Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) melaunching program Gerakan Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan yang disingkat Gelatik. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sari Pan Pasific, Senin (19/9) ini dihadiri pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta perwakilan organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam sambutannya, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini menjelaskan, program Gelatik dilatarbelakangi maraknya tindak kekerasan yang menimpa anak akhir-akhir ini. Apalagi, sebagai organisasi Fatayat NU juga fokus terhadap kasus-kasus sosial kemasyarakatan salah satunya terkait tindak kekerasan.

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)


Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

"Sejak terbentuk memang Fatayat jelas fokus terhadap masalah sosial yang ada. Kali ini, kami khusus memprogramkan Gelatik agar anggota-anggota Fatayat hingga tingkat Pengurus Anak Ranting turut serta melindungi anak-anak dari kekerasan," ujarnya.

Ditambahkan, sementara ini sebagai langkah awal akan program Gelatik akan dilakukan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Lampung Timur sebagai pelopor awal. "Rencana ke depan semoga bisa menyeluruh ke semua tingkatan pengurus Fatayat NU," imbuhnya.

Duta Islam Nusantara

Duta Islam Nusantara

Selain launching program, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPPPA sebagai tindaklanjut program dalam jangka panjang serta turut serta mengantisipasi masalah kekerasan di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Anak KPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengapresiasi kegiatan yang diprogramkan pihak PP Fatayat NU. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan partisipasi semua elemen untuk menanggulangi masalah kekerasan ini.

"Selama ini, pihak KPPPA sudah mencanangkan berbagai program mulai Kota Layak Anak (KLA) hingga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang melibatkan langsung masyarakat dari semua tingkatan," ujarnya.

Dia yakin, kesadaran untuk menjaga anak sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus bersinergi. "Selama ini, masalah-masalah anak terjadi karena orang tua kurang peduli, anak yang tak mampu memahami situasi hingga kurangnya komunikasi antar keluarga," jelasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71347/bersinergi-dengan-kpppa-fatayat-nu-launching-program-gelatik-

Jumat, 02 September 2016

Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia

Bandung, Duta Islam Nusantara. Di saat negara-negara muslim sedang berada dalam konflik dan ketidakstabilan, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar menjadi rujukan dunia. Kehidupan umat Islam yang rukun dan harmonis patut menjadi percontohan tingkat dunia.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali dalam sambutan peresmian sebelas gedung baru di Aula Utama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (26/3).

Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)


Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia

Menurut Menag, negara-negara di timur tengah tidak lagi menjadi rujukan Islam disebabkan beraneka ragam mazhab dan aliran politik di sana tidak bisa memelihara keharmonisan yang menyebabkan terjadi konflik antar umat Islam.

Duta Islam Nusantara

Umat Islam disana (timur tengah) dalam kondisi yang tidak sejuk, dalam kondisi yang kurang damai, saling curiga, saling menjegal, bahkan tidak sedikit diantaranya saling bunuh dengan mempergunakan senjata, ujar Menag menegaskan.

Suryadharma Ali melanjutkan, konflik umat Islam di Indonesia tidak begitu menonjol, apalagi perang saudara dengan menggunakan senjata dan pertumpahan darah.

Kendatipun demikian mantan ketua PB PMII ini mengemukakan bahwa, umat Islam Timur Tengah sesungguhnya masih bisa dipersatukan melalui berbagai khasanah dan peninggalan Islam terdahulu.

Duta Islam Nusantara

Misalnya, kota Mekkah yang mempunyai Masjidil haram yang di dalamnya terdapat kiblat shalat yaitu Kabah. Lalu kota Madinah yang mempunyai Masjid Nabawi yang terdapat makam nabi dalam areal tersebut. Dua kota ini dengan sejarah dan kesuciannya mestinya bisa menjadi pemersatu umat islam.

Di Indonesia, yang menjadi pemersatu umat Islam sesungguhnya adalah dengan peninggalan tradisi yang telah di ajarkan oleh Waliyullah, para kiai, dan para ulama seperti peringatan Isra Miraj, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan peringatan Nuzulul Quran. Dalam berbagai forum tersebut para ulama melakukan pengolahan nilai-nilai spiritual semisal pembacaan tahlil, tahmid, tasbih dan istighfar.

Itulah yang menambah kokoh iman dan ketaqwaan masyarakat Islam di Indonesia, kata Suryadharma

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dedy Ismatullah, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Fariz dan Ribuan tamu undangan memadati aula UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Bakti Habibie/Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51052/menteri-agama-indonesia-menjadi-rujukan-islam-dunia

Selasa, 02 Februari 2016

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-60 di aula Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada Senin malam (24/2). Kegiatan yang digelar pimpinan pusat pelajar NU tersebut bertema 60 Tahun Berkhidmah untuk Indonesia.

Kegiatan yang diikuti Pimpinan Wilayah IPNU itu diisi pidato Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam, stadium general Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjeend Sjafrie Sjamsoeddin dan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Sebagai bentuk penghargaaan kepada para pengabdi organisasi, PP IPNU memberikan plakat kepada mantan-mantan Ketua Umum IPNU dari periode awal sampa periode terakhir.

Bagaimanapun juga, 60 persen hidupnya (mantan-mantan Ketua Umum IPNU) dihabiskan di organisasi. Harus kita apresiasi atas pengabdiaannya, kata Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam.

Duta Islam Nusantara

Rangkain Harlah

Menurut Anam, beberapa rangkaian kegiatan peringatan harlah telah dilakukan mulai dari pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengadakan capacity building pemuda dan pelajar Indonesia di Salatiga dan Bogor.

Duta Islam Nusantara

Kemudian pra-Rakernas kedua dialaksanakan di Permata Hotel, Bogor, pada 13-15 Desember 2013. pra-Rakernas Corp Brigde Pembangunan (CBP) PP IPNU di Grobogan, Jawa Tengah, pada 27-29 Desember 2013.

Kemudian laga futsal bertema Rembuk Persaudaraan Pelajar Indonesia yaitu PP IPNU, PP Pelajar Islam Indonesia (PII), dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di Jakarta, 23 Januari 2014. Selanjutnya turnamen bulutangkis pelajar se-Jabodetabek kerjasama PP IPNU dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Istora Senayan, Jakarta, 21-23 2014.

Kemudian puncak peringatan hari lahir IPNU ke-60 digelar di aula Perpusnas, Jakarta, 24 Februari 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 24 sampai 27 Februari. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50403/pelajar-nu-peringati-harlah-ke-60

Selasa, 10 November 2015

Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah

Jember, Duta Islam Nusantara. Berbagai pihak meminta semua pihak untuk tidak terpancing bertindak sendiri-sendiri dalam menyikapi konflik Puger, Jember, yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Wakil Ketua MUI Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin, untuk hal-hal yang terkait dengan persoalan hukum, pihaknya mempersilahkan polisi menangani kasus Puger dengan bijak.

Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)


Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah

Soal hukum, kita pasrahkan kepada polisi. Kita bagian rekonsiliasi, tukasnya di sela-sela halal bihalal di Jember, Jumat (15/9) menanggapi ditetapkannya 9 tersangka kasus Puger oleh polisi, kemarin.

Duta Islam Nusantara

Gus Aab mengaku sudah sekian kali berkomunikasi dengan Kapolda Jawa Timur maupun Kapolres Jember. Intinya, dirinya meminta polisi untuk menegakkan hukum dengan tegas, baik dan benar. Tegas, belum tentu baik. Karenanya dalam mengambil keputusan, polisi juga perlu mempertimbangkan kearifan lokal, ungkapnya.

Ia menambahkan, Muspida, ulama dan umara dan pihak terkait terus berusaha untuk menemukan penyelesaian terbaik dari konflik Puger. Mencuatnya konflik Puger, kata Gus Aab, tidak bisa lepas dari faktor Sunni-Syiah sehingga penyelesaiannya juga harus berangkat dari titik tersebut.

Duta Islam Nusantara

Semoga kita semua segera menemukan format penyelesaian terbaik, yang sama-sama melegakan kedua belah pihak, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Puger, Agus Mudhofir berharap agar kasus tersebut mengakhiri perseteruan Sunni-Syiah yang sudah lama berlangsung.

Terus terang korban meninggal adalah pengurus ranting NU Pugerkulon. Tapi marilah kita akhiri semua ini. Sedangkan soal pelaku pembunuhnan kita serahkan kepada polisi, ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47076/kasus-puger-semoga-jadi-akhir-perseteruan-sunni-syiah

Duta Islam Nusantara

Selasa, 07 Juli 2015

Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme

Jember, Duta Islam Nusantara. Bertempat di Gedung SD Nahdlatul Ulama Karangrejo 03 kecamatan Gumukmas Kab. Jember, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong kembali memberikan pembekalan kepada para kadernya untuk memahami persoalan terkait terorisme dan kejahatan transnasional.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk penyuluhan dan dialog dengan tema Tolak Terorisme dan Kejahatan Transnasional tersebut menghadirkan empat orang narasumber, yaitu AKBP Jayadi (Kapolres Jember), Prof Dr H Abdul Halim Subahar, MA (ketua MUI Jember), KH Raefi Makshum (Ka. Kemenag Jember) dan HM Imam Ghozaly Aro, (anggota DPRD Jatim).

Kegiatan ini menurut Abd. Rohim, ketua PC GP Ansor Kencong, merupakan kepedulian GP Ansor untuk ikut menjaga ideologi bangsa dari rongrongan kekuatan asing yang mulai mengganggu keberadaan Pancasila sebagai dasar negara.

Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)


Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme

Dan, masih menurut Rohim dalam sambutan sebelum dimulainya kegiatan penyuluhan dan dialog ini, terkait kasus Puger, dimana orang yang ditengarai sebagai pengikut Syiah menganiaya Kiai NU merupakan akibat adanya pengaruh kejahatan transnasional yang sudah tidak bisa memandang perbedaan sebagai sebuah rahmat yang harus dijunjung tinggi.

Duta Islam Nusantara

Kegiatan yang dihadiri oleh labih dari dua ratus orang kader Ansor dan badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama Kencong tersebut juga dihadiri unsur Muspika kecamatan Gumukmas. Hadir juga Rais Syuriyah PCNU Kencong KH Khoir Zad Maddah.

Dalam amanatnya Rais Syuriyah banyak mengisahkan kisah hikmah dalam upaya melakukan dakwah. Menurut Gus Ya panggilan akrabnya, kita dalam melakukan amar maruf nahi mungkar harus juga dengan cara yang maruf. Tidak boleh melakukan nahi mungkar dengan cara melakukan kemungkaran.

Duta Islam Nusantara

Sementara itu, HM Imam Ghozaly Aro dalam arahannya sebagai keynote speaker menyampaikan persoalan kejahatan penjualan perempuan yang marak di Indonesia. Ia menceritakan pengalamannya ketika disambati kader Ansor yang saudaranya meninggalkan rumah tanpa pamit, dan saat ditemukan si anak perempuan tersebut sudah dibawa kendali seorang mucikari dan akan dikirim ke luar Jawa.

Prof HA Halim Subahar, MA menyampaikan terkait persoalan insiden Puger, dimana terjadi penganiayaan seorang kiai NU yang dilakukan oleh seorang yang terindikasi sebagai pengikut Syiah.

Saat ini, kata ketua MUI yang juga Guru Besar STAIN Jember ini sedang dikaji persoalan insiden Puger. Di mana semua kitab-kitab yang diajarkan pada pesantren Darus Sholihin, pesantren yang ditengarai mengajarkan Syiah, sedang dikaji oleh MUI Jember. Sementara persoalan penganiayaan sedang ditangani oleh Polres Jember.

Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi hasutan dan ajakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan upaya balas dendam kepada oknum yang melakukan penganiayaan terhadap kiai NU.

Sedang Kasat Reserse Polres Jember yang mewakili Kapolres banyak mengungkap persoalan kejahatan transnasional, seperti penyelundupan sabu-sabu, aksi terorisme dan pemahaman terkait persoalan undang-undang terorisme.

Muhammad Amiruddin dalam laporannya sebagai ketua panitia, menyampaikan bahwa kegiatan Penyuluhan dan Dialog ini merupakan respon GP Ansor dalam upaya membentengi kadernya agar tidak terprovokasi oleh insiden Puger.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Yasin Yusuf

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38523/ansor-kencong-beri-pembekalan-soal-terorisme

Rabu, 12 November 2014

Stok Aktivis Bahtsul Masail Menurun, PBNU Gelar Pendidikan Istinbathul Ahkam

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) menggelar pendidikan istinbathul ahkam (proses pengambilan keputusan dalam hukum Islam) di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten. Selama dua hari, Rabu-Kamis (8-9/2), pengurus harian LBM PBNU menjelaskan teknik-teknik musyawarah, teknik menghadapi masalah, dan juga cara membuat rekomendasi ala NU.

Tampak hadir sebagai narasumber di pesantren asuhan Rais Aam PBNU KH Maruf Amin ini adalah pengurus harian LBM PBNU seperti KH Abdul Moqhsith Ghozali, KH Solahuddin Al-Ayubi, KH Mahbub Maafi, dan KH Sarmidi Husna. Selain pria, tampak juga peserta pendidikan dari kalangan wanita.

Stok Aktivis Bahtsul Masail Menurun, PBNU Gelar Pendidikan Istinbathul Ahkam (Sumber Gambar : Nu Online)
Stok Aktivis Bahtsul Masail Menurun, PBNU Gelar Pendidikan Istinbathul Ahkam (Sumber Gambar : Nu Online)


Stok Aktivis Bahtsul Masail Menurun, PBNU Gelar Pendidikan Istinbathul Ahkam

Menurut Sekretaris LBM PBNU Kiai Sarmidi, pendidikan istinbathul ahkam dalam bahtsul masail diadakan mengingat kondisi SDM bahtsul masail yang sudah mulai berkurang. Sementara pesantren-pesantren yang memproduksi santri dengan kompetensi berbahtsul masail juga mulai berkurang.

Duta Islam Nusantara

Sangat urgen untuk melakukan pelatihan istinbathul ahkam dalam bahtsul masail di PCNU atau pesantren-pesantren yang kegiatan bahtsul masailnya kurang maksimal.

Pendidikan seperti ini, kata Kiai Sarmidi, merupakan upaya regenerasi dan kaderisasi pelaksanaan bahtsul masail guna menjaga eksistensi bahtsul masail.

Duta Islam Nusantara

Pendidikan ini merupakan program utama LBM PBNU, katanya. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75287/stok-aktivis-bahtsul-masail-menurun-pbnu-gelar-pendidikan-istinbathul-ahkam

Duta Islam Nusantara

Minggu, 18 Mei 2014

Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Konferensi Wilayah NU DKI Jakarta ke-19 telah resmi dibuka oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Jumat kemarin. Berbagai rangkaian acara telah berlangsung, mulai dari apresiasi seni mahasiswa STAINU Jakarta, Sidang Pleno Tata Tertib, sampai dengan Pleno Laporan Pertanggungjawaban PWNU DKI Jakarta masa bhakti 2011 s.d 2016, serta pandangan umum perwakilan PCNU se-DKI Jakarta. Secara umum, LPJ tersebut diterima.

Dihadapan peserta konferwil berasal dari utusan PCNU, MWCNU, badan otonom dan lembaga di lingkungan NU DKI Jakarta, LPJ dibacakan oleh H Tubagus Robby, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta selama kurang lebih 45 menit.

Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)
Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)


Acara Berlangsung Lancar, LPJ PWNU Diterima

LPJ setebal 140 halaman berisi kerja yang dilakukan PWNU selama ini, mulai dari konsolidasi PCNU, MWCNU, banom, dan lembaga, penataan manajemen organisasi, kaderisasi, renovasi kesekretariatan, pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan pengurus NU, sampai dengan program kepedulian sosial lainnya.

Penyampaian LPJ ditutup dengan evaluasi kerja dan tantangan yang dihadapi, diantaranya tantangan pendanaan, partisipasi pengurus yang pasang surut, serta kondisi sosial masyarakat Jakarta yang beragam, di mana NU DKI Jakarta berada di tengah pergerakan Islam transnasional.

Duta Islam Nusantara

Selanjutnya PCNU se-DKI Jakarta menyampaikan pandangan umum dan penilaian atas laporan tersebut. Pada prinsipnya mereka "menerima" LPJ PWNU priode 2011 - 2016. Tentu dengan berbagai pertimbangan dan catatan, diantaranya bagaimana NU DKI Jakarta harus mampu hadir menyapa dan melayani masyarakat Jakarta secara langsung, sebagaimana disampaikan salah satu PCNU dalam pandangannya. Red: Mukafi Niam

Duta Islam Nusantara

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66811/acara-berlangsung-lancar-lpj-pwnu-diterima-

Rabu, 26 Maret 2014

Kiai Said Dorong Persaingan Sunni-Syiah Secara Sehat

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Setelah meninggalnya Rasulullah, timbul berbagai aliran dalam Islam. Ada yang disebabkan oleh alasan politik dan ada pula yang disebabkan oleh perbedaan cara tafsir ajaran Islam terhadap berbagai persoalan baru.

Beberapa aliran yang muncul diantaranya adalah Kodariyah, Murjiah, Muktazilah, Khawarij, Syiah, dan Ahlusunnah. Dari sekian banyak aliran yang ada, kini dalam perjalanan 15 Abad Islam, tinggal Sunni (Ahlusunnah) dan Syiah yang tetap bertahan sedangkan lainnya secara nama sudah hilang, meskipun pengaruh alirannya tetap ada dalam berbagai bentuk.

Kiai Said Dorong Persaingan Sunni-Syiah Secara Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Dorong Persaingan Sunni-Syiah Secara Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Said Dorong Persaingan Sunni-Syiah Secara Sehat

Kiai Said meyakini, keberadaan dua aliran yang sudah terbukti mampu bertahan ini akan mampu bertahan jauh di masa depan. Persaingan pun akan terus berlanjut.

Duta Islam Nusantara

Sampai hari kiamat, Ahlusunnah dan Syiah mungkin tidak akan hilang. Buktinya 15 abad masih ada. Jadi kita harapkan persaingannya sehat. Yang positif. Masing-masing meningkatkan kualitasnya, katanya.

Duta Islam Nusantara

Saya bukan Syiah, tetapi saya ingin bersaing dengan Syiah yang sehat. Bukan persaingan fisik, bakar-bakaran dan kemudian saling mengusir, tegasnya.

Menurut Kiai Said, pengikut aliran Syiah memiliki kelebihan berupa militansi yang bagus. Militansi yang intelek, bukan militansi yang ngawur. Dalam kasus Palestina, di wilayah tersebut tidak ada orang Syiah, tetapi Iran lah yang paling menganggap musuh dengan Israel, Hizbullah yang paling menganggap musuh Israel.

Mengenai kepintaran orang Syiah, Kiai Said menjelaskan, hal ini bisa dilihat dari latar belakang peradaban Persia yang jauh lebih maju dari Arab. Begitu masuk Islam, tinggal ganti agama, ganti kitab suci Al-Quran, tetapi nilai-nilai peradabannya sudah mapan.

Ahli hadits tidak ada orang Arab, tetapi orang Persia semua. Bukhari, Muslim, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Dawud, Daruqutni, Daylimi, imbuhnya.

Ia menambahkan yang menciptakan ilmu nahwu, Imam Sibawaih merupakan orang Persia, yang menciptakan ilmu balaghoh atau kesusastraan bahasa Arab juga orang Persia, yaitu Amir bin Ubaid. Yang pertamakali menjadi mufassir besar, yaitu orang Tabaristan, yaitu Ibnu Jafar Attabari yang membuat tafsir 10 jilid. Imam Ghozali merupakan Persia. Abu Hanifah dan Imam Hambali orang Persia. Sementara Imam Syafii dan Imam Malik orang Arab.

Mengenai hubungan yang harmonis antara Sunni dan Syiah, Kiai Said yang menyelesaikan doktor di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, Mesir bisa menjadi contoh. Mesir dulu ada kelompok Syiah, Sunni, dan Kristen Ortodok. Mereka bisa hidup damai.

Ngak pernah ada konflik mazhab. 10 raja dari Syiah di Mesir dari dinasti Fatimiyah. Yang membangun kota Kairo orang Syiah, yang membangun masjid Al Azhar juga orang Syiah, tandasnya.

Sayangnya, Mesir kini sudah mulai ada yang terseret pada fanatisme kelompok seperti mulai adanya ISIS dan Al-Qaedah. (Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64843/kiai-said-dorong-persaingan-sunni-syiah-secara-sehat

Duta Islam Nusantara

Jumat, 17 Januari 2014

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Cirebon, Duta Islam Nusantara. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon menggelar Harlah ke-55 serta mengukuhkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan se-Kabupoaten Cirebon pada Ahad, (26/4) di Halaman NU Center Sumber, Cirebon.

Acara tersebut sangat meriah dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H Marwan Jafar, Bupati Cirebon, H Sunjaya Purwadisastra, Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah, dan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH, Usamah Manshur, serta para tokoh NU Cirebon.

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)


Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Pada kesempatan tersebut, Marwan Jafar menjelaskan, sebagai Banom NU, Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara rutin untuk melakukan pemberdayaan membangun desa.

"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program dan mengambil peran dalam pembangunan desa," katanya.

Duta Islam Nusantara

Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga melakukan penandatanganan MoU dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa.

Kementerian Desa ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan dan pembangunan pendidikan dan kesehatan perempuan di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal, ungkapnya.

Duta Islam Nusantara

Sementara itu, Ketua PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah mengatakan, Fatayat NU dengan usia 65 tahun harus memberikan pendampingan terhadap masyarakat agar terlepas dari jerat kemiskinan dan kebodohan.

Semoga dengan dilantiknya PAC Fatayat NU se-Kabupaten Cirebon bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pemberdayaan perempuan di desa-desa, pungkas Ida. (Ayub Ansori/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59130/fatayat-dan-mendes-dorong-perempuan-bangun-desa

Selasa, 06 November 2012

Tak Ada Pembenaran bagi Perang Ofensif dalam Islam

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Perang dalam Islam tidak sembarangan. Ia mesti melalui peraturan yang ketat. Islam tak mengizinkan mengangkat senjata kecuali untuk kepentingan bertahan atau membela diri lantaran terzalimi. Dengan bahasa lain, umat Islam diperkenankan menyerang hanya ketika dalam situasi diserang.

Pandangan ini disampaikan pakar fiqih dan hokum humaniter internasional, Prof Dr Ahmed al-Dawoody saat menjadi pembicara dalam diskusi Tashwirul Afkar di gedung PBNU, Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (29/7), bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer.

Tak Ada Pembenaran bagi Perang Ofensif dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Pembenaran bagi Perang Ofensif dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Tak Ada Pembenaran bagi Perang Ofensif dalam Islam

Tidak perang ofensif (jihad difai) dalam Islam, tegas penulis buku The Islamic Law of War: Justifications and Regulations ini dalam bahasa Arab.

Duta Islam Nusantara

Menurutnya, dengan merujuk kepada pandangan sejumlah ulama klasik, perang tak bisa dilakukan begitu saja hanya karena sasaran adalah nom-Muslim. Ia menegaskan, kebebasan beragama dijunjung tinggi oleh Islam. Bahkan perang di zaman Nabi pun di antara pemicunya lantaran jaminan kebebasan tersebut sedang dalam keadaan diserang.

Ia mengakui, dalam tradisi fiqih klasik terdapat pemilahan tiga bentuk negara, yakni darul harb (negara dalam suasana perang), darul islam (negara Islam), dan darul shulh (negara dalam sausana dalami). Mengutip pendapat Imam Abu Hanifah, Ahmed al-Dawody berujar, Negara Islam adalah ketika umat Islam dalam suatu wilayah mendapat jaminan keamanan menunaikan agamanya. Itulah darul islam.

Duta Islam Nusantara

Karena itu, doktor studi Islam lulusan University of Birmingham Inggris ini menolak paham dan tindakan sejumlah kelompok Islam yang berperang secara serampangan, apalagi sampai mengorbankan orang tak bersalah. Sebab, katanya, dalam banyak literatur hadits terpapar jelas bahwa Islam meski dalam situasi perang sekalipun, melarang melakukan kerusakan yang tak ada hubungannya dengan perang, seperti membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan menebang pohon.

Rasulullah, kata Ahmed, juga melarang serangan di malam hari yang potensial mengorbankan rakyat sipil, panah dengan racun di ujungnya, dan sejenisnya. Peraturan-peraturan tersebut bisa menjadi analogi bagi persenjataan kimia era kontemporer, karena menurutnya fiqih bersifat realistis dan pragmatis.

Andai saja kelompok-kelompok ekstrem itu memahami kerahmatan Islam sesungguhnya maka itu tidak akan terjadi, sesalnya.

Pembicara lain, mantan ketua Lakpesdam PBNU, Ulil Abshar Abdalla berpandangan, fiqih bukan hanya warisan Islam melainkan juga warisan kemanusiaan yang amat penting. Namun, ajarannya mengalami penyabotan. Fiqih Islam digunakan untuk melakukan kejahatan atas nama Islam. Dan penyabotan yang paling parah dilakukan oleh ISIS, katanya.

Ia menggarisbawahi bahwa pelajaran penting dari fenomena kebiadaban ISIS adalah dunia Islam menghadapi tantangan besar untuk menjadikan fiqih sebagai khazanah berharga yang terbuka, realistis, dan mengikuti perkembangan zaman yang berjalan terus-menerus. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70059/tak-ada-pembenaran-bagi-perang-ofensif-dalam-islam

Duta Islam Nusantara

Rabu, 26 September 2012

PBNU Buka Munas Ke-2 KMNU di Bandung

Bandung, Duta Islam Nusantara. Sembilan kali pukulan gong secara simbolik menandakan pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2 Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) di auditorium FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Jumat (22/1) siang. Ketua PBNU H Eman Suryaman membuka musyawarah yang akan berlangsung hingga Ahad (24/1).

Rangkaian acara tidak hanya digelar di UPI, tetapi juga di Pondok Pesantren Nurul Furqon, Lembang, Bandung.

PBNU Buka Munas Ke-2 KMNU di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Buka Munas Ke-2 KMNU di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Buka Munas Ke-2 KMNU di Bandung

H Eman menekankan kepada kader-kader terkait pentingnya menggali potensi yang dimiliki karena pada suatu saat nanti KMNU akan menjadi pemimpin masyarakat.

Duta Islam Nusantara

Tetapi harus tetap ikhlas khidmah kepada ulama supaya mendapatkan berkah, tutur H Eman membuka Munas tersebut.

Era sekarang sudah berubah. Tetapi era perubahan ini jangan sampai tersia-siakan. Kita harus siap dengan ilmu. Itulah pentingnya pendidikan, kata mantan Ketua PWNU Jabar di hadapan ratusan kader KMNU dan puluhan undangan dari berbagai organisasi badan otonom di kalangan NU.

Duta Islam Nusantara

Ia meminta KMNU untuk ikut berperan aktif menghadapi tantangan global. Kita jangan jadi penonton, tapi juga pelaku, tegas Ketua PBNU asal Cirebon itu.

Beberapa tokoh NU Jawa Barat juga tampak hadir antara lain Ketua Pergunu Jawa Barat, Rektor UPI Prof Furqon, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Prof Mahmud, pengasuh-pengasuh pesantren, dan juga Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Biro Pelayanan Dasar Jawa Barat. (M Zidni Nafi/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65190/pbnu-buka-munas-ke-2-kmnu-di-bandung

Minggu, 09 September 2012

Calon Wakil Gubernur pun Ziarah Makam Gus Dur

Jombang, Duta Islam Nusantara. Makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih menjadi magnet bagi semua orang, mulai rakyat hingga pejabat tidak kecuali kalangan aparat hingga politisi. Pun begitu calon wakil gubernur DKI pendamping, Alex Nurdin, Nono Sampono yang juga mantan wakil Paspamres nampak melakukan ziarah.

"Ini ziarah biasa, karena saya sangat dekat dengan Gus Dur. Saat beliau menjadi presiden, saya menjabat Wakil Paspampres," ujarnya usai berziarah bersama Pengasuh PP Tebuireng KH Sholahudin Wahid, Rabu (9/5).

Calon Wakil Gubernur pun Ziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Wakil Gubernur pun Ziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)


Calon Wakil Gubernur pun Ziarah Makam Gus Dur

Menurut Calon Gubernur dari Partai Golkar dan PPP ini, semangat Gus Dur dalam menerima keberagaman dan pluralisme sangat cocok untuk dilanjutkan bagi pemimpin DKI Jakarta.

"Tidak hanya di Jakarta sebenarnya, tapi di Indonesia semnagat itu harus menjadi pegangan bagi para peimpin," ujarnya menjawab wartawan.

Duta Islam Nusantara

Karenannya, dirinya akan berusaha menjalankan semangat presiden RI ke-4 itu jika terpilih menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

"Keberagaman Jakarta membutuhkan resep kerukunan. Dan selama ini, tokoh yang sangat konsisten dengan keberagaman dan kerukunan adalah almarhum Gus Dur," seraya mengatakan dengan resep kerukunan itu, "maka kelompok-kelompok yang selama ini termarginalkan bisa lebih diperhatikan."

Duta Islam Nusantara

Sementara itu Pengasuh PP Tebuireng KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, kunjungan mantan Waka Paspampres ke Tebuireng hanya untuk silaturrahmi dan ziarah ke makam Gus Dur dan kakeknya.

"Tidak ada agenda atau minta restu, hanya ziarah biasa," ujarnya.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muslim Abdurrahman

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37833/calon-wakil-gubernur-pun-ziarah-makam-gus-dur

Duta Islam Nusantara

Sabtu, 18 Agustus 2012

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Jeddah, Duta Islam Nusantara. Menteri Agama RI Suryadharma Ali meminta agar pemerintah Kerajaan Saudi memperbanyak tanda-tanda dan arahan berbahasa Indonesia di Masjidil Harram, Armina dan Masjid Nabawi untuk mempermudah jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah.

"Jamaah Indonesia lebih banyak dari pada jamaah Turki, Malaysia, Pakistan, India dan jamaah lainnya jadi sudah sepatutnya Kerajaan Saudi memberi kemudahan dengan memberi tanda dan arah berbahasa Indonesia," kata Suryadharma di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Kamis.

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada Kerajaan Saudi yang sudah membangun dan memperlebar tempat pelontaran jumrah yang lebih besar dan luas sehingga jamaah tidak berdesak-desakan.

Duta Islam Nusantara

"Sekarang melontar jumrah lebih leluasa tanpa perlu khawatir akan jatuh kurban seperti dahulu," kata Menteri. Dia juga menyebut fasilitas ke Arafah, Muzdalifah dan Mina juga akan semakin baik dengan adanya monorel.

Suryadharma juga memberi apresiasi atas perluasan Masjidil Harram yang akan memberi kenyamanan kepada jamaah untuk beribadah.

Duta Islam Nusantara

Di sisi lain, menjelang wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan Mina, Suryadharma mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kesehatan.

"Jangan sampai pada saat wukuf yang menjadi rukun haji, jamah jatuh sakit," katanya.

Dia menungkapkan sejumlah jamaah haji mengabaikan makan tiga kali sehari dan menyisihkan biaya hidup dari Kementerian Agama untuk membeli oleh-oleh.

Jamaah mendahulukan oleh-oleh untuk sanak keluarga dan tetangga sementara kesehatannya terganggu lalu jatuh sakit.

Wukuf di Arafah adalah rukun haji, artinya jika tidak wukuf maka haji seseorang tidak sah. Pada jamaah yang sakit di rumah sakit, petugas Indonesia mengangkut mereka dengan ambulans untuk berwukuf di Arafah. Tindakan ini dikenal dengan safari wukuf.

Praktik safari wukuf hanya diberlakukan pada jamaah sakit yang memungkinkan secara medis berjalan dengan ambulans hingga ke Arafah lalu kembali lagi ke rumah sakit.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber : Antara

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40357/saudi-diminta-perbanyak-tanda-berbahasa-indonesia

Duta Islam Nusantara

Sabtu, 17 Maret 2012

Sebutan TBC Timbulkan Kesan Negatif

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Sebutan TBC yang digunakan untuk menyebut penyakit Tuberkulosis menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat. Ketika mendengar sebutan TBC, masyarakat mengasosiasikan penderitanya dengan kemiskinan, kumuh, jorok, dan lain-lain.

Demikian diungkapkan oleh Koordinator Kesehatan Masyarakat PP LKNU Esti Febriyani kepada Duta Islam Nusantara di Kantor Sekretariat PP LKNU, Gedung PBNU lantai tujuh, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (26/3) petang.

Untuk mengubah kesan negatif yang melekat pada sebutan TBC, kita sebaiknya menyebut penyakit Tuberkulosis dengan ungkapan TB, tegas Esti Febriyani.

Esti Febriyani menambahkan, pemaknaan negatif merupakan pemahaman masyarakat di masa lalu. Pemaknaan itu perlu diubah karena menimbulkan kesenjangan sosial.

Sebutan TBC Timbulkan Kesan Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebutan TBC Timbulkan Kesan Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)


Sebutan TBC Timbulkan Kesan Negatif

Secara moral, lanjut Esti, pemaknaan negatif itu perlu dipertanyakan. Makna negatif yang melekat menutup pintu partisipasi masyarakat itu sendiri dalam pengentasan Tuberkulosis.

Tindakan diskriminasi akibat pemaknaan itu semakin menyudutkan penderita Tuberkulosis. Padahal, penderita TB membutuhkan dampingan-dampingan baik secara sosial maupun medis, pungkas Esti Febriyani.

Duta Islam Nusantara

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43368/sebutan-acirctbcacirc-timbulkan-kesan-negatif

Duta Islam Nusantara

Duta Islam Nusantara

Kamis, 12 Januari 2012

Presiden Jokowi Blusukan ke PBNU

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Rabu (24/12) pagi. Kedatangan Jokowi disambut oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di halaman kantor yang dibangun oleh KH Abdurrahman Wahid itu.

Meski terkenal dengan blusukan dan datang tiba-tiba, namun blusukan Jokowi ke kantor PBNU sudah terdengar di kalangan pengurus sejak Selasa malam. Jadi kedatangannya sudah dipersiapkan.

Presiden Jokowi Blusukan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Blusukan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Presiden Jokowi Blusukan ke PBNU

Sekjen PBNU Marsudi Syuhud Selasa malam mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Selasa sore. Benar Pak Jokowi akan bersilaturahim ke PBNU. Sore tadi sekitar jam enam kami mendapatkan konfirmasi dari Mensesneg, katanya.

Selasa malam, Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali bersama Sekjen Marsudi Syuhud, Wasekjen Abdul Munim DZ, dan bendahara Umum Bina Suhendra, tampak asyik ngobrol dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto.

Duta Islam Nusantara

Duta Islam Nusantara

Jokowi tiba di kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu pagi sekitar pukul 08.20 WIB. Jokowi yang mengenakan baju batik coklat langsung bersalaman dengan Said Aqil dan Lukman Hakim yang juga berpakaian batik.

Ketiganya berjalan beriringan menuju ke lift dan naik ke ruang rapat di lantai 5, tepat di samping ruang redaksi Duta Islam Nusantara, tanpa memberikan penjelasan apapun kepada wartawan.

Usai dari PBNU, Jokowi juga dijadwalkan blusukan ke kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. (Musthofa Asrori/Anam)

Foto: detik.com

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/56551/presiden-jokowi-blusukan-ke-pbnu

Duta Islam Nusantara

Minggu, 07 Agustus 2011

Gubernur Sulut: Tidak Ada NU, Tak Ada Indonesia

Jombang, Duta Islam Nusantara. Ujian dalam menjaga integritas bangsa semakin berat lantaran banyaknya kepentingan yang melingkupi. Baik kepentingan investasi, kekuasaan serta motivasi yang lain. Mereka seakan tidak terlalu peduli dengan ancaman terhadap keutuhan NKRI. Padahal kemajemukan adalah sebuah pilihan yang tidak terhindarkan.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, saat menjadi pembicara dalam diskusi "Mengungkap Penyebab dan Penyelesaian Konflik Antar Agama di Ambon" yang digelar di Pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad (29/9).

Gubernur Sulut: Tidak Ada NU, Tak Ada Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sulut: Tidak Ada NU, Tak Ada Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Gubernur Sulut: Tidak Ada NU, Tak Ada Indonesia

"Kemajemukan itu sunnatullah, harus diterima, majemuk ada dimana-mana," katanya. Belajar dari kasus kerusuhan Ambon dan Maluku beberapa tahun silam, Sarundajang meminta semua pihak tidak menggunakan simbol agama untuk memuluskan langkahnya meraih tujuan. Apalagi jika hal itu berkaitan dengan politik. Menurutnya, penggunaan simbol agama dalam tujuan politik bisa membahayakan keutuhan bangsa. "Jangan menggunakan agama sebagai alat politik, ini berbahaya," ujarnya.

Duta Islam Nusantara

Sarundajang mengungkapkan bahwa akar penyebab konflik di Maluku dan Maluku Utara, antara lain persoalan kesenjangan sosial, perebutan sumberdaya alam, serta pertikaian elit politik dan birokrasi. Faktor-faktor tersebut kemudian dibungkus menjadi konflik agama. "Sebenarnya tidak ada konflik agama, tetapi provokasi yang kuat dari sejumlah fihak mengarahkan konflik itu sebagai konflik agama," terangnya.

Dia menuturkan, saat diminta untuk memediasi konflik di Maluku dan Maluku Utara, dirinya selalu memegang keyakinan bahwa konflik itu bukan konflik berlatar agama. "Prinsip saya bahwa suku, etnis, ras dan agama boleh berbeda, iman dan keyakinan boleh berbeda. tetapi semuanya adalah satu, yaitu satu bangsa Indonesia," kata Surandajang.

Duta Islam Nusantara

Keberagaman suku, ras, agama dan etnis merupakan sesuatu yang ada sejak lahirnya bangsa Indonesia dan hal itu harus dijaga sebab itu merupakan ciri kebesaran bangsa Indonesia. Menurut Surandajang, kebersamaan dalam keberagaman yang kini tercipta di Indonesia, tidak lepas dari peran-peran tokoh Nahdlatul Ulama (NU), seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Chasbullah dan KH. Bisri Syansuri yang sedari awal memperjuangkan asas Pancasila sebagai dasar negara.

Negara Pancasila, lanjutnya, memperjuangkaan kesetaraan antar semua golongan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Negara Pancasila menolak diktator mayoritas dan tirani minoritas, katanya. Saya mempelajari betul bagaimana perjuangan tokoh-tokoh pendiri NU. Pandangan saya, tidak ada NU, tidak ada ini Republik," lanjut Surandajang.

Diskusi ini menghadirkan pembicara yakni, DR. Sinyo Harry Sarundajang, mantan PJ. Gubernur Maluku Utara, DR. H. Muhammad at Tamimy, mantan wakil panglima perang Laskar Jihad, DR. H. Imam Suprayogo, Rektor UIN Malang, serta KH. Sholahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang. Acara diikuti sejumlah akademisi, mahasiswa dan para santri sejumlah pondok pesantren di Jombang. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47386/gubernur-sulut-tidak-ada-nu-tak-ada-indonesia

Selasa, 23 November 2010

5 Siswa Madrasah Borong Medali Olimpiade Matematika Internasional di Singapura

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Siswa-siswi madrasah kembali meraih prestasi di kompetisi tingkat internasional. Lima orang siswa-siswi madrasah sebagai duta bangsa Indonesia berhasil menorehkan prestasi di ajang Singapura International Math Olympiad Challenge (SIMOC).

SIMOC merupakan ajang kompetisi matematika yang mengusung konsep unik, karena tidak hanya menguji kemampuan pesertanya dengan memecahkan masalah matematika melalui kertas dan pena akan tetapi juga menguji kemampuan untuk bekerja dalam tim untuk bermain game matematika interaktif dan memecahkan masalah teka-teki

5 Siswa Madrasah Borong Medali Olimpiade Matematika Internasional di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Siswa Madrasah Borong Medali Olimpiade Matematika Internasional di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)


5 Siswa Madrasah Borong Medali Olimpiade Matematika Internasional di Singapura

SIMOC adalah ajang yang diperuntukkan siswa-siswi Sekolah Dasar kelas 2 (Primary 2) hingga Sekolah Menengah Atas Kelas 10 (Secondary 4), telah berlangsung tanggal 12 15 Agustus 2016 lalu diikuti tidak kurang dari 700 peserta yang berasal dari 15 negara, meliputi ; Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Hong Kong, Kamboja, India, Uzbekistan, Bulgaria, Myanmar, China, Mongolia, Laos, Brunei dan Russia.

Duta Islam Nusantara

Direktur Madrasah Nur Kholish Setiawan menyambut gembira prestasi yang diraih siswa-siswi madrasah peraih medali di ajang Singapura International Math Olympiad Challenge (SIMOC).

Siswa-siswi yang berprestasi ini telah menghadirkan sesuatu yang sifatnya inovatif dan melahirkan rasa bangga, ujar Nur Kholish ketika menerima peraih juara SIMOC di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (30/8) dirilis laman Kemenag.

Duta Islam Nusantara

Ia juga turut merasa bangga atas prestasi para siswa madrasah di ajang SIMOC di bawah bimbingan para pembina dan guru madrasah yang juga turut mendampingi siswa-siswinya.

Prestasi ini harus kita pertahankan dan tingkatkan, ujar Nur Kholish seraya meminta kepada jajaran Direktorat Pendidikan Madrasah agar terus mendukung perkembangan dan peningkatan prestasi siswa-siswi madrasah.

Nur Kholish juga berharap agar prestasi-prestasi yang telah diraih oleh madrasah dapat menjadi virus positif bagi siswa-siswa madrasah lain dan dapat menumbuhkan budaya prestasi di lingkungan madrasah.

Kreativitas dan inovasi akan membuat madrasah akan tampil beda dan mendapatkan recognisi dari masyarakat, ujar Nur Kholish.

Berikut ini peraih medali di ajang Singapura International Math Olympiad Challenge (SIMOC) :

1. Anisa Hayati (15) siswi kelas X MA Mathalibul Huda Jepara peraih Gold Award SIMOC Math Olympiad Contest & Gold Award SIMOC Mind Sports Challenge.

2. Septiana (14) siswi kelas X MA Abadiyah Pati peraih SilverAward SIMOC Math Olympiad Contest.

3. Kholida Naili Muna (15) siswi kelas X peraih SilverAward SIMOC Math Olympiad Contest.

4. Muhamad Ulin Nuha (13) siswa kelas VIII MTs Abadiyah Pati peraih Silver Award SIMOC Math Olympiad Contest.

5. Dedi Wahyudi (14) siswa kelas XI peraih Bronze Award SIMOC Math Olympiad Contest & Silver Award SIMOC Mind Sports Challenge. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70938/5-siswa-madrasah-borong-medali-olimpiade-matematika-internasional-di-singapura

Duta Islam Nusantara

Sabtu, 23 Oktober 2010

Jangan Salah, Banser Itu Pesantren

Jakarta, Duta Islam Nusantara.

Kepala Satuan Koordinasi Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (28/11) menegaskan, Banser merupakan pesantren sehingga tidak layak bagi kader berpikiran sempit tentang organisasi itu.

Jangan Salah, Banser Itu Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Salah, Banser Itu Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Jangan Salah, Banser Itu Pesantren

"Kalau kiai mengantar ilmu pada santri, mengelola pesantren. Maka yakinkan juga bahwa Banser adalah pesantren kedisplinan diri, pesantren bela negara, pesantren penjaga Pancasila, pesantren untuk mendulang dan menebar amaliah Nahdlatul Ulama dalam kerangka Aswaja," kata dia.

Ia menambahkan, Banser ialah kader inti Gerakan Pemuda Ansor. Tentu dalam harakah atau gerakan menjadi berbeda dengan kader yang tidak inti.

Duta Islam Nusantara

"Sungguh sangat beruntung bagi Banser disebut sebagai sebagai kader inti. Jadi sesuaikan perilaku di lapangan. Kalau remeh-temeh, tingkat pengabdian rendah, apa pantas disebut kader inti?" kata dia lagi di Markas Komando Satkornas Banser.

Kader inti jika dikirim komandannya, baik pimpinan Ansor atau komandan Banser atas persetujuan Ansor untuk menjadi instruktur, menurut dia, tidak boleh menolak.

Duta Islam Nusantara

"Seperti itu konsekuensi menjadi kader penggerak, tidak boleh diam, harus jadi penggerak, disiplin dan bertanggungjawab. Banser ialah pengembang program-program sosial Ansor. Apa yang Ansor perintahkan, laksanakan. Apa yang Ansor putuskan, Banser harus melaksanakan dan mengawal, bukan sebaliknya," kata dia mengingatkan.

Kasatkornas Banser itu menambahkan, menjadi Banser harus berusaha memantaskan, mematutkan diri dengan apa yang dilakukan kiai-kiai Nahdlatul Ulama.

"Baru setelah kita memantapkan niatan itu, terus dan teruslah beribadah kepada Allah," demikian Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73335/banser-itu-pesantren

Duta Islam Nusantara

Senin, 11 Oktober 2010

PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Marsyudi Syuhud berpesan kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama agar mampu melindungi ideologi NU serta menjaga persatuan umat. Hal ini disampaikan saat melantik PCNU Kabupaten Kepulauan Seribu, di Gelanggang Olahraga Tidung, Pulau Seribu, Rabu (02/12).

Kiai Marsyudi mengatakan orang NU harus mampu, minimal menjaga ideologi NU dari arus ekstrimisme baik Barat maupun Timur. Lebih-lebih, para pengurus mampu memberikan solusi terkait masalah keagamaan kepada masyarakat sekitar.

PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Kepulauan Seribu Diminta Jaga Faham Aswaja

Di era perang ideologi yang saling menuding kelompok lain, NU harus hadir memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait persoalan agar masyarakat tidak keliru mengambil langkah, ungkapnya.

Duta Islam Nusantara

Lebih lanjut Kiai Marsyudi mengatakan bahwa dalam memilih program harus mampu memberi manfaat. Sehingga keberadaan Nahdlatul Ulama bisa dirasakan oleh masyarakat. Misalnya, kalaulah belum ada sekolah keagamaan, buatlah di sini. Jangan hanya meminta jabatan tetapi miskin kinerja, tambah Kiai Marsyudi, yang juga pengasuh Pesantren Darul Uchwah, Kebon Jeruk, Jakarta.

Ia menambahkan selain menjaga ideologi dari kelompok ekstrim, pengurus harus mampu menjaga persatuan umat. Pasalnya, karut marut yang ada di sekitar baik dari persoalan agama, ekonomi, pilkada serta lainnya adalah untuk saling mengadu domba. Sehingga, pandangan masyarakat sengaja dibentuk berbeda agar saling memusuhi.

Jangan mudah terprovokasi, hindarkanlah perpecahan dan jaga keutuhan umat, imbuhnya.

Duta Islam Nusantara

Turut hadir wakil sekretaris PBNU, Ishfah Abidal Aziz, pengurus PWNU DKI Jakarta, KH Rahimin. Selain melantik PCNU Kabupaten Kepulauan Seribu, juga dilantik pengurus para banom; Fatayat NU, Muslimat NU serta GP Ansor. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64052/pcnu-kepulauan-seribu-diminta-jaga-faham-aswaja

Duta Islam Nusantara

Rabu, 09 Juni 2010

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tengah menyiapkan sistem pendataan secara nasional melalui integrasi sistem Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Program Kartanu secara nasional akan resmi digulirkan mulai 27 Juni mendatang.

Alhamdulillah Senin 27 Juni besok cita-cita one identity number of NU members atau satu identitas warga NU akan mulai kita berlakukan secara nasional, terang Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di gedung PBNU, Senin (13/6).

9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)


9 Fungsi dan Manfaat Miliki Kartanu

Helmy mengaku optimis program ini akan berjalan lancar sesuai target yang diharapkan. Meski pada tahap awal baru mengagendakan pilot project di 43 PCNU saja, namun antusiasme warga NU di daerah dirasakan begitu besar.

Target kami dalam setahun pertama minimal 1 juta warga NU berkartanu.Tahun 2026 tepat satu abad NU nanti minimal 100 juta warga NU berkartanu. Bismillah mudah-mudahan, harapnya.

Duta Islam Nusantara

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal di era Kementerian Indonesia Bersatu jilid II ini menjelaskan, sedikitnya ada sembilan fungsi dan manfaat miliki Kartanu.

Duta Islam Nusantara

Pertama, ungkap Helmy, Kartanu berfungsi sebagai kartu identitas warga NU. Kedua, Kartanu sekaligus berfungsi sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ketiga, Kartanu sebagaimana tujuan awal yakni menjadi basis database warga NU.

Semua data demografis warga NU dari sini bisa diketahui. Mulai dari jenis-sektor pekerjaan, latar belakang pendidikan, induk organisasinya apa di NU, sampai jebolan pesantren mana dia berasal, semua bisa diketahui, paparnya.

Manfaat keempat, lanjut Helmy, laiknya tabungan syariah pada umumnya, Kartanu juga bisa difungsikan sebagai tabungan Haji dan Umroh. Kelima, Kartanu bisa berfungsi sebagai alat pembayaran.

Dengan aplikasi e-Kartanu yang sebentar lagi aplikasi sistemnya juga kita gulirkan, Kartanu kita nanti bisa digunakan untuk macam-macam transaksi. Misal bayar listrik, beli pulsa, beli tiket, dan lain-lainnya, tambahnya.

Manfaat berikutnya, kata Helmy, warga NU pemegang Kartanu bisa mendapatkan fasilitas diskon di beberapa gerai belanja. Diskon yang sama bisa juga diperoleh saat berhubungan dengan PTNU dan RSNU di semua daerah.

Ketujuh, Kartanu memiliki kelebihan lain yakni berfungsi sebagai asuransi. Apabila ada warga NU yang terkena musibah akan mendapatkan santunan.

Kartanu juga bisa menjadi sarana bisnis antar warga. Mirip dengan aplikasi jual-beli online pada umumnya. Dimungkinkan terbangun ruang jual-beli yang saling menguntungkan antar warga NU.

Manfaat kesembilannya apa? Kartanu juga sekaligus available untuk tabungan masa depan. Kita siapkan ada Tazak (tabungan zakat), Takur (tabungan kurban), Tawaf (tabungan wakaf infaq dan sodaqoh), dan Kolam (kotak amal masjid dan musholla), tuturnya. (Didik/Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68975/9-fungsi-dan-manfaat-miliki-kartanu

Duta Islam Nusantara

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock