdliyyin tidak ikut terbawa arus dalam pusaran politik Pilkada DKI dan penistaan agama yang kian sengit pertarungannya itu. Muhammad Lisan, Netizen NU asal Pati menduga kalau munculnya fatwa yang kemudian "dikawal" oleh GNPF itu mengarah kepada blokade total menyudutkan Kiai Ma'ruf.

Duta Islam Nusantara

Padahal, lanjut Gus Muh, -panggilan Muhammad Lisan,- KH Ma'ruf Amin tentu tidak sendirian mengeluarkan fatwa. Ia menyebut bahwa ada kemungkinan hasil fatwa MUI tentang penistaan agama oleh Ahok dimanipulasi, "mungkin lewat komisi fatwa," jelasnya.

Kiai Ma'ruf tidak mungkin turun langsung ke lapangan. Ini yang menurut Gus Muh dijadikan celah mereka yang berkepentingan, "Kiai Ma'ruf tentunya tidak dalam kapasitas mengambil data sendiri, tentunya pakai perangkat MUI, dan MUI unsurnya banyak ormas, yang tidak bisa dipastikan selaras dengan Kiai Ma'ruf. Bisa jadi ini hanya jebakan batman," tandasnya.

"Pengambilan data kalau dah gak obyektif, dilakukan oleh orang yang memihak, kan rentan manipulasi, maka sangat rentan jadi landasan kesahihan fatwa. Kiai Ma'ruf sangat rentan jadi korbannya," imbuh Gus Muh kepada Duta Islam Nusantara, Selasa (31/01/2017) malam via WhatsApp.

Karena framing media yang seakan menempatkan Kiai Ma'ruf Amin dalam pusaran politik DKI itulah, Banser dan NU dicari-cari oleh minhum yang medukung salah satu calon sembari membenci calon lainnya. Dari fatwanya saja tidak fair, jelaslah arah jebakan mereka kepada simbol NU, Rais Amm, tidak fair pula.

Tambahan, kehadiran KH Ma'ruf Amin sebagai saksi persidangan Ahok adalah inisiatif Jaksa Penuntut Umum. Justru tim Ahok berkepentingan agar Kiai Ma'ruf tidak hadir.

Bahasa media macam Republika yang menggunakan judul "Ahok Nilai Ketua MUI KH Ma'ruf Amin Berbohong" dan "MUI: KH Ma'ruf Amin Diperlakukan Kurang Manusiawi di Sidang Kasus Ahok", memang sulit dicerna oleh muslim moderat laiknya nahdliyyin yang selalu di tengah tapi ditarik-tarik ke kanan dan kiri. [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/soal-ahok-kh-amin-maruf-dimanipulasi-lewat-majelis-fatwa-mui.html

Minggu, 11 Oktober 2009

Pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus Kepada Penghafal Al Quran

Duta Islam Nusantara - KH Ulin Nuha Arwani merupakan putra KH Arwani Amin, Kudus. Salah seorang maestro, guru besar Al Qur'an di tanah Jawa. Nasehat-nasehat menantu KH Abdullah Salam Kajen yang juga guru qira'ah sab'ah ini selalu didengarkan oleh para penghafal Al Qur'an. Berikut beberapa kutipan dawuh KH Ulin Nuha Arwani saat menyampaikan mauidzah hasanah dalam acara Khatmil Quran Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (23/11).

1. Anda bisa belajar Al Qur'an hingga selesai merupakan fadlal (anugrah) dari Allah Ta'ala. Syukurilah nikmat itu dengan memuji Allah Ta'ala dengan membaca "Alhamdulillah wa syukru lillah" atau dengan kalimat sejenisnya.

Pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus Kepada Penghafal Al Quran - Duta Islam Nusantara
Pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus Kepada Penghafal Al Quran - Duta Islam Nusantara


Pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus Kepada Penghafal Al Quran

2. Anda juga perlu syukur bil janan, syukur dalam hati. Artinya hati kita berkeyakinan dengan sesungguhnya bahwa yang kita terima itu merupakan murni fadlal, anugrah, bukan karena kepintaran dan kelincahan kita.

Duta Islam Nusantara

3. Di simping itu, hendaknya kita dapat mensyukuri nikmat dengan anggota tubuh kita, baik lahir maupun batin. Semuanya kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tangan kita gunakan untuk saling tolong menolong kepada siapa saja yang membutuhkan. Mulut memperbanyak baca shalawat, mata membaca Al Qur'an, telinga mendengarkan Al Qur'an, tangan membawa Al Qur'an, menghormati Al Qur'an, tadabbur, memikirkan ayat-ayat yang dibaca. Hatinya menyerap beragam ilmu yang dipelajari dari sana. Sehingga semua anggota tubuh kita gunakan untuk beribadah. Ini namanya syukur bil arkan (dengan anggota tubuh)

4. Ada satu lagi, dari syukur bil lisan, arkan, dan janan, yaitu bil bancaan. Maksudnya, uang kita gunakan untuk sedekah, menolong kawan atau siapa saja yang membutuhkan harta kita.

5. Al Qur'an yang telah kita pelajari bersama harus selalu kita baca. Jangan sampai diabaikan. Karena Al Qur'an yang telah kita pelajari akan meminta pertanggungjawaban. Bisa jadi mendukung kita atau mematahkan kita.

Duta Islam Nusantara

Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah, memberi syafa'at kepadamu dan juga bisa memberikan madharrat/ bahaya pada dirimu.

Saya berharap anda semua bisa mengelola, menyikapi Al Qur'an yang sudah Anda pelajari dengan baik. Jangan gegabah. Al Qur'an itu membahayakan.

Banyak orang yang membaca Al Qur'an, namun Al Qur'an melaknati pembacanya.

Al Qur'an yang telah Anda pelajari, usahakan selalu dibaca dengan harus sesuai ajaran yang telah anda terima dari guru beserta adab-adabnya.

Barang siapa mendapat syafa'at Al Qur'an, di dunia akan selamat, begitu pula di akhirat. Oleh sebab itu, seberapa besar anda berusaha memperoleh hal itu, sebesar itu pula Al Qur'an akan memberikan syafa'atnya. Lalu bagaimana caranya?

Bacalah Al Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafa'at kepada ash-hab¬nya.

Dalam tafsir disebutkan, siapa yang dimaksud ashab di sini? Maksud ashab, shahibul Qur'an dalam kitab tafsir yaitu orang yang mulazim litilawatih, orang yang selalu membacanya, mutakhalliq biakhlaqih, mempunyai adab sebagaimana yang diajarkan Al Qur'an, wal amilu bih, mengamalkan dawuh-dawuh Al Qur'an.

Oleh karena itu, usahakan untuk memenuhi tiga kriteria tersebut, membaca, mengamalkan dan berakhlak sebagaimana akhlaq Al Qur'an.

Kita bisa mengamalkan Al Qur'an jika kita mengetahui firman-firmanNya, ilmu-ilmu yang dikatakan dalam Al Qur'an. Maka bacalah Al Qur'an seraya ditadabburi, dipikir apa kandungan-kandungan di dalamnya, diketahui makna apa yang dikehendaki.

(Ini adalah) sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

Maka, mari kita pahami Al Qur'an yang telah kita baca selanjutnya kita laksanakan supaya kita selamat dari murka Allah SWT.

Orang-orang yang telak kami (Allah) berikan kitab (Al Qur'an) yaitu orang-orang yang membacanya dengan haqqa tilawatih (orang yang benar-benar mengimaninya), mereka adalah orang yang beriman. Barangsiapa kufur terhadap kitab itu, maka mereka adalah orang-orang yang merugi.

Anda yang khatam Al Qur'an harus berusaha mendaras Al Qur'an dengan haqqa tilawatih, tafsirnya di sini dijelaskan,

Kombinasi antara mulut, akal dan hati.

Koridor penggunaan lisan adalah dengan memakai tajwid yang benar. Ketika Anda sudah membaca dengan benar, resapilah dengan akal dan dipikir (tadabbur) dengan akal. Ini artinya haqqa tilawatih.

6. Anda sekalian yang sudah khatam Al Qur'an paling tidak sehari baca sekali. Jika tidak bisa maka tiga hari sekali khatam. Apabila masih tidak bisa, maka seminggu khatam sekali dengan memakai metode Fammy Bisyauqin. Model dari pada metode ini adalah setiap hari membaca Al Qur'an dengan pembagian sebagai berikut:

Fa : Fatihah - An Nisa' : Jum'at

Mi : Maidah - Bara'ah / At Taubah : Sabtu

Ya : Yunus - An Nahl : Ahad

Ba : Bani Israil - Al Furqan : Senin

Syin : Syu'ara' - Yasin : Selasa

Waw : Was Shaffat - Al Hujurat : Rabu

Qaf : Qaf - An Nas : Kamis

Jika anda seminggu bisa khatam sekali, anda akan selamat.

7. Anda khatam Al Qur'an itu belum ada apa-apanya. Jangan merasa bangga. Merasa bangga itu larangan Allah Ta'ala. Apa lagi khatam Al Qur'annya ini untuk tujuan pamer, riya', Al Qur'an bisa melaknati Anda sekalian.

Usahakan mengamalkan dawuh Allah Ta'ala, selalu menjaga Akhlak sebagaimana yang telah diajarkan Al Qur'an. Pelajarilah Al Qur'an penuh dengan rajin dan tekun supaya mengetahui kandungan di dalamnya. Jika sudah tahu, wajib mengamalkan isinya. Apa bila tidak diamalkanÙˆ akan mendapat siksa Allah Ta'ala, sehingga Al qur'an tidak melaknati Anda sekalian.

8. Barang siapa pernah mengaji Al Qur'an, setelah khatam lalu dibiarkan begitu saja. Mushafnya digantungkan dalam lemari, tidak pernah dibaca kembali, maka Al Qur'an akan datang pada hari kiamat dengan keadaan menggantung pada orang tersebut seraya berkata kepada Allah "Ya Tuhan, sesungguhnya hambaMu ini telah mencampakkanku. Maka berilah keputusan antara aku dan dia (siapa sebenarnya yang lebih benar dan siapa yang salah?)

Demikian pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus kepada mereka yang sudah khatam Al-Qur'an. Ditransliterasi, diedit dan diatur sistematikanya oleh Ahmad Mundzir, diolah dari sumber pokok ceramah KH Arwani Amin, Kudus. [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/pesan-kh-ulin-nuha-arwani-kudus-kepada-para-penghafal-al-quran.html

Jumat, 13 Maret 2009

Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax

Duta Islam Nusantara - Dwi Estiningsih (38), kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah mencalon diri sebagai anggota legislatif DPRD Yogyakarta 2014-2019 menjadi tokoh yang layak mendapatkan gelar ratu hoax. Pasalnya, tweetnya di akun @estiningsihdwi, sungguh menyayat hati kebhinnekaan masyarakat Indonesia.

Pada Senin (19/12/2016) lalu, ia membuat pernyataan kontroversial atas terbitnya mata uang rupiah terbaru yang dianggap luar biasa karena hanya mencantumkan 5 nama pahlawan muslim, padahal muslim di Indonesia adalah mayoritas, "luar biasa negeri yg mayoritas Islam ini. Dari ratusan pahlawan, terpilih 5 dari 11 adalah pahlawan kafir," cuit Dwi. Simak tweetnya:

Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax - Duta Islam Nusantara
Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax - Duta Islam Nusantara


Sebut Pahlawan Kafir Penghianat, Dwi Estiningsih Kader PKS Raih Gelar Ratu Hoax

Tweet SARA Dwi Estiningsih Bukan hanya itu, ia juga menyatakan kalau mayoritas pahlawan non muslim adalah penghianat, "iya sebagian kecil dari non muslim berjuang, mayoritas pengkhianat. Untung sy belajar #sejarah," tulisnya, membalas akun Firdaus Amri yang menulis, "kan pahlawan yg berjuang untuk NKRI gak cuma dari kalangan muslim, Bu".

Sebut Pahlawan Nasional Sebagai Kafir

Kalau hanya mempertanyakan pemuatan tokoh muslim di uang kertas saja tidak masalah, namun jika sudah menyebut para pahlawan itu sebagai penghianat, tentu Dwi Estiningsih yang lulusan sarjana psikologi tersebut membuat blunder.

Penghianat adalah kalimat antagonis yang menjadi lawan istilah pahlawan. Tidak ada tokoh yang diberi gelar pahlawan jika rekam jejaknya terbukti berkhianat kepada negara. Sekali terbongkar, gelar pahlawan langsung dicabut.

Bukan kali ini saja Dwi Estiningsih membuat kontroversi di media sosial. Penelusuran Duta Islam Nusantara menemukan kalau muslimah cantik bergelar master ini sudah pernah membuat heboh jagad maya sejak 2014 silam.

Dwi Estiningsih pernah menyebar selebaran berisi isu SARA tentang "larangan pegawai BUMN menggunakan jilbab". Ini terjadi tahun 2014. Pada November 2016, sebulan lalu, ia juga membuat postingan hoax tentang "lambang PKI di uang pecahan 100.000," yang langsung dibantah oleh pihak Bank Indonesia. Ini buktinya:

Kader PKS Suka Buat Hoax

Hoax lambang PKI di pecahan 100.000 Sungguh luar biasa prestasi perempuan yang gagal nyaleg ini. Maka, Duta Islam Nusantara dengan senang hati memberikan gelar kepada Dwi Esti sebagai ratu hoax tahun ini. Selamat! [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sebut-pahlawan-kafir-penghianat-dwi-estiningsih-kader-pks-dapat-gelar-ratu-hoax.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock