Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nu Online. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

Solo, Duta Islam Nusantara. Forum Silaturrahmi Warga Nahdlatul Ulama Surakarta (Fosminsa) belum lama ini mengadakan pelatihan kefasilitatoran. Hal tersebut diungkapkan salah satu penggerak Fosminsa, Tohar Muhlasin, saat ditemui Duta Islam Nusantara, Jumat (27/9) lalu.

Tujuan pelatihannya agar kader NU bisa memfasilitasi sebuah forum, juga dapat menjadi leading di dalamnya, kata Tohar.

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)


Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

Para peserta yang mendapatkan pelatihan itu yakni para anggota Banom NU, di antaranya IPNU, IPPNU, Fatayat dan PMII. Pascapelatihan mereka diharapkan dapat memegang sendiri sebuah forum.

Duta Islam Nusantara

Di dalam pelatihan tersebut, Tohar yang juga menjadi pemateri memaparkan teknik untuk menjadi seorang fasilitator yang handal. Seorang fasilitator, dia harus banyak menggali pertanyaan dan mendata dari forum, terang Tohar yang juga kader PMII Solo.

Selain diberikan teori, para peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung ilmu yang baru didapatkan. Sebagian dari mereka ditunjuk, maju ke depan untuk belajar memfasilitasi forum.

Duta Islam Nusantara

Salah satu peserta, Habibi, menuturkan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ketua IPNU Solo itu mengatakan untuk menjadi fasilitator handal mesti banyak jam terbang dan sering dilatih. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47434/forum-warga-nu-surakarta-latihan-jadi-fasilitator

Duta Islam Nusantara

Jumat, 28 April 2017

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) melaunching program Gerakan Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan yang disingkat Gelatik. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sari Pan Pasific, Senin (19/9) ini dihadiri pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta perwakilan organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam sambutannya, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini menjelaskan, program Gelatik dilatarbelakangi maraknya tindak kekerasan yang menimpa anak akhir-akhir ini. Apalagi, sebagai organisasi Fatayat NU juga fokus terhadap kasus-kasus sosial kemasyarakatan salah satunya terkait tindak kekerasan.

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)


Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

"Sejak terbentuk memang Fatayat jelas fokus terhadap masalah sosial yang ada. Kali ini, kami khusus memprogramkan Gelatik agar anggota-anggota Fatayat hingga tingkat Pengurus Anak Ranting turut serta melindungi anak-anak dari kekerasan," ujarnya.

Ditambahkan, sementara ini sebagai langkah awal akan program Gelatik akan dilakukan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Lampung Timur sebagai pelopor awal. "Rencana ke depan semoga bisa menyeluruh ke semua tingkatan pengurus Fatayat NU," imbuhnya.

Duta Islam Nusantara

Duta Islam Nusantara

Selain launching program, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPPPA sebagai tindaklanjut program dalam jangka panjang serta turut serta mengantisipasi masalah kekerasan di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Anak KPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengapresiasi kegiatan yang diprogramkan pihak PP Fatayat NU. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan partisipasi semua elemen untuk menanggulangi masalah kekerasan ini.

"Selama ini, pihak KPPPA sudah mencanangkan berbagai program mulai Kota Layak Anak (KLA) hingga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang melibatkan langsung masyarakat dari semua tingkatan," ujarnya.

Dia yakin, kesadaran untuk menjaga anak sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus bersinergi. "Selama ini, masalah-masalah anak terjadi karena orang tua kurang peduli, anak yang tak mampu memahami situasi hingga kurangnya komunikasi antar keluarga," jelasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71347/bersinergi-dengan-kpppa-fatayat-nu-launching-program-gelatik-

Sabtu, 08 April 2017

Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik

Bandung, Duta Islam Nusantara. Pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Pendidikan Indonesia atau KMNU UPI periode 2013/2014 resmi dilantik oleh pembina KMNU UPI Achmad Samsudin di Masjid Al-Furqan UPI.

Para pengurus yang dilantik, Selasa (4/4) kemarin merupakan hasil oprec recruitment calon pengurus KMNU UPI 15-23 Maret 2013 dan menindaklanjuti Musyawarah Anggota ke-4 di Madrasah Diniyyah Al Falah, Panorama, Bandung pada Sabtu-Ahad (9-10/3) lalu.

Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengurus KMNU UPI Resmi Dilantik

Ketua Umum KMNU UPI Rifa Anggyana mengharapkan pengurus KMNU UPI yang baru bisa lebih baik dan dapat menyusun program kerja sesuai dengan prioritas dan kebutuhan organisasi, juga semua pengurus menandatangi pakta integritas kepengurusan KMNU UPI periode 2013/2014 dengan tujuan untuk menjaga komitmen dan loyalitas terhadap KMNU UPI.

Dalam sambutanya, pembina KMNU UPI Achmad Samsudin berharap pengurus baru akan memicu semangat baru bagi pengurus KMNU UPI.

Duta Islam Nusantara

Turut hadir dalam pelantikan, pembina KMNU UPI Azzi Hasan, Asep Jamaludin, Ketua Pengawas KMNU UPI Topikin Abdullah, Ketua Umum KMNU UPI periode 2012/2013 Faisal Ramdan dan warga KMNU UPI.

Duta Islam Nusantara

Para pengurus baru dalam kesempatan itu juga menandatangani Pakta Integritas Kepengurusan KMNU UPI Periode 2013/2014

Redaktur : A. Khoirul Anam

Sumber : KMNU UPI

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43531/pengurus-kmnu-upi-resmi-dilantik

Duta Islam Nusantara

Selasa, 28 Maret 2017

Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian

Cirebon, Duta Islam Nusantara. Selama tiga belas tahun dakwah di Mekkah, tak satupun dari 360 berhala di sekiling Kabah yang tergores oleh tangan Rasulullah. Baru setelah terjadi pembebasan Mekkah (Fathu Makkah) tahun 8 H, penduduk dengan kesadaran penuh membersihkan Masjidil Haram dari berhala-berhala yang dulu mereka sembah.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam taushiyah malam Seminar Internasional "Peran Ulama Pesantren dalam Mengatasi Terorisme Global" di Hotel Apita Green Cirebon, Sabtu (18/3).

Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)


Said Aqil: Dakwah Nabi Prioritaskan Kedamaian

Menurut Kiai Said, sejarah ini tidak menunjukkan bahwa Nabi menyetujui pemberhalaan, melainkan menegaskan bahwa perdamaian merupakan tahapan mutlak dalam proses menuju keimanan.

Duta Islam Nusantara

Fathu Makkah berlangsung tanpa pertumpahan darah. Bahkan dalam posisi super kuat saat itu Nabi justru membuka maaf bagi siapapun yang beriktikad baik membangun kemaslahatan bersama.

Duta Islam Nusantara

Ini namanya al-amnu qabla l-iman (prioritaskan kondisi aman sebelum keimanan), atau al-muasyarah qabla l-aqidah (prioritaskan pergaulan sebelum aqidah), urainya.

Kenyataan ini, demikian Kiai Said, didukung surat Ali Imran (159) yang menggambarkan bahwa jalan dakwah yang kasar akan selalu berbuah pada penolakan. Tak hanya itu, Nabi juga diperintahkan memberi maaf dan memohonkan ampun kepada Allah, serta mengakomodir partisipasi mereka dalam forum musyawarah.

Tidak ada dendam pada musuh-musuh lama. Ini menunjukkan kebesaran Islam dan kebesaran Nabi, tandasnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Reporter : Mahbib Khoiron

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/36991/said-aqil-dakwah-nabi-prioritaskan-kedamaian

Duta Islam Nusantara

Jumat, 10 Maret 2017

Ironi Pahlawan (Tanpa) Tanda Jasa

Bangunan madrasah itu terlihat megah dari kejauhan. Halamannya terhampar luas. Rerumputan tumbuh subur di halaman sekitar 2000 meter persegi ini. Sesekali terdengar tawa kecil dan celoteh siswa dari balik ruang kelas di dalam bangunan sekolah tersebut.

Namun, pemandangan tak lazim akan tampak saat anda mengelilingi satu persatu ruang kelas MI Islamiyah Ngawinan yang bernaung di bawah Yayasan Maarif ini. Enam ruang kelas itu terlihat sepi. Jumlah siswa di madrasah ini hanya mencapai 21 siswa. Kelas IV hanya dihuni dua siswa. Kelas I dan II masing-masing dihuni empat siswa, kelas V dan VI masing-masing dihuni tiga siswa. Kelas III dihuni paling banyak siswa di antara kelas lain yang mencapai lima anak.

Guru kami memang terlihat mengajar di ruang kelas, tetapi mereka serasa mengajar les privat, ungkap Kepala Sekolah, Sri Wahyuni, saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu (20/5).

Ironi Pahlawan (Tanpa) Tanda Jasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironi Pahlawan (Tanpa) Tanda Jasa (Sumber Gambar : Nu Online)


Ironi Pahlawan (Tanpa) Tanda Jasa

Kebanyakan guru selalu mengenakan seragam dinas berwarna abu-abu pada hari Senin. Namun tidak demikian halnya pada Pak Rifki. Guru yang mengajar kelas IV itu justru mengenakan baju batik yang seharusnya dipakai setiap hari Jumat.

Honor yang diterima Pak Rifki memang belum cukup untuk membeli seragam guru, terang Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni memahami masalah yang dihadapi 11 guru honorer yang mengajar di sekolahnya. Dia menganggap profesi yang dijalani guru honorer tersebut sebagai bentuk pengabdian dan pengorbanan.

Sebenarnya dia berkeinginan menyejahterakan semua guru honorer. Namun apa daya, dana BOS sudah habis digunakan untuk talangan pembiayaan kegiatan belajar mengajar, ujian nasional, dan lain-lain. Praktis, masing-masing guru hanya mendapatkan honor Rp 25.00 hingga 50.000/bulan.

Duta Islam Nusantara

Mereka sebenarnya lulusan S-1, tapi honornya jauh dari kata layak, ucap Sri Wahyuni.

Di Madrasah yang terletak di Dusun Ngawinan, Desa Jurangrejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten ini, sebetulnya terdapat tiga guru yang layak diusulkan mendapat tunjangan profesi dan sertifikasi. Akan tetapi mereka terkendala belum adanya Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Kami berharap sekali adanya donasi baik dari lembaga maupun perorangan. Pengorbanan guru-guru WB ini sudah seharusnya mendapatkan balasan yang setimpal, pintanya. (Moh Khodiq Duhri/Ajie Najmuddin)

Duta Islam Nusantara

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44841/ironi-pahlawan-tanpa-tanda-jasa

Duta Islam Nusantara

Rabu, 25 Januari 2017

Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai

Jombang, Duta Islam Nusantara. Kesiapan Panitia Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) PCNU Jombang akan diuji hari ini. Target kepemilikan kartu identitas hingga angka setengah juta adalah tantangan yang akan dibuktikan panitia.

Peluncuran program Kartanu untuk wilayah Jombang dimulai hari ini, Ahad (10/3). Menempati gedung serba guna KH Hasbullah Said di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, rangkaian seremonial diselenggarakan.

Pada acara pembukaan, akan diputarkan rekaman sosialisasi dari Kartanu ini, tandas Didik Firdiyanto yang dipercaya sebagai ketua panitia. Rekaman itu adalah sebagai juklak dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)


Pembuatan Kartanu Jombang Dimulai

Untuk bisa menggenjot target dari Kartanu untuk daerah MWC Jombang Kota, pihak panitia telah menyiapkan empat titik lokasi pemotretan. yang pertama adalah di Tambakberas ini, juga di daerah Sengon, Tunggorono serta Kantor PCNU Jombang, katanya kepada Duta Islam Nusantara.

Duta Islam Nusantara

Diharapkan dengan lebih banyak titik tersebut, antusias warga untuk memiliki kartu identitas akan semakin mudah terlayani. Waktu pemotretan juga akan berlangsung sejak jam 8 pagi hingga jam 9 malam, lanjutnya.

Sosialisasi yang secara silmultan dilakukan panitia dengan dukungan penuh para aktifis di PCNU semua tingkatan, lembaga, badan otonom serta lajnah cukup memberikan harapan bahwa target panitia akan terlampaui. Kami juga akan melakukan jemput bola kepada sejumlah warga yang belum terlayani program ini, tandasnya.

Duta Islam Nusantara

Memang khususu untuk di Jombang, ada beberapa keistimewaan bagi para pemegang Kartanu. Ada sejumlah keringanan biaya saat menggunakan fasilitas di sejumlah rumah sakit NU, kata Afandi, Sekretaris Panitia Kartanu. Rumah sakit yang telah menyatakan kesediaan adalah Rumah Sakit Unipdu Medika Peterongan, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombang, serta Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang.

Bahkan Direktur Utama Rumah Sakit Unipdu Medika, DR Zulfikar Asad berharap akan lebih banyak lagi manfaat yang akan diterima warga NU saat memiliki kartu identitas. Inilah yang perlu dipikirkan oleh para pengusaha, pemilik lembaga pendidikan dan sejenisnya, katanya. Jangan hanya memanfaatkan warga NU namun tidak memberikan manfaat kepada mereka, tandas Gus Ufik.

Program Kartanu di Jombang akan berlangsung dari tanggal 10 Maret hingga 8 Juli mendatang. Seluruh MWC akan mendapatkan giliran pemotretan Kartanu yang difasilitasi panitia dari PCNU Jombang.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43006/pembuatan-kartanu-jombang-dimulai

Duta Islam Nusantara

Jumat, 02 September 2016

Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia

Bandung, Duta Islam Nusantara. Di saat negara-negara muslim sedang berada dalam konflik dan ketidakstabilan, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar menjadi rujukan dunia. Kehidupan umat Islam yang rukun dan harmonis patut menjadi percontohan tingkat dunia.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali dalam sambutan peresmian sebelas gedung baru di Aula Utama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (26/3).

Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)


Menteri Agama: Indonesia Menjadi Rujukan Islam Dunia

Menurut Menag, negara-negara di timur tengah tidak lagi menjadi rujukan Islam disebabkan beraneka ragam mazhab dan aliran politik di sana tidak bisa memelihara keharmonisan yang menyebabkan terjadi konflik antar umat Islam.

Duta Islam Nusantara

Umat Islam disana (timur tengah) dalam kondisi yang tidak sejuk, dalam kondisi yang kurang damai, saling curiga, saling menjegal, bahkan tidak sedikit diantaranya saling bunuh dengan mempergunakan senjata, ujar Menag menegaskan.

Suryadharma Ali melanjutkan, konflik umat Islam di Indonesia tidak begitu menonjol, apalagi perang saudara dengan menggunakan senjata dan pertumpahan darah.

Kendatipun demikian mantan ketua PB PMII ini mengemukakan bahwa, umat Islam Timur Tengah sesungguhnya masih bisa dipersatukan melalui berbagai khasanah dan peninggalan Islam terdahulu.

Duta Islam Nusantara

Misalnya, kota Mekkah yang mempunyai Masjidil haram yang di dalamnya terdapat kiblat shalat yaitu Kabah. Lalu kota Madinah yang mempunyai Masjid Nabawi yang terdapat makam nabi dalam areal tersebut. Dua kota ini dengan sejarah dan kesuciannya mestinya bisa menjadi pemersatu umat islam.

Di Indonesia, yang menjadi pemersatu umat Islam sesungguhnya adalah dengan peninggalan tradisi yang telah di ajarkan oleh Waliyullah, para kiai, dan para ulama seperti peringatan Isra Miraj, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan peringatan Nuzulul Quran. Dalam berbagai forum tersebut para ulama melakukan pengolahan nilai-nilai spiritual semisal pembacaan tahlil, tahmid, tasbih dan istighfar.

Itulah yang menambah kokoh iman dan ketaqwaan masyarakat Islam di Indonesia, kata Suryadharma

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dedy Ismatullah, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Fariz dan Ribuan tamu undangan memadati aula UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Bakti Habibie/Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51052/menteri-agama-indonesia-menjadi-rujukan-islam-dunia

Kamis, 01 September 2016

Indonesia more tolerant than America and Europe

Jakarta, Duta Islam Nusantara. General Chairman of Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil "Kang Said" Siroj said that Indonesia has a more reliable openness than countries in America and Europe in dealing with the values of religious pluralism. In the country, religious believers have not only enjoyed freedom but also greatly appreciated every religious holiday, for example with the establishment of a national holiday.

"We can see, in America and Europe there is no such Idhul Fitri holiday for Muslims. In France, wearing hijab is also prohibited," he said in the presence of delegates of PCNU throughout eastern Indonesia in the Pre-Conference event held in Sudiang Hajj Dormitory, Makassar, South Sulawesi, on Wednesday (22/4).

Indonesia more tolerant than America and Europe (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia more tolerant than America and Europe (Sumber Gambar : Nu Online)


Indonesia more tolerant than America and Europe

And in Indonesia, he added, despite the small number of Buddhists and Confucians, they have still found the freedom to celebrate their great day. According to him, this is because the Muslims who are the majority population in Indonesia could really respect any difference.

Duta Islam Nusantara

Kang Said called this attitude as a character of so-called Islam Nusantara as preserved by NU as the countrys largest Muslim organization.

He asserted that Islam Nusantara did not see Islam as a doctrine of aqidah and syariah alone, but also about moral and civilization.

Duta Islam Nusantara

The cleric born in Cirebon, West Java, was of the opinion Islam could not be separated from the homeland and the local cultures. Therefore, nationalism and respect for local wisdom for NU are important to create an atmosphere of peaceful religious coexistence.

"Man laisa lahul ardlun laisa Lahut tarikh. Wa man laisa Lahut tarikh laisa lahu dzakirah. Whoever has no homeland, will never have history. And whoever has no history, will never have character," Kang Said said.

According to him, in the context of statehood, loving the country should be a priority over the group including Islam. This was not present in the majority of Muslims in the Middle East so that there have always been conflicts in the region.

"(Relying on) Islam (as a doctrice of aqidah) is not enough, there must be a national commitment," he said.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59046/039indonesia-more-tolerant-than-america-and-europe039

Duta Islam Nusantara

Senin, 22 Agustus 2016

Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Ribuan umat Islam yang berada di Orivinai Papua akan ikut menyukseskan Gerakan Nusantara Mengaji (GNM). Salah seorang koordinator GNM Indrajaya menyatakan, kurang lebih tiga belas daerah akan ikut menyukseskan Nusantara Mengaji.

"Kita Papua insya Allah akan melangsungkan 2000 hataman yang akan tersebar di beberapa daerah di Provinsi Papua seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi, Jayawijaya, Timika, Nabire, Yapen, Biak, Kerom, Wamena, Merauke, Bufendigul, dan Asmat," kata Indrajaya saat ditemui di Masjid Al-Askar Entrop.

Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)


Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran

Untuk di Jayapura, menurut Indrajaya, Walikota sendiri akan mengunjungi titik-titik yang menyelenggarakan Nusanara Mengaji.

Duta Islam Nusantara

"Program Nusantara Mengaji ini bertujuan mengajak umat Islam khususnya di Jayapura untuk berdoa bersama bagi keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bangsa dan rakyat Indonesia. Jadi walikota Jayapura sangat mendukung kegiatan ini. Insya Allah Walikota selain mengunjungi titik-titik yang mengadakan Nusantara Mengaji, ia juga akan hadir dalam acara pembukaan Nusantara Mengaji yang akan dilaksanakan di Masjid Asolihin, Abepura Ahad malam," tambah Indrajaya.

Abdul Wahab selaku koordinator Kantor Berita Aswaja (KBA) Provinsi Papua mendukung kegiatan Nusantara Mengaji. Menurut Wahab, pihaknya juga akan membantu dalam hal dokumentasi.

"Ini momen yang bagus untuk menunjukkan bahwa Papua itu indah penuh toleransi, kami berniat ingin ikut mempublikasikan secara live acara pembukaan Nusantara Mengaji yang akan dilaksanakan nanti malam melalui aplikasi Nutizen," tutur Abdul Wahab. (Red Alhafiz K)

Duta Islam Nusantara

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67978/umat-islam-di-papua-siap-khatamkan-2000-al-quran

Duta Islam Nusantara

Sabtu, 09 Juli 2016

Putri NU Jangan Hanya Jadi Kader Konsumsi

Bojonegoro, Duta Islam Nusantara. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bojonegoro, Muqoddimatus Sholichah mengimbau agar pelajar putri jangan hanya berperan sebagai penyedia konsumsi pada acara.

Lebih dari itu, kata dia, kader putri NU harus menguasai keterampilan supaya berguna di masyarakat. Sebagai kader putri NU, ia mengimbau harus bisa menunjukkan eksistensi di masyarakat.

Putri NU Jangan Hanya Jadi Kader Konsumsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Putri NU Jangan Hanya Jadi Kader Konsumsi (Sumber Gambar : Nu Online)


Putri NU Jangan Hanya Jadi Kader Konsumsi

Kita harus mengubah mindset kita yang awalnya lebih cenderung suka menjadi seksi konsumsi dalam sebuah kegiatan daripada menjadi seksi acara. Tumbuhkan mental yang berani tampil di depan umum, pintanya.

Duta Islam Nusantara

Ia menyampaikan hal itu pada pendidikan kilat (Diklat) MC (mastering of ceremony) untuk menggali dan mengembangkan minat serta bakat para kader yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang IPPNU Kecamatan Kanor, Bojonegoro mengadakan.

Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta tersebut berlangsung di Aula Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kanor pada 10 Oktober 2014

Duta Islam Nusantara

Ketua PAC IPPNU Kanor Siti Zumrotul Ula mengatakan diklat MC tersebut pertama kali diselenggarakan. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap dapat mengarahkan dan menyalurkan segala potensi yang dimiliki oleh para kader IPPNU.

Output dari pelatihan tersebut, lanjut dia, kader putri NU di wilayah tersebut dapat berperan dan menyumbangkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat yang banyak membutuhkan jasa dari profesi ini saat menggelar acara seperti hajatan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55035/putri-nu-jangan-hanya-jadi-kader-konsumsi

Duta Islam Nusantara

Rabu, 15 Juni 2016

Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja

Demak, Duta Islam Nusantara. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak, Jawa Tengah, secara tegas menolak ektremisme berkedok agama, termasuk paham ISIS, di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Langkah tersebut diambil dengan berbagai cara di antaranya melalui penyampaian pesan Aswaja melalui penerbitan buku khutbah.

Kami mengharap tiap MWC (Majelis Wakil Cabang NU) membuat khutbah minimal lima buah khutbah dengan misi Aswaja, sesuai misi dakwah NU Demak, harap ketua NU Demak KH Musadad Syarif saat memimpin rapat koordinasi pada acara bahtsul masail yang diselenggarakan PCNU Demak di Pesantren At Thoyyibah menawan Desa Merak, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jateng, Ahad (5/4).

Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja

Memperhatikan hasil rapat tersebut, pada kesempatan itu pula Kiai Musadad langsung membentuk tim yang khusus menangani proses pengumpulan tulisan ini, lalu meneruskan hasilnya ke seluruh khotib di Kabupaten Demak. Mengingat kultur masyarakat Demak, rencananya buku khutbah akan diterbitkan dalam dua versi bahasa, yakni Indonesia dan Jawa.

Duta Islam Nusantara

Naskah khutbah dengan dua bahasa ini setelah terkumpul di cabang akan disempurnakan oleh tim yang ditunjuk oleh PC dan hasilnya akan kami teruskan ke khotib sekabupaten Demak melalui MWC dan Ranting, tegas Musadad.

Selain dihadiri pengurus PCNU, rapat itu juga dihadiri pengurus MWCNU se-Kabupaten Demak dan pengurus badan otonom NU setempat. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Duta Islam Nusantara

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58680/tangkal-ektremisme-nu-demak-akan-terbitkan-khutbah-aswaja

Duta Islam Nusantara

Rabu, 16 Maret 2016

Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja

Jombang, Duta Islam NusantaraSelain harus memberikan pelayanan kesehatan bagi para pasien, sejumlah karyawan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang rutin mengikuti kajian Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah setiap bulan pada pekan terakhir.

Rutinitas ini sudah berlangsung lama, kurang lebih sejak enam bulan terakhir. Dan aula KH Abdurrahman Wahid lantai II RSNU Jombang menjadi pusat pegelaran kegiatan tersebut. Dalam hal ini, secara teknis pelaksanaan, petugas RSNU bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat. Terutama prihal narasumber pada setiap kegiatan.

Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Karyawan RSNU Jombang Rutin Ngaji Aswaja

Sementara untuk menjaga keefektifan peserta (karyawan), petugas membagi menjadi dua gelombang dengan menyesuaikan jam kerja karyawan. Sehingga kegiatan ini digelar dua hari setiap bulan.

Di bulan ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, pada Senin-Selasa (27-28/6/2016) kemarin, pihak RSNU Jombang menghadirkan Ketua Aswaja NU Center Jombang, Yusuf Suharto sebagai pembicara. Di antara materi yang disampaikan adalah sejumlah amaliah bulan Ramadhan.

Duta Islam Nusantara

Usai memberikan beberapa penjelsannya, salah satu karyawan menanyakan shalat tarawih yang dilaksanakan secara kilat. "Ada yang menanyakan shalat tarawih 7 menit, saya jawab bahwa shalat tarawih dengan jumlah rakaat sebanyak 20 adalah ijma sahabat dan aimmatul madzahib," katanya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Duta Islam Nusantara

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69413/karyawan-rsnu-jombang-rutin-ngaji-aswaja

Duta Islam Nusantara

Selasa, 02 Februari 2016

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-60 di aula Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada Senin malam (24/2). Kegiatan yang digelar pimpinan pusat pelajar NU tersebut bertema 60 Tahun Berkhidmah untuk Indonesia.

Kegiatan yang diikuti Pimpinan Wilayah IPNU itu diisi pidato Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam, stadium general Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjeend Sjafrie Sjamsoeddin dan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Sebagai bentuk penghargaaan kepada para pengabdi organisasi, PP IPNU memberikan plakat kepada mantan-mantan Ketua Umum IPNU dari periode awal sampa periode terakhir.

Bagaimanapun juga, 60 persen hidupnya (mantan-mantan Ketua Umum IPNU) dihabiskan di organisasi. Harus kita apresiasi atas pengabdiaannya, kata Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam.

Duta Islam Nusantara

Rangkain Harlah

Menurut Anam, beberapa rangkaian kegiatan peringatan harlah telah dilakukan mulai dari pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengadakan capacity building pemuda dan pelajar Indonesia di Salatiga dan Bogor.

Duta Islam Nusantara

Kemudian pra-Rakernas kedua dialaksanakan di Permata Hotel, Bogor, pada 13-15 Desember 2013. pra-Rakernas Corp Brigde Pembangunan (CBP) PP IPNU di Grobogan, Jawa Tengah, pada 27-29 Desember 2013.

Kemudian laga futsal bertema Rembuk Persaudaraan Pelajar Indonesia yaitu PP IPNU, PP Pelajar Islam Indonesia (PII), dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di Jakarta, 23 Januari 2014. Selanjutnya turnamen bulutangkis pelajar se-Jabodetabek kerjasama PP IPNU dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Istora Senayan, Jakarta, 21-23 2014.

Kemudian puncak peringatan hari lahir IPNU ke-60 digelar di aula Perpusnas, Jakarta, 24 Februari 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 24 sampai 27 Februari. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50403/pelajar-nu-peringati-harlah-ke-60

Jumat, 01 Januari 2016

Civitas Akademika UIN Bandung Gelar Shalat Ghaib

Bandung, Duta Islam Nusantara. Atas wafatnya sang Ahli Fikih Modern civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati melaksanakan shalat ghaib untuk KH Sahal Mahfudh di Masjid Iqomah UIN SGD Bandung, Jumat(24/01).

Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan mengikuti shalat ghaib yang langsung dipimpin oleh guru besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr Rosihon Anwar, MAg yang juga dekan Fakultas Usuluddin, shalat ghaib ini dilaksanakan setelah shalat Jumat.

Civitas Akademika UIN Bandung Gelar Shalat Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)
Civitas Akademika UIN Bandung Gelar Shalat Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)


Civitas Akademika UIN Bandung Gelar Shalat Ghaib

Menurut ketua DKM Masjid Iqomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bahrun Rifai mengatakan bahwa dirinya sangat kehilangan sosok ulama ahli fiqih, sosok yang humanis dan tak membeda bedakan golongan maupun jabatan.

Kehilangan dengan sosok tersebut, karena dia (Kiai Sahal) ahli dalam fikih baik itu fikih muamalah, munakahat dan lain sebagainya, ujar Bahrun yang juga menjabat sebagai Rais Majelis Wali Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Panyileukan Kota Bandung.

Duta Islam Nusantara

Kiai Sahal, lanjutnya adalah seorang yang mempunyai sosok yang teguh pada pendirian, akhlaknya patut menjadi contoh bagi warga Nahdlatul Ulama khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia

Beliau sosok yang teguh pendirian, akhlaknya menjadi contoh, dan merakyat, tukas dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (bakti habibie/mukafi niam)

Duta Islam Nusantara

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49677/civitas-akademika-uin-bandung-gelar-shalat-ghaib

Selasa, 10 November 2015

Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah

Jember, Duta Islam Nusantara. Berbagai pihak meminta semua pihak untuk tidak terpancing bertindak sendiri-sendiri dalam menyikapi konflik Puger, Jember, yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Wakil Ketua MUI Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin, untuk hal-hal yang terkait dengan persoalan hukum, pihaknya mempersilahkan polisi menangani kasus Puger dengan bijak.

Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)


Kasus Puger, Semoga Jadi Akhir Perseteruan Sunni-Syiah

Soal hukum, kita pasrahkan kepada polisi. Kita bagian rekonsiliasi, tukasnya di sela-sela halal bihalal di Jember, Jumat (15/9) menanggapi ditetapkannya 9 tersangka kasus Puger oleh polisi, kemarin.

Duta Islam Nusantara

Gus Aab mengaku sudah sekian kali berkomunikasi dengan Kapolda Jawa Timur maupun Kapolres Jember. Intinya, dirinya meminta polisi untuk menegakkan hukum dengan tegas, baik dan benar. Tegas, belum tentu baik. Karenanya dalam mengambil keputusan, polisi juga perlu mempertimbangkan kearifan lokal, ungkapnya.

Ia menambahkan, Muspida, ulama dan umara dan pihak terkait terus berusaha untuk menemukan penyelesaian terbaik dari konflik Puger. Mencuatnya konflik Puger, kata Gus Aab, tidak bisa lepas dari faktor Sunni-Syiah sehingga penyelesaiannya juga harus berangkat dari titik tersebut.

Duta Islam Nusantara

Semoga kita semua segera menemukan format penyelesaian terbaik, yang sama-sama melegakan kedua belah pihak, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Puger, Agus Mudhofir berharap agar kasus tersebut mengakhiri perseteruan Sunni-Syiah yang sudah lama berlangsung.

Terus terang korban meninggal adalah pengurus ranting NU Pugerkulon. Tapi marilah kita akhiri semua ini. Sedangkan soal pelaku pembunuhnan kita serahkan kepada polisi, ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47076/kasus-puger-semoga-jadi-akhir-perseteruan-sunni-syiah

Duta Islam Nusantara

Sabtu, 17 Oktober 2015

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Sukoharjo, Duta Islam Nusantara. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukoharjo, Kamis (1/12), memberikan bantuan untuk korban banjir di Desa Pranan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC PMII Sukoharjo bersama Ketua Komisariat Raden Mas Said.

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Ketua PMII Cabang Sukoharjo, Hilmy Zulfikar, mengatakan pemberian bantuan ini selain untuk meringankan beban mereka juga suatu bentuk kepedulian. "Tak ada upaya yang bisa kami lakukan selain ini. tapi mudah-mudahan bermanfaat," ujar Helmy kepada Duta Islam Nusantara.

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan dari masyarakat pengguna jalan raya di jalan utama Solo-Semarang, tepatnya di perempatan Kartasura. Kita adakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir, kata Hilmy.

Duta Islam Nusantara

Hilmy menambahkan, sebelum melakukan penggalangan dana, mereka terlebih dahulu dengan para pengurus Ansor dan Banser stempat.

Duta Islam Nusantara

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," katanya.

Adapun dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73492/pmii-serahkan-bantuan-kepada-korban-banjir-di-sukoharjo

Selasa, 25 Agustus 2015

NU Makassar Semarakkan Harlah dengan Bakti Sosial

Makassar, Duta Islam Nusantara. Dalam rangka menyemarakkan hari lahir NU ke-87 tahun, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar menggelar bakti sosial di sepanjang anjungan Pantai Losari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/2).

Kegiatan bertema Gerakan NU Peduli Lingkungan Kota Makassar ini dihadiri seluruh pengurus, Ketua Badan Otonom, Lembaga, Lajnah NU dan MWC NU se-Kota Makassar serta ratusan kader NU.

NU Makassar Semarakkan Harlah dengan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Makassar Semarakkan Harlah dengan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Makassar Semarakkan Harlah dengan Bakti Sosial

Sebelumnya, Apel Siaga Kader NU & Peluncuran NU Peduli di anjungan Pantai Losari mengawali kegiatan bakti sosial ini.

Duta Islam Nusantara

Ketua PCNU Kota Makasar Abdul Kadir Ahmad mengatakan, sejalan dengan peringatan Harlah NU yang jatuh pada 31 Junuari, pihaknya berusaha melakukan kerja-kerja nyata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurut dia, tempat dan fungsi NU memang berpusat di masyarakat.

Masyarakat harus diajak bersahabat dengan alam dan lingkungan, karena itu juga bagian dari perintah agama, terangnya.

Duta Islam Nusantara

Kadir Ahmad menambahkan, khusus peduli lingkungan, NU Makassar akan terus melakukan kegiatan ini di berbagai lokasi yang ada di Kota Makassar. Bakti sosial ini dinilai efektif menggerakkan struktur NU di tingkat bawah untuk bersinergi dengan masyarakat akar rumput.

Bakti sosial NU Kota Makassar ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Puncak acara Harlah NU digelar pekan depan bersamaan dengan Maulid Akbar.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ibnu Abdillah Asrijal

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42238/nu-makassar-semarakkan-harlah-dengan-bakti-sosial

Duta Islam Nusantara

Jumat, 24 Juli 2015

Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam

Probolinggo, Duta Islam Nusantara. Fenomena Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang belakangan ini kerap dibicarakan mendapatkan perhatian khusus dari Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin.

Menurutnya, Gafatar akan sangat mengancam kedaulatan bangsa. Sebab yang menjadi sasaran adalah agama. Padahal fondasi bangsa Indonesia adalah agama, katanya, Sabtu (16/1).

Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam (Sumber Gambar : Nu Online)


Waspadai Gafatar dengan Perkuat Pemahaman Islam

Hasan mengatakan, hal mendasar untuk mencegah gerakan yang sudah dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini adalah dengan mengamalkan agama Islam yang sebenarnya. Amalkan Islam yang sebenarnya. Yang tidak aneh-aneh, jelasnya.

Ajaran agama Islam yang sebenarnya yang dimaksud Hasan adalah ajaran Islam yang jamak diketahui umum selama ini. Misalnya dengan menunaikan shalat, membaca Al-Quran serta mengamalkan ibadah lain yang tertera dalam Al-Quran.

Duta Islam Nusantara

Kalau sudah seperti itu, tidak akan ada gerakan yang menyimpang dan gerakan yang dilarang oleh agama dan negara, terangnya.

Menurut Hasan, hal yang harus dilakukan saat ini yakni dengan menggandeng ulama untuk saling menguatkan Islam di Kabupaten Probolinggo.

Duta Islam Nusantara

Perkuat pemahaman ajaran agama yang disampaikan ulama. Pola semacam itu akan lebih mempersempit ruang gerak ajaran-ajaran terlarang. Tidak hanya Gafatar, tetapi juga gerakan lain yang menyimpang, pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65048/waspadai-gafatar-dengan-perkuat-pemahaman-islam

Duta Islam Nusantara

Selasa, 21 Juli 2015

Kang Said: Radicalism propagated by small groups

Jakarta, Duta Islam Nusantara. Radicalism at a gradually more intense pace along with the development of information technology has likely become the task of ours in dealing with it. Our commitment should continue to be realized so that a friendly and moderate Islam will remain a religious spirit of millions of Muslims in the country.

General Chairman of Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siroj, popularly known as Kang asserted that Muslims must continue to color the world with a face of Islam calling for peace, goodness, kindness and so fourth.

Kang Said: Radicalism propagated by small groups (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Radicalism propagated by small groups (Sumber Gambar : Nu Online)


Kang Said: Radicalism propagated by small groups

According to Kang Said, Islam imaged as a rigid religion spreading terror has actually only been propagated by small groups through various media.

Duta Islam Nusantara

"Radical (groups) is only shown by small groups and will definitely be hated by people because of their attitude. Please take a look at the majority of farmers, fishermen and traders, they do want to live in peace in unity," said Kang Said at a meeting with the NTB Governor Muhammad Zainul Majdi, at the NU headquarters in Jakarta on Saturday.

Reasons of injustice which they often put forward are the made-up ones because, according to Kang Said, all problems could be solved together if we have a shared interest to maintain the unity and integrity of the nation.

Duta Islam Nusantara

"Economic welfare should be evenly distributed. The issue of inequality has always been addressed by NU so that welfare and justice could be achieved by the people," he said, adding that all Muslims had constantly discussed furuiyah (trivial matters) especially if the matters were littered fully with political interests, the turmoil in the community will continue to happen.

Therefore, according to him, the nation should return to the most substantive thing so that all of the nations problems could be solved for the benefit of the people. (Fathoni/Masdar)

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76061/kang-said-radicalism-propagated-by-small-groups

Selasa, 07 Juli 2015

Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme

Jember, Duta Islam Nusantara. Bertempat di Gedung SD Nahdlatul Ulama Karangrejo 03 kecamatan Gumukmas Kab. Jember, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong kembali memberikan pembekalan kepada para kadernya untuk memahami persoalan terkait terorisme dan kejahatan transnasional.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk penyuluhan dan dialog dengan tema Tolak Terorisme dan Kejahatan Transnasional tersebut menghadirkan empat orang narasumber, yaitu AKBP Jayadi (Kapolres Jember), Prof Dr H Abdul Halim Subahar, MA (ketua MUI Jember), KH Raefi Makshum (Ka. Kemenag Jember) dan HM Imam Ghozaly Aro, (anggota DPRD Jatim).

Kegiatan ini menurut Abd. Rohim, ketua PC GP Ansor Kencong, merupakan kepedulian GP Ansor untuk ikut menjaga ideologi bangsa dari rongrongan kekuatan asing yang mulai mengganggu keberadaan Pancasila sebagai dasar negara.

Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)


Ansor Kencong beri Pembekalan Soal Terorisme

Dan, masih menurut Rohim dalam sambutan sebelum dimulainya kegiatan penyuluhan dan dialog ini, terkait kasus Puger, dimana orang yang ditengarai sebagai pengikut Syiah menganiaya Kiai NU merupakan akibat adanya pengaruh kejahatan transnasional yang sudah tidak bisa memandang perbedaan sebagai sebuah rahmat yang harus dijunjung tinggi.

Duta Islam Nusantara

Kegiatan yang dihadiri oleh labih dari dua ratus orang kader Ansor dan badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama Kencong tersebut juga dihadiri unsur Muspika kecamatan Gumukmas. Hadir juga Rais Syuriyah PCNU Kencong KH Khoir Zad Maddah.

Dalam amanatnya Rais Syuriyah banyak mengisahkan kisah hikmah dalam upaya melakukan dakwah. Menurut Gus Ya panggilan akrabnya, kita dalam melakukan amar maruf nahi mungkar harus juga dengan cara yang maruf. Tidak boleh melakukan nahi mungkar dengan cara melakukan kemungkaran.

Duta Islam Nusantara

Sementara itu, HM Imam Ghozaly Aro dalam arahannya sebagai keynote speaker menyampaikan persoalan kejahatan penjualan perempuan yang marak di Indonesia. Ia menceritakan pengalamannya ketika disambati kader Ansor yang saudaranya meninggalkan rumah tanpa pamit, dan saat ditemukan si anak perempuan tersebut sudah dibawa kendali seorang mucikari dan akan dikirim ke luar Jawa.

Prof HA Halim Subahar, MA menyampaikan terkait persoalan insiden Puger, dimana terjadi penganiayaan seorang kiai NU yang dilakukan oleh seorang yang terindikasi sebagai pengikut Syiah.

Saat ini, kata ketua MUI yang juga Guru Besar STAIN Jember ini sedang dikaji persoalan insiden Puger. Di mana semua kitab-kitab yang diajarkan pada pesantren Darus Sholihin, pesantren yang ditengarai mengajarkan Syiah, sedang dikaji oleh MUI Jember. Sementara persoalan penganiayaan sedang ditangani oleh Polres Jember.

Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi hasutan dan ajakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan upaya balas dendam kepada oknum yang melakukan penganiayaan terhadap kiai NU.

Sedang Kasat Reserse Polres Jember yang mewakili Kapolres banyak mengungkap persoalan kejahatan transnasional, seperti penyelundupan sabu-sabu, aksi terorisme dan pemahaman terkait persoalan undang-undang terorisme.

Muhammad Amiruddin dalam laporannya sebagai ketua panitia, menyampaikan bahwa kegiatan Penyuluhan dan Dialog ini merupakan respon GP Ansor dalam upaya membentengi kadernya agar tidak terprovokasi oleh insiden Puger.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Yasin Yusuf

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38523/ansor-kencong-beri-pembekalan-soal-terorisme

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Duta Islam Nusantara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Duta Islam Nusantara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Duta Islam Nusantara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock