Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

Hukum Daging yang Langsung Dimasak Tanpa Dibersihkan

Duta Islam Nusantara - Konon, daging hewan setelah disembelih lalu dimasak, akan lebih enak jika tanpa dibasuh dengan air. Karena ada beberapa jenis vitamin yang terbasuh dengan air. Lalu bagaimana dengan sisa darah yang terdapat di dalam daging? Fatwa beberapa ulama adalah boleh:

Hukum Daging yang Langsung Dimasak Tanpa Dibersihkan
Hukum Daging yang Langsung Dimasak Tanpa Dibersihkan


ﻣﻤﺎ ﺗﻌﻢ ﺑﻪ اﻟﺒﻠﻮﻯ اﻟﺪﻡ اﻟﺒﺎﻗﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﺤﻢ ﻭﻋﻈﺎﻣﻪ ﻭﻗﻞ ﻣﻦ ﺗﻌﺮﺽ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻓﻘﺪ ﺫﻛﺮﻩ ﺃﺑﻮ ﺇﺳﺤﻖ اﻟﺜﻌﻠﺒﻲ اﻟﻤﻔﺴﺮ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻭﻧﻘﻞ ﻋﻦ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﻣﻦ اﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻪ ﻭﺩﻟﻴﻠﻪ اﻟﻤﺸﻘﺔ ﻓﻲ اﻻﺣﺘﺮاﺯ ﻣﻨﻪ ﻭﺻﺮﺡ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺑﺄﻥ ﻣﺎ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻦ اﻟﺪﻡ ﻓﻲ اﻟﻠﺤﻢ ﻣﻌﻔﻮ ﻋﻨﻪ

Di antara hal yang sudah umum terjadi adalah darah yang tersisa pada kulit dan tulang. Sedikit dari ulama kita yang menyampaikan hal ini. Diriwayatkan dari banyak Tabiin bahwa hal itu boleh. Dalilnya adalah kesulitan menghindarinya. Ahmad dan madzhabnya menjelaskan bahwa darah yang tersisa di daging adalah ditolerir (Imam An-Nawawi, Majmu' 2/557)

Ma'ruf Khozin, anggota PW LBM NU Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/hukum-daging-yang-langsung-dimasak-tanpa-dibersihkan.html

Rabu, 16 Maret 2016

Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja

Jombang, Duta Islam NusantaraSelain harus memberikan pelayanan kesehatan bagi para pasien, sejumlah karyawan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang rutin mengikuti kajian Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah setiap bulan pada pekan terakhir.

Rutinitas ini sudah berlangsung lama, kurang lebih sejak enam bulan terakhir. Dan aula KH Abdurrahman Wahid lantai II RSNU Jombang menjadi pusat pegelaran kegiatan tersebut. Dalam hal ini, secara teknis pelaksanaan, petugas RSNU bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat. Terutama prihal narasumber pada setiap kegiatan.

Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja

Sementara untuk menjaga keefektifan peserta (karyawan), petugas membagi menjadi dua gelombang dengan menyesuaikan jam kerja karyawan. Sehingga kegiatan ini digelar dua hari setiap bulan.

Di bulan ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, pada Senin-Selasa (27-28/6/2016) kemarin, pihak RSNU Jombang menghadirkan Ketua Aswaja NU Center Jombang, Yusuf Suharto sebagai pembicara. Di antara materi yang disampaikan adalah sejumlah amaliah bulan Ramadhan.

Duta Islam Nusantara

Usai memberikan beberapa penjelsannya, salah satu karyawan menanyakan shalat tarawih yang dilaksanakan secara kilat. "Ada yang menanyakan shalat tarawih 7 menit, saya jawab bahwa shalat tarawih dengan jumlah rakaat sebanyak 20 adalah ijma sahabat dan aimmatul madzahib," katanya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Duta Islam Nusantara

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69413/karyawan-rsnu-jombang-rutin-ngaji-aswaja

Duta Islam Nusantara

Selasa, 02 Februari 2016

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-60 di aula Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada Senin malam (24/2). Kegiatan yang digelar pimpinan pusat pelajar NU tersebut bertema 60 Tahun Berkhidmah untuk Indonesia.

Kegiatan yang diikuti Pimpinan Wilayah IPNU itu diisi pidato Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam, stadium general Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjeend Sjafrie Sjamsoeddin dan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Sebagai bentuk penghargaaan kepada para pengabdi organisasi, PP IPNU memberikan plakat kepada mantan-mantan Ketua Umum IPNU dari periode awal sampa periode terakhir.

Bagaimanapun juga, 60 persen hidupnya (mantan-mantan Ketua Umum IPNU) dihabiskan di organisasi. Harus kita apresiasi atas pengabdiaannya, kata Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam.

Duta Islam Nusantara

Rangkain Harlah

Menurut Anam, beberapa rangkaian kegiatan peringatan harlah telah dilakukan mulai dari pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengadakan capacity building pemuda dan pelajar Indonesia di Salatiga dan Bogor.

Duta Islam Nusantara

Kemudian pra-Rakernas kedua dialaksanakan di Permata Hotel, Bogor, pada 13-15 Desember 2013. pra-Rakernas Corp Brigde Pembangunan (CBP) PP IPNU di Grobogan, Jawa Tengah, pada 27-29 Desember 2013.

Kemudian laga futsal bertema Rembuk Persaudaraan Pelajar Indonesia yaitu PP IPNU, PP Pelajar Islam Indonesia (PII), dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di Jakarta, 23 Januari 2014. Selanjutnya turnamen bulutangkis pelajar se-Jabodetabek kerjasama PP IPNU dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Istora Senayan, Jakarta, 21-23 2014.

Kemudian puncak peringatan hari lahir IPNU ke-60 digelar di aula Perpusnas, Jakarta, 24 Februari 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 24 sampai 27 Februari. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50403/pelajar-nu-peringati-harlah-ke-60

Minggu, 18 Mei 2014

Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Konferensi Wilayah NU DKI Jakarta ke-19 telah resmi dibuka oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Jumat kemarin. Berbagai rangkaian acara telah berlangsung, mulai dari apresiasi seni mahasiswa STAINU Jakarta, Sidang Pleno Tata Tertib, sampai dengan Pleno Laporan Pertanggungjawaban PWNU DKI Jakarta masa bhakti 2011 s.d 2016, serta pandangan umum perwakilan PCNU se-DKI Jakarta. Secara umum, LPJ tersebut diterima.

Dihadapan peserta konferwil berasal dari utusan PCNU, MWCNU, badan otonom dan lembaga di lingkungan NU DKI Jakarta, LPJ dibacakan oleh H Tubagus Robby, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta selama kurang lebih 45 menit.

Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)
Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)


Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima

LPJ setebal 140 halaman berisi kerja yang dilakukan PWNU selama ini, mulai dari konsolidasi PCNU, MWCNU, banom, dan lembaga, penataan manajemen organisasi, kaderisasi, renovasi kesekretariatan, pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan pengurus NU, sampai dengan program kepedulian sosial lainnya.

Penyampaian LPJ ditutup dengan evaluasi kerja dan tantangan yang dihadapi, diantaranya tantangan pendanaan, partisipasi pengurus yang pasang surut, serta kondisi sosial masyarakat Jakarta yang beragam, di mana NU DKI Jakarta berada di tengah pergerakan Islam transnasional.

Duta Islam Nusantara

Selanjutnya PCNU se-DKI Jakarta menyampaikan pandangan umum dan penilaian atas laporan tersebut. Pada prinsipnya mereka "menerima" LPJ PWNU priode 2011 - 2016. Tentu dengan berbagai pertimbangan dan catatan, diantaranya bagaimana NU DKI Jakarta harus mampu hadir menyapa dan melayani masyarakat Jakarta secara langsung, sebagaimana disampaikan salah satu PCNU dalam pandangannya. Red: Mukafi Niam

Duta Islam Nusantara

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66811/acara-berlangsung-lancar-lpj-pwnu-diterima-

Selasa, 01 April 2014

Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau

Duta Islam Nusantara - Setelah dibully oleh netizen akibat ulahnya menghina KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Pandu Wijaya (Probolinggo) bersama dua orang lainnya, yakni Bahtiar (Pemuda asal Tegal) dan Hasan Albetas, sowan ke rumah beliau di Leteh Rambang, Jumat (25/11/2016) sore.

Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau
Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau


Ini berita penghinaan Pandu Wijaya: Menghina Gus Mus "Bid'ah Ndasmu", Karyawan Adhi Karya Ini Diburu!

Dalam sehari, Gus Mus menerima tamu yang telah menghinanya. Ya, ketiga nama di atas tercatat pernah melakukan penghinaan kepada Gus Mus di media sosial. Jika Pandu Wijaya menghina secara kasar menggunakan bahasa Jawa, "Bid'ah Ndasmu", maka Hasan Albetas menyebut "Mukamu aja bidah mus" dalam akun Facebooknya. Ini cepretan status Hasan Albetas:

Status Hasan Albetas yang menhina Gus Mus

Begitu juga dengan Bahtiar Prasojo. Anak Tegal ini datang sowan ke Leteh karena mengaku salah telah menghina Gus Mus, tokoh sangat dihormati warga NU seluruh dunia. Dalam akunnya, ia menyebut kasar Gus Mus sebagai orang yang tidak layak disebut kiai dan gus. Ini status kasarnya.

Status Bahtiar Prasojo yang menghina Gus Mus Setelah sowan, Bahtiar membuat status di akun Facebooknya Bahtiar Prasojo yang berisi pesan dari Gus Mus. Nasihat yang diucapkan Gus Mus kepada dirinya adalah: 1). "Janganlah menjadi orang yang jika senang, terlalu senang, dan jika benci, terlalu benci. Nanti Anda tidak bisa berbuat adil," 2) "Jangan menghakimi dan memvonis seseorang sebelum mengenalnya."

Kendati Gus Mus sendiri tidak ingin menuntut apa-apa dari Pandu, Bahtiar dan Hasan Albetas, bahkan menganggap tidak ada yang perlu dimaafkan, Pandu dkk. tetap datang sowan untuk meminta maaf. Bagi Gus Mus, kesalahan Pandu dkk. mungkin hanyalah menggunakan "bahasa khusus" yang digunakan di tempat umum. Ini tweet Gus Mus:

Tweet Gus Mus memaafkan Pandu Wijaya Ning Iyah, salah putri Gus Mus, menceritakan ketika abahnya ndawuhi (memberikan nasihat) kepada tamu-tamu itu. Ini dawuh Gus Mus ke mereka, "nomerku catet yo.. awakmu nek arep muring2 apa meh misuhi aku kari wa.. dadi wong2 gak ana sing reti/ nomorku catat ya, kalau kamu ingin ngamuk-ngamuk apalagi menghardik, tinggal WA saja aku, jadi orang-orang tidak ada yang tahu," tulis Ning Iyah dalam WA menirukan perkataan abahnya, sekitar pukul 5. 24 PM (25/11/2016).

Melihat Abahnya yang tabah ke penghinanya itu, Ning Iyah hanya mengucap, "ya Allah.....Abah". Sepertinya, Ning Iyah sedang melihat Abahnya sedang memberikan teladan baik kepada siapa pun.

Bukan hanya itu, Gus Mus juga bersedia foto selfie bersama Pandu Wijaya dan kawan-kawan yang telah menghinanya. Foto-foto ini didapatkan Duta Islam Nusantara dari beberapa group santri yang beredar serta dari akun Facebook M Dhofarul Muttaqqiin. [Duta Islam Nusantara/ab]

Sedeku: Pandu Wijaya (kiri) sedang mendengarkan dawuh Gus Mus

Minta Maaf: Bahtiar (dua dari kiri) sowan ke Gus Mus Dari kiri: Pandu Wijaya, Gus Mus dan Hasan Albetas

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/ini-cara-maki-maki-ke-gus-mus-sesuai-saran-beliau.html

Senin, 06 Mei 2013

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

Duta Islam Nusantara - Tata cara Sholat Dhuha hampir sama dengan sholat sunat lainnya. Syarat dan rukunnya pun sama. Harus bersih dari hadats kecil dengan melakukan wudlu. Yang menjadi perbedaan adalah batas waktu Sholat Dhuha, bacaan niat Sholat Dhuha, surat yang dibaca ketika berdiri dan bacaan doanya. Kita bahas satu-satu yah.

Niat Sholat Dhuha Niat dilakukan di dalam hati. Namun untuk memudahkan kita menata niat Sholat Duha itu, disunatkan untuk melafalkannya secara lisan. Ini artinya, ketika mengucapkan niat tersebut, harus terdengar oleh telinga kita, tidak harus dilisankan keras-keras hingga terdengar orang lain di samping atau di luar ruangan. Itu terlalu pamer, bukan syiar namanya.

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - Duta Islam Nusantara
Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - Duta Islam Nusantara


Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

Berikut ini adalah niat Sholat Duha, sebagaimana kami kutip dari kitab-kitab salaf.

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Cara pengucapan: usholli sunnatad dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Duta Islam Nusantara

Artinya: "Aku niat melakukan shalat sunat dhuha dua rakaat, menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."

Duta Islam Nusantara

Jika masih belum bisa, silakan download atau dengarkan pengucapan Sholat Dhuha di Souncloud Duta Islam. Klik di bawah ini!

Kalau ingin mengerjakan Sholat Dhuha lebih dari dua rakaat, maka, niat yang Anda lafalkan tetap sama seperti di atas. Mengapa, karena dalam Sholat Dhuha, Anda harus harus menutup dengan salam setiap dua rakaat selesai dikerjakan. Mau target 12 rakaat pun, tiap 2 rakaat, Anda harus salam, lalu mulai niat kembali seperti dilafalkan di atas.

Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Setelah niat Allahu Akbar (tangan diangkat ke atas seperti sholat fardhu), selanjutnya Anda membaca doa iftitah, al-Fatihah dan juga surat-surat pendek. Pada Sholat Dhuha, surat-surat pendek yang dibaca ada kekhususan tersendiri. Sebaiknya mengikuti yang sudah ada keterangan dari ulama salaf.

Menurut pendapat Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib, surat pendek yang dibaca setelah membaca surat al-Fatihah dalam Sholat Dhuha adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.

Jika tidak hafal, Anda bisa membaca surat pendek khusus Sholat Dhuha lainnya, yakni Al Kafirun (pada rakaat pertama) dan surat al-Ikhlash (rakaat kedua). Ini mengikuti pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli.

Jika Anda mengerjakan lebih dari dua rakaat, maka, para ulama menganjurkan untuk membaca surat Asy Syams dan Ad-Dhuha pada dua rakaat pertama, kemudian membaca al-Kafirun dan al-Ikhlash pada rakaat ke-3 dan ke-4 dan seterusnya hingga maksimal 12 rakaat.

Setelah Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Selanjutnya, lakukan gerakan Sholat Dhuha sebagaimana sholat fardhu (bukan sholat idul fitri dan sholat mayit lo yah...heheh) seperti ruku, i'tidal, sujud, duduk antara dua sujud dan seterusnya sampai membaca tasyahud dan salam.

Doa Setelah Sholat Dhuha Setelah selesai Sholat Dhuha, bacalah doa yang khusus untuk Sholat Dhuha. Hafalkan doanya, resapi maknanya, angan-angan artinya. Insyaallah itu bagian dari cara berdoa untuk melapangkan rizki.

Dalam doa Sholat Dhuha di bawah ini, ada adab yang mengajarkan kepada kita untuk bertawassul dengan Hakikat Waktu Dhuha Allah (bi haqqi dhuhaika), yang diriwayakan dari hadits shahih. Jadi, ketika berdoa usai Sholat Dhuha, artinya Anda sedang melakukan perintah Nabi untuk bertawassul kepada Allah melalui wasilah waktu Dhuha.

Bacalah Doa Sholat Dhuha di bawah ini.

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA A DHUHAAUKA, WAL BAHAA A BAHAA UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

Jika Anda masih kurang lancar membaca doa Sholat Dhuha di atas, silakan dengarkan pengucapan doa Sholat Dhuha di atas dengan klik audio di Souncloud Duta Islam.

Demikian Cara Sholat Dhuha yang disajikan oleh Redaksi Duta Islam untuk memenuhi beberapa permintaan pembaca tentang tata cara sholat dan bentuk ibadah lainnya. Semoga ini bagian dari amal jariyah kami yang dirodloi Allah. Amin [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/cara-sholat-dhuha-lengkap-dengan-niat-dan-doanya-bisa-download.html

Senin, 19 November 2012

Nasehat Kyai Maimun Zubair Kepada Guru

KH. Maimun Zubair Duta Islam Nusantara - Berikut ini adalah nasihat bijak kepada guru dari KH. Maimun Zubair yang bisa Anda renungkan dan juga bisa disebarkan kepada para guru sebagai pengingat sekaligus menata niat ketika mengajar kepada para murid:

Baca: Meneladani Nasionalisme Guru Tua Habib Idrus Al-Jufri

Nasehat Kyai Maimun Zubair Kepada Guru - Duta Islam Nusantara
Nasehat Kyai Maimun Zubair Kepada Guru - Duta Islam Nusantara


Nasehat Kyai Maimun Zubair Kepada Guru

“Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus penerus agar muridnya mendapat hidayah.”

Selain yang telah dipesankan oleh Kiai Maimoen di atas, pesan bijak berikut juga patut direnungkan untuk para guru:

“Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga”.

Duta Islam Nusantara

Duta Islam Nusantara

Selamat berjuang wahai para pahlawan ilmu. Semoga dari tanganmu akan lahir generasi tangguh, berilmu dan berakhlak. Aamiin. [Duta Islam Nusantara]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/nasehat-kyai-maimun-zubair-kepada-guru.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock