Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

Solo, Duta Islam Nusantara. Forum Silaturrahmi Warga Nahdlatul Ulama Surakarta (Fosminsa) belum lama ini mengadakan pelatihan kefasilitatoran. Hal tersebut diungkapkan salah satu penggerak Fosminsa, Tohar Muhlasin, saat ditemui Duta Islam Nusantara, Jumat (27/9) lalu.

Tujuan pelatihannya agar kader NU bisa memfasilitasi sebuah forum, juga dapat menjadi leading di dalamnya, kata Tohar.

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)


Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

Para peserta yang mendapatkan pelatihan itu yakni para anggota Banom NU, di antaranya IPNU, IPPNU, Fatayat dan PMII. Pascapelatihan mereka diharapkan dapat memegang sendiri sebuah forum.

Duta Islam Nusantara

Di dalam pelatihan tersebut, Tohar yang juga menjadi pemateri memaparkan teknik untuk menjadi seorang fasilitator yang handal. Seorang fasilitator, dia harus banyak menggali pertanyaan dan mendata dari forum, terang Tohar yang juga kader PMII Solo.

Selain diberikan teori, para peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung ilmu yang baru didapatkan. Sebagian dari mereka ditunjuk, maju ke depan untuk belajar memfasilitasi forum.

Duta Islam Nusantara

Salah satu peserta, Habibi, menuturkan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ketua IPNU Solo itu mengatakan untuk menjadi fasilitator handal mesti banyak jam terbang dan sering dilatih. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47434/forum-warga-nu-surakarta-latihan-jadi-fasilitator

Duta Islam Nusantara

Sabtu, 18 Februari 2017

Ini Bapak Kitab Kuning di Nusantara

Duta Islam Nusantara - Berbicara tentang pesantren di Indonesia, tentu daerah Jawa Timur saat ini akan lebih dominan dari segi kultur dan pengaruhnya. Namun tahukah anda? Bahwa ternyata standarisasi pemikiran keilmuan pesantren di Indonesia berasal dari seorang Jawa Barat (Sunda).

Ini Bapak Kitab Kuning di Nusantara
Ini Bapak Kitab Kuning di Nusantara


Adalah Syaikh Nawawi al-Bantani. Seorang yang digelari Bapak Kitab Kuning Nusantara itu adalah orang Banten. Orang yang lahir di tatar Sunda. Bahkan, salah satu gurunya yang beberapa kali ia sebut dalam beberapa karyanya adalah orang Purwakarta, beliau adalah Syaikh Yusuf As-Sumbalaweni.

Karya-karya Syaikh Nawawi hingga saat ini masih menjadi bacaan standar di hampir seluruh pesantren di Nusantara. Diantaranya:

Syarh Safinatun Naja

Tijan

Sulamunajat

Nihayatu Zain

Uqudul Lujain

Syarh Riyadul Badiah

Maroqil Ubudiyah

Qomi Thugyan

Qothrul Ghaits

Nurudzholam

Tanqihul Qaul

Madarijus suud

Tafsir almunir

Dan lain-lain.

Syaikh Nawawi al-Bantani dikuburkan di Ma'la Mekah. Sebab sewaktu muda beliau pindah ke Mekkah. Beliau pernah diangkat menjadi Imam Masjidil Haram serta mengajar disana. Keilmuannya sangat luas dan terkenal ke seluruh dunia.

Diantara murid Syaikh Nawawi al-Bantani adalah Syaikona Kholil Bangkalan, K.H. Hasyim Asy'ari, dan Mama Tubagus Bakri Sempur. [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/ini-bapak-kitab-kuning-di-nusantara.html

Selasa, 01 April 2014

Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau

Duta Islam Nusantara - Setelah dibully oleh netizen akibat ulahnya menghina KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Pandu Wijaya (Probolinggo) bersama dua orang lainnya, yakni Bahtiar (Pemuda asal Tegal) dan Hasan Albetas, sowan ke rumah beliau di Leteh Rambang, Jumat (25/11/2016) sore.

Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau
Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau


Ini berita penghinaan Pandu Wijaya: Menghina Gus Mus "Bid'ah Ndasmu", Karyawan Adhi Karya Ini Diburu!

Dalam sehari, Gus Mus menerima tamu yang telah menghinanya. Ya, ketiga nama di atas tercatat pernah melakukan penghinaan kepada Gus Mus di media sosial. Jika Pandu Wijaya menghina secara kasar menggunakan bahasa Jawa, "Bid'ah Ndasmu", maka Hasan Albetas menyebut "Mukamu aja bidah mus" dalam akun Facebooknya. Ini cepretan status Hasan Albetas:

Status Hasan Albetas yang menhina Gus Mus

Begitu juga dengan Bahtiar Prasojo. Anak Tegal ini datang sowan ke Leteh karena mengaku salah telah menghina Gus Mus, tokoh sangat dihormati warga NU seluruh dunia. Dalam akunnya, ia menyebut kasar Gus Mus sebagai orang yang tidak layak disebut kiai dan gus. Ini status kasarnya.

Status Bahtiar Prasojo yang menghina Gus Mus Setelah sowan, Bahtiar membuat status di akun Facebooknya Bahtiar Prasojo yang berisi pesan dari Gus Mus. Nasihat yang diucapkan Gus Mus kepada dirinya adalah: 1). "Janganlah menjadi orang yang jika senang, terlalu senang, dan jika benci, terlalu benci. Nanti Anda tidak bisa berbuat adil," 2) "Jangan menghakimi dan memvonis seseorang sebelum mengenalnya."

Kendati Gus Mus sendiri tidak ingin menuntut apa-apa dari Pandu, Bahtiar dan Hasan Albetas, bahkan menganggap tidak ada yang perlu dimaafkan, Pandu dkk. tetap datang sowan untuk meminta maaf. Bagi Gus Mus, kesalahan Pandu dkk. mungkin hanyalah menggunakan "bahasa khusus" yang digunakan di tempat umum. Ini tweet Gus Mus:

Tweet Gus Mus memaafkan Pandu Wijaya Ning Iyah, salah putri Gus Mus, menceritakan ketika abahnya ndawuhi (memberikan nasihat) kepada tamu-tamu itu. Ini dawuh Gus Mus ke mereka, "nomerku catet yo.. awakmu nek arep muring2 apa meh misuhi aku kari wa.. dadi wong2 gak ana sing reti/ nomorku catat ya, kalau kamu ingin ngamuk-ngamuk apalagi menghardik, tinggal WA saja aku, jadi orang-orang tidak ada yang tahu," tulis Ning Iyah dalam WA menirukan perkataan abahnya, sekitar pukul 5. 24 PM (25/11/2016).

Melihat Abahnya yang tabah ke penghinanya itu, Ning Iyah hanya mengucap, "ya Allah.....Abah". Sepertinya, Ning Iyah sedang melihat Abahnya sedang memberikan teladan baik kepada siapa pun.

Bukan hanya itu, Gus Mus juga bersedia foto selfie bersama Pandu Wijaya dan kawan-kawan yang telah menghinanya. Foto-foto ini didapatkan Duta Islam Nusantara dari beberapa group santri yang beredar serta dari akun Facebook M Dhofarul Muttaqqiin. [Duta Islam Nusantara/ab]

Sedeku: Pandu Wijaya (kiri) sedang mendengarkan dawuh Gus Mus

Minta Maaf: Bahtiar (dua dari kiri) sowan ke Gus Mus Dari kiri: Pandu Wijaya, Gus Mus dan Hasan Albetas

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/ini-cara-maki-maki-ke-gus-mus-sesuai-saran-beliau.html

Minggu, 16 Juni 2013

Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa

Duta Islam Nusantara - Ini adalah contoh khutbah Idul Adha dalam bahasa Jawa yang bisa digunakan untuk memberikan keterangan seputar Qurban dan sejarahnya. Anda bisa download khutbah Idul Adha ini dengan klik tanda print atau PDF di bawah postingan.

Ooleh Moch. Lukluil Maknun

Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa - Duta Islam Nusantara
Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa - Duta Islam Nusantara


Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْ وَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ.. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ.اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، قال الله تعالى: { ‏قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} (سورة يونس ءاية 58)

Duta Islam Nusantara

Jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah..

Alhamdulillah, kanti rahmat ipun, Gusti Allah kersa njagi keimanan lan kaislaman kita, sahingga kita tetep dados umat Islam lan saget nindaaken ibadah salat Idul Adha 1437 H wonten dinten menika.

Shalawat ugi salam mugi tansah kunjukdumateng junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ugi lumeber dumateng keluarganipun, para sahabat, para tabi’in lan tabi’ut tabi’in, serta dumaten sinten kemawon ingkang ngikuti pentunjuk ipun Kanjeng Nabi dumugi yaumul qiyamah.

Duta Islam Nusantara

Maasyiral Muslimin rahimakumullah

Idul Adha ingkang dipun pengeti wonten tanggal 10 dhulhijjah punika saget dipun sebat kanti nami Idul Hajj lan Idun Nahr. Idul Hajj utawi hari raya haji amargi terkait kalian kaum muslimin ingkang sami nindaaken ibadah haji, inggih rukun Islam kaping gangsal. Ibadah haji menika salah setunggalipun ibadah ingkang agung sanget minangka karunia saking Allah.

Ananging mboten sedaya umat muslim saget nggayuh kranten pinten-pinten sebab. Katah tiang ingkang kacukupan sangu, sehat fisik lan rohani, nanging mboten estu-estu niat tindak haji sahingga mboten saget mireng pengundang-ungdangipun Gusti Allah. Kosok wangsulipun ugi katah umat muslim ingkang niat lan kepengen sanget saget nindaaken haji anangin terhambat awit mboten mampu sangunipun, utawi saweg nandang sakit sahingga mboten saget nindaaken haji.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah..

Idul Adha kasebat ugi Idun Nahr artosipun hari raya penyembelihan (Hari raya Kurban). Perkawis menika kangge mengeti ujian berat ingkang dipun alami Nabi Ibrahim. Kanti kesabaran ugi ketabahan Nabi Ibrahim ingdalem ngadepi mapinten-pinten ujian lan cubo nglantaraken panjenenganipun nampi kahurmatan dados “Khalilullah” (kekasih Allah).

Kanti mengeti kisah Nabi Ibrahim sarto keluarga, saget kita ngertosi contoh keluarga teladan indgdalem babakan ketatan makhluk dumaten Khalik. Nabi Ibrahim dipun uji mboten anggadahi putra ngantos dangu sanget. Salajeng saksampunipun ingkang putra lahir, Nabi Ibrahim dipun perintah Allah kapurih ninggalaken isteri lan ingkang putra bayi wonten padang tandus.

Nalika igkang putra radi ageng, Nabi Ibrahim diuji malih supados ngorbanaken lan nyerahaken ingkang putra dateng Gusti Allah. Minangka Nabi, Ibrahim inggih tetep anggadahi sifat kados manungso biasanipun, wonten lebetipun manah ugi sempat anggadahi raos ragu bade nindaaken perintah ipun Allah menika, ananging wonten wekdal makaten isteri lan ingkang putra tansah maringi dukungan lan kemantepan kage nglampahi keputusan ipun Allah. Wonten mrikilah peran penting ipun keluarga salih, inggih menika saged maringi dukungan anggotanipun.

Nabi Ibrahimsampun maringi contoh teladan dateng kita, menawi kita kepengen anggadahi putra ingkang saleh, mangka tiang sepah iun kedah ngelampahi lan maringi conto kesalihan langkung rumiyin. Hasil didikan ingkan kados mekaten insyallah saged ndadosaken tabungan tiang sepah mbenjang wonten akhirat.

Saking Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ngendika:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“menawi setunggal mukmin seda, kaputus sedaya amalipun kejawi tigang perkawis: sedekah jariyah, ilmu ingkang dimanfaataken, lan doa saking anak saleh.” (HR. Muslim no. 1631)

Ingkang kaping tiga saking amal ingkang mboten kaputus inggih menika nggadahi waladun shalih, anak yang shalih. Kanti ninggalaken keturunan ingkang salih, sae igkang purun ndungakaken punapa mboten, kesalehan keturunan menika sampun saget nambahi pahala ingkang ngalir terus kagem tiang sepahipun. Pramila ampun ngantos kita lirwaaken putra-putri kita nyemplung wonten kehidupan lan pergaulan bebas ingkang tebih saking agami lan namung nuruti nafsu.

Salah setunggalipun riwayat, wonten bapak-bapak ingkang sowan dumateng Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab ra, madulaken putranipun ingkang durhaka. Piyambake ngeturaken menawi putrane asring ngucap lan tumindak kasar dumateng tiang sepahipun. Salajeng Sayyidina Umar nimbali putra kasebat lan paring duko.

“Ciloko kowe, opo kowe ora ngerteni yen duroko marang wong tuwo iku termasuk dosa gede lan ngundang murka saking Allah?”

“Nuwun sewu, Amiral Mukminin, ampun keseso ngadili kawula. Menawi bapak anggadahi hak dumateng putra, putra la nggih gadah hak ugi dumateng bapak?” si anak tanglet makaten.

“iya bener, anak ugi nduwe hak”

“lajeng punapa hak anak dateng bapak?”

“hak anak maring bapak ono telu. Siji, sayugjane bapak milih calon ibu kang apik kanggo calon anake, kapindo, bapak kudune maringi asmo kang apik kanggo anake, telu, bapak kewajiban ngajari Alquran (lan isine) kanggo anakke”.

Lajeng putra menika matur: “Duh Amiral mukminin, bapak kula mboten maringi hak ipun dumateng kula. Piyambake mboten milih ibu ingkang sae kangge kula, ibu kula inggih budak awon kulit hitam ingkang ditumbas regi kalilh dirham saking pasar, lajeng dipun gauli hingga ngandut kula. Sak sampune kula dipun lahiraken, bapak kula maringi asma Ju’al (si hitam ingkang awon praupan ipun). Bapak kula ugi mboten nate ngajari kula maos lan ngapal Alquran senajan setunggal ayat.”

Salajeng Sayyidina Umar noleh dumateng si bapak, nuli ngendikan: “Sliramu wes duroko marang anakmu sakdurunge anakmu duroko marang sliramu. Wes ngaliho seko kene.”

Pramila penting sanget kagem tiang sepah ngoptimalaken amal saleh supados angggaahi katurunan ingkang saleh, urip kanti rizki ingkang halal, lan dermawan dumateng sedulur umat muslim. Kaitan ipun asma ingkang sae, kita ngemuti kedadosan akhir-akhir menika, katah tiang sepah maringi asma ingkang salah dumateng putra, kados dene maringi asma putra kanti asmanipun Allah, utawi asma ingkang mboten dipun ngertosi artosipun, malah-malah naminipun setan dipun damel. Wonten malih nami asal comot saking bahasa asing ingkang mboten tamtu langkung sae tinimbang asma saking bahasa jawi amargi gengsi lan sak piturutipun.

Isteri dan anak saleh menika sanes mligi peparing saking gusti Allah. Allah maringi ruang dateng hambanipun kapurih berusaha lan berdoa supados kaparingan keluarga lan katurunan ingkang saleh. Katurun an ingkang saleh mboten kacithak saking bangku sekolah dasar dumugi perguruan tinggi kemawon, ananging sekolah ingkang langkung utami lan langkung aurat inggih menika pendidikan wonten lingkungan keluarga lan doa saking tiyang sepah kekalih. Mugi kia saget neladani keluarga Nabi Ibrahim, lan mugiha kita termasuk golonganipun tiang-tiang saleh lan kaparingan keluarga saleh, amin.

Jamaah Idul Adha rahimakumullah.

Gegayutan kalian kurban lan sembelihan, kadangkala wonten pangaggep ingkang madaaken antarane kurban kaliyan zakat. Inggih memang wonten mirip ipun wonten salah setunggal bagian, inggih menika wonten nilai sosial, inggih wekdal daging kurban dipun bagiaken dumateng para fakir miskin. Ananging tujuan utama penyembelihan menika sanes wonten sisi sosial belaka. Dados tetep benten senajan sami-sami ibadah kanti nggunaaken harta benda (ibadah maliyah).

Ugi wonten kasus malih wonten masyarakat ingkang nggabungaken zakat kalian kurban. Misal, Pak Polan wonten setunggal tahun ipun kewajiban ngedalaken zakat 5 juta, lajeng separo saking 5 juta dipun tumbasaken hewan kurban, kanti panganggep bilih kekalih ipun sami-sami dipun paringaken dumateng fakir miskin.

Pinangka jawaban kasus menika, perlu dipun enget bilih bondo zakat menika sanes milik ipun Pak Polan malih selaku muzakki, nangin sampun dados hak ipun asnaf wolu ingkang berhak nampi zakat. Menawi Pak Polan ngginaaken sepalih bondo zakat menika kangge tumbas hewan kurban, berarti piyambak ipun nasarufaken bondo ingkang sanes hak ipun. Lajeng menawi hewan kurban wau disembelih, lajeng Pak Polan nderek maem daging ipun berarti piyambak e ugi maem bondo zakat ingkang berarti haram.

Menawi dipenggalih saestu, bedanipun kurban lan zakat menika katah, mboten anamung wonten sisi teknis, nanging ugi wonten prinsip dasar. Pramila pinangka umat muslim, kita perlu mangertosi bedanipun supados ibadah ingkang kita lampahi leres menggah syariat. Dene beda kurban lan zakat antawis ipun:

1. Kurban hukumipun sunnah muakkad, zakat wajib

2. Kurban luwih nuju dateng ibadah ritual, menawi zakat ibadah sosial

3. Ingkang nampi kurban benten kaliyaningkang nampi zakat

4. Kurban kedah berbentuk hewan ingkang disembelih

5. Kurban mboten nyariataken amil

6. Amil Kurban mboten angsal dipun upah mawi daging kurban

7. Kurban mboten ngagem nisab, haul, lan kadar

8. Waktu pelaksanaan ugi benten

Jamaah idul adha rahimakumullah

Menawi taksih katah beda lan pembahasan antawisipun kurban kaliyan zakat, ananging khatib cekapaken khutbah menika. Saestu khatib mboten maksud ngendon-ngendoni semangat para jamaah kangge ngedalaken kurban, nanging mangga sami merhatiaken malih kewajiban kita babakan zakat, ugi infak lan sadakah.

Makaten mugi wonten gina manfaatipun

بسم الله الرحمن الرحيم قد افلح من تزكي و ذكر اسم ربه فصلي بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّه هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

KHUTBAH TSANI

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر.

الحمد لله أفاض نعمه علينا وأعظم. وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. رسول اصطفاه على جميع البريات. ملكهاوإنسها وجنّها. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أهل الكمال فى بقاع الأرض بدوها وقراها, بلدانها وهدنها.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم, وبارك على محمد وعلى أل محمد, كماباركت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات. إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضى الحاجات. اللهم وفقنا لعمل صالح يبقى نفعه على ممر الدهور. وجنبنا من النواهى وأعمال هى تبور. اللهم أصلح ولاة أمورنا. وبارك لنا فى علومنا وأعمالنا. اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا. اللهم اجعلنا نعظم شكرك. ونتبع ذكرك ووصيتك. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب. ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار.سبحانك رب العزة عما يصفون. و سلام علي المرسلين. والحمد لله رب العالمين

عباد الله ! إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر. يعذكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله يذكركم واشكروا على نعمه يزدكم .ولذكر الله أكبر

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/khutbah-idul-adha-dalam-bahasa-jawa.html

Senin, 25 Maret 2013

Tips Sehat Berpuasa dengan Asupan Gizi yang Tidak Mudah Dicerna

Duta Islam Nusantara - dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, Finasim dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memberikan tips berpuasa agar lancar. Tips puasa sehat ini berlaku secara umum untuk seorang berusia lanjut dan juga semua kalangan.

1. Saat Sahur usahakan untuk membatasi asupan teh dan kopi. Pasalnya, dua asupan tersebut membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak terdehidrasi.

Tips Sehat Berpuasa dengan Asupan Gizi yang Tidak Mudah Dicerna - Duta Islam Nusantara
Tips Sehat Berpuasa dengan Asupan Gizi yang Tidak Mudah Dicerna - Duta Islam Nusantara


Tips Sehat Berpuasa dengan Asupan Gizi yang Tidak Mudah Dicerna

2. Sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi. Contohnya gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah.

3. Saat ta'jil/pendahuluan berbuka puasa dianjurkan untuk mengonsumsi kurma karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi.

Duta Islam Nusantara

4. Mengonsumsi pisang saat ifthor/berbuka sangat baik bagi tubuh Anda, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat.

5. Batasi makanan yang digoreng saat berbuka karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini karena seorang yang sudah di usia lanjut cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung koroner dan hipertensi.

Duta Islam Nusantara

6. Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula. Hal ini bisa cepat mendatangkan rasa haus ditengah Anda menjalani puasa nantinya.

7. Konsumsi air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh untuk Anda lancar beraktivitas esok harinya.

8. Hindari terlalu banyak minum Es, karena memudahkan Anda kenyang. Dimana asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam tubuh.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Suci Ramadhan 1437 H/ 2016 M. Semoga informasi ini bermanfaat dan Anda diberi kelancaran, kesehatan dan ke-khusyu-an serta ikhlas menjalankannya. Bertambah iman, ilmu dan amal yang diridhai Allah SWT. [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/tips-sehat-berpuasa-dengan-asupan-gizi-yang-tidak-mudah-dicerna.html

Selasa, 29 Januari 2013

Penelitian: Menyembelih Dengan Pisau Tajam Tidak Membuat Hewan Sakit

Duta Islam Nusantara - Dua tahun lalu, Dr. Ugi Suharto seorang dosen di Qatar mengirim hasil penelitian ini di grup kajian WA. Isinya saya ringkas sebagai berikut:

Penelitian: Menyembelih Dengan Pisau Tajam Tidak Membuat Hewan Sakit - Duta Islam Nusantara
Penelitian: Menyembelih Dengan Pisau Tajam Tidak Membuat Hewan Sakit - Duta Islam Nusantara


Penelitian: Menyembelih Dengan Pisau Tajam Tidak Membuat Hewan Sakit

Dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof. Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian penyembelihan hewan antara disembelih atau dipingsankan.

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG).

Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sebagai berikut: Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol).

Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Penelitian diatas memperkuat sabda Nabi kita Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallama:

ﻗﺎﻝ: «ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻛﺘﺐ اﻹﺣﺴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲء، ﻓﺈﺫا ﻗﺘﻠﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﻘﺘﻠﺔ، ﻭﺇﺫا ﺫﺑﺤﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﺬﺑﺢ، ﻭﻟﻴﺤﺪ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ، ﻓﻠﻴﺮﺡ ﺫﺑﻴﺤﺘﻪ» رواه مسلم

Artinya: "Sungguh Allah telah mewajibkan kebaikan atas segala hal. Jika kalian mengeksekusi mati (qishash) maka lakukanlah dengan baik. Jika kalian menyembelih hewan maka lakukanlah dengan baik. Tajamkan pisaunya dan senangkan hewan sembelihan" (HR Muslim

Ma'ruf Khozin, pengasuh kajian hadis di Masjid al-Akbar, Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/penelitian-menyembelih-dengan-pisau-tajam-tidak-membuat-hewan-sakit.html

Rabu, 26 September 2012

Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua

Duta Islam Nusantara - Dalam perbincangan santai, hangat dan penuh canda yang berlangsung sekitar 17 menit di ruang tanfidziyah Gedung PCNU Jepara Jl. Pemuda 51 Jepara, pada Kamis (05/01/2017) petang, KH Said Aqil Siraj sempat ditanya oleh beberapa orang yang ikut dalam forum, utamanya soal fitnah yang akhir-akhir ini santer dimediakan oleh minhum.

"Yang jawab bukan saya, tapi Anda," ujar Kiai Said saat ditanya soal fitnah itu, kepada Duta Islam Nusantara, yang kebetulan ikut di ruangan. Yang sangat besar fitnahnya adalah soal tanah di Malang. Kiai Said menyebut kalau fitnah makelar tanah di Malang itu bohong dari awal sampai akhir.

Kiai Said melanjutkan, berita (fitnah) itu katanya dari Saudara Subaryo SH. Akhirnya dibantah sendiri olehnya kalau ia tidak mengenal Said Aqil, tidak mengenal H Qosim, tidak pernah diwawancarai wartawan yang menulis, lalu pindah ceritanya ke Kiai Luthfi yang katanya pernah satu mobil dengan Kiai Said, "kapan pernah satu mobil," tanyanya yang kemudian disambut keheranan seisi ruang.

Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua - Duta Islam Nusantara
Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua - Duta Islam Nusantara


Dituduh Makelar Tanah, Kiai Said: Dari Awal Sampai Akhir Bohong Semua

Duta Islam Nusantara

"Gedung Seminar itu sejak saya pulang dari Timur Tengah, sudah ada, dari awal, ceritanya bohong semua itu, dengan H Qosim saya tidak kenal, Subaryo juga membantah kenal Said Aqil, keluarga korban juga membantah," ujar Kiai Said petang itu kepada puluhan pengurus NU Cabang yang ikut, didampingi KH Ubaidillah Nur Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara dan KH Hayatun, Ketua PCNU Jepara.

"Orang kalau diangkat oleh Allah, bangun tidur itu sudah fitnah, jenengan tidak kuat, saya juga tidak kuat," kata Habib Farid kepada Duta Islam Nusantara. Ia menyarankan kepada kru redaksi Duta Islam Nusantara yang hadir di situ agar menulis klarifikasi Kiai Said karena hapenya jadul. Hahaha. Siap Habib, sudah jadi! [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dituduh-makelar-tanah-kiai-said-dari-awal-sampai-akhir-bohong-semua.html

Duta Islam Nusantara

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock